Analisis implementasi pendidikan pancasila sebagai pendidikan karakter di SD negeri 002 Tanjungpinang Barat

Authors

  • Nadia Tassya Pratiwi Universitas Maritim Raja Ali Haji

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.5681214

Keywords:

analysis, implementation, pancasila, character education

Abstract

Dalam konteks pendidikan Pancasila, pendidikan karakter berarti upaya optimal untuk menumbuhkan karakter-karakter utama pada diri peserta didik yang sejalan atau relevan dengan nilai-nilai Pancasila. Tujuannya adalah agar peserta didik benar-benar memahami makna karakter, menghayati alasan perlunya karakter dimiliki, dan mengaplikasikan karakter dalam interaksi, posisi, dan peran sosial yang mereka jalankan di sekolah maupun di luar sekolah. Implementasi dari pendidikan karakter di Indonesia bersumber pada Pancasila yang selama ini menjadi dasar penting. Adapun pengembangan dari pendidikan karakter dipandu dengan buku dari pemerintah, yang selanjutnya diolah lebih mendalam oleh sekolah masing-masing yang menguasai keadaan secara langsung. Maka dari itu, tidak mengherankan jika implementasi pendidikan karakter di tiap-tiap sekolah memiliki wacana dan praktik yang berbeda-beda karena keadaan di tiap sekolah juga berbeda.

In the context of Pancasila education, character education means optimal efforts to grow the main characters in students who are in line or relevant to the values ​​of Pancasila. The goal is that students really understand the meaning of character, appreciate the reasons for the need of character to be owned, and applying the character in interactions, positions, and social roles that they carry out at school as well as outside of the school. The implementation of character education in Indonesia is based on Pancasila which has been an important basis. The development of character education is guided by books from the government, then processed more deeply by each school that controls the situation directly. Therefore, it is not surprising that the implementation of character education in each school has different discourses and practices because the circumstances in each school are also different.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, Y. (2012). Model penilaian otentik dalam pembelajaran membaca pemahaman beroreintasi pendidikan karakter. Universitas Pendidikan Indonesia.

Budiningsih, A. (2014). Pembelajaran moral: Berpijak pada karakter siswa dan budayanya. Rineka Cipta.

Dianti, P. (2014). Integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan untuk mengembangkan karakter siswa. JPIS, 23(1), 58– 68.

Hafid, A. (2013). Konsep dasar ilmu pendidikan. Alfabeta.

Kementerian Pendidikan Nasional. (2011). Pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Badan Penelitian dan Pengembangan Kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional.

Lickona, T. (2012). Character matters (Persoalan karakter). PT Bumi Aksara.

Maemunah. (2018). Implementasi pendidikan karakter pada anak usia dini studi kasus di RA Daarul Muqimien Buaran Jati Sukadiri Tangerang. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 89–100.

Mahmud. (2012). Pendidikan karakter. Alfabeta.

Nashir, H. (2013). Pendidikan karakter berbasis agama dan kebudayaan. Multi Presindo.

Notonagoro. (2011). Pancasila secara ilmiah populer. Pantjuran.

Octavia, E. dan Rube, M. (2017). Penguatan pendidikan karakter berbasis pancasila untuk membentuk mahasiswa prodi ppkn menjadi warga negara yang baik dan cerdas. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 4(1),111-124.

Putra, Z. (2016). Implementasi pendidikan Pancasila sebagai character building mahasiswa di Universitas Sembilanbelas November Kolaka. Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 1(1), 9-13.

Raka, G., Mulyana, Y., Markam, S. S., Semiawan, C. R., Hasan, S. H., Bastaman, H. D., & Nurachman, N. (2013). Pendidikan karakter di sekolah: Dari gagasan ke tindakan. Elex Media Komputindo.

Raharjo, T. (2020). Efektivitas pendampingan implementasi kurikulum 2013 untuk meningkatkan kemampuan guru melaksanakan pembelajaran. Indonesian Journal of Educational Development, 1(1), 93-103. https://doi.org/10.5281/zenodo.3760717

Rusmayanti, M., & Mardiyah, U., K. (2016). Implementasi pendidikan karakter di SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten. E-Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran, 5(2), 184-193.

Samani, & Heriyanto. (2016). Pendidikan karakter. Remaja Rosdakarya.

Sudiarta, I. G. P., & Widana, I. W. (2019). Increasing mathematical proficiency and students character: lesson from the implementation of blended learning in junior high school in Bali. IOP Conf. Series: Journal of Physics: Conf. Series1317 (2019) 012118. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1317/1/012118

Sugiyono. (2014). Metode penelitian. Alfabeth.

Sumbung, E. (2020). Meningkatkan hasil belajar PPKN siswa kelas XII IPS 1 SMAN 1 Kuta Selatan tahun pelajaran 2019-2020 menggunakan model think pair share berbantuan kartu masalah. Indonesian Journal of Educational Development, 1(1), 104-111. https://doi.org/10.5281/zenodo.3760720

Sutarna, N. (2018). Pendidikan karakter siswa sekolah dasar. Pustaka Diniyah.

Widana, I. W., Sumandya, I. W., Sukendra, K., Sudiarsa, I. W. (2020). Analysis of conceptual understanding, digital literacy, motivation, divergent of thinking, and creativity on the teachers skills in preparing hots-based assessments. Jour of Adv Research in Dynamical & Control Systems, 12(8), 459-466. https://doi.org/10.5373/JARDCS/V12I8/20202612.

Zubaedi. (2012). Desain pendidikan karakter: Konsepsi dan aplikasinya dalam lembaga pendidikan. Kencana.

Published

2021-11-18

How to Cite

Pratiwi, N. T. . (2021). Analisis implementasi pendidikan pancasila sebagai pendidikan karakter di SD negeri 002 Tanjungpinang Barat. Indonesian Journal of Educational Development, 2(3), 439-449. https://doi.org/10.5281/zenodo.5681214