Archives

  • Sandibasa II (Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia II)
    Vol. 2 No. 1 (2024)

    SANDIBASA II merupakan akronim yang berarti Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia II.  Tema besar yang diangkat dalam SANDIBASA II adalah “Inovasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang Beretika pada Era Digital”. Dari tema besar tersebut diklasifikasikan dalam empat sub-tema, yaitu Strategi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Media Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Metode/Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Evaluasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Seminar kali ini menghadirkan 2 pemakalah utama dan pemakalah pendamping, yaitu: Prof. Dr. Nurhayati, M.Pd. dosen FKIP Universitas Sriwijaya (UNSRI) dan  Prof. Dr. Drs. Nengah Arnawa, M.Hum. dosen FBS Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) serta 22 pemakalah pendamping dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sehingga secera keseluruhan terdapat dua puluh empat artikel yang membahas tema inovasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang beretika pada era digital. 

  • SANDIBASA IV : Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
    Vol. 4 No. 1 (2026)

    Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Sandibasa IV) Sukses Digelar, Hasilkan Prosiding Ber-ISSN

    Denpasar — Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Sandibasa IV) sukses diselenggarakan sebagai forum ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Seminar ini merupakan seri keempat yang secara konsisten menghasilkan luaran berupa prosiding ber-ISSN sebagai kontribusi nyata terhadap pengembangan keilmuan di bidang bahasa dan sastra.

    Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor yang dalam sambutannya menegaskan bahwa bahasa merupakan identitas bangsa, sementara sastra berperan penting dalam menyemai hati nurani. Pernyataan tersebut menegaskan urgensi penguatan pendidikan bahasa dan sastra di tengah dinamika sosial dan perkembangan zaman.

    Seminar dilaksanakan melalui dua skema utama, yakni sesi panel dan sesi paralel. Pada sesi panel, hadir dua pembicara kunci, yaitu Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd. dari Universitas Negeri Malang dan Dr. Dewa Ayu Widiasri, M.Pd. dari Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Keduanya memaparkan gagasan strategis terkait penguatan literasi, inovasi pembelajaran, serta relevansi bahasa dan sastra dalam membentuk karakter bangsa.

    Sementara itu, sesi paralel diisi oleh 41 pemakalah yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan institusi pendidikan, di antaranya Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Universitas Riau, BRIN, IKIP Saraswati Tabanan, Universitas Dwijendra, STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, SMP Negeri 1 Laboya Barat, STKIP Agama Hindu Amlapura, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Malang, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Universitas Singaperbangsa Karawang, STKIP Muhammadiyah Pagaralam, dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Ragam institusi ini menunjukkan luasnya partisipasi dan tingginya minat terhadap isu-isu pendidikan bahasa dan sastra.

    Dalam penutupan seminar, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni menekankan pentingnya keberlanjutan program studi keguruan di tengah berbagai dinamika kebijakan dan wacana pemerintah. Ia menyampaikan bahwa program studi keguruan harus mampu bertahan dan adaptif terhadap kepentingan ideologi, kebangsaan, dan peradaban, khususnya dalam menghadapi isu penutupan program studi yang dinilai tidak relevan.

    Dengan terselenggaranya Sandibasa IV ini, diharapkan lahir gagasan-gagasan inovatif serta kolaborasi berkelanjutan yang mampu memperkuat eksistensi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia sebagai pilar penting dalam pembangunan karakter bangsa.

  • Sandibasa III (Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia III)
    Vol. 3 No. 1 (2025)

    SANDIBASA III merupakan akronim yang berarti Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia III.  Tema besar yang diangkat dalam SANDIBASA III adalah “Kajian Bahasa dan Sastra dalam Perspektif Deep Learning”. Dari tema besar tersebut diklasifikasikan dalam lima sub-tema, yaitu Kajian Bahasa dalam Perspektif Deep Learning, Kajian Sastra dalam Perspektif Deep Learning, Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra Inovatif Kajian Deep Learning, Media Pembelajaran Bahasa dan Sastra Inovatif Kajian Deep Learning, serta Evaluasi Komprehensif Pembelajaran Bahasa dan Sastra Kajian Deep Learning. Seminar kali ini menghadirkan 2 pemakalah utama dan pemakalah pendamping, yaitu: Prof. Dr. Isah Cahyani, M.Pd., dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan  Dr. Ketut Yarsama, M.Hum. dosen FBS Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Seminar ini juga melibatkan 29 pemakalah pendamping dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia. Mereka mempresentasikan hasil penelitian dan gagasan inovatif seputar pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dalam sesi paralel. Beberapa perguruan tinggi yang turut berpartisipasi, antara lain Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Semarang, Universitas Riau, Universitas Malikussaleh, Universitas Teknologi Yogyakarta, Universitas Bali Dwipa, Universitas Dwijendra, Institut Pendidikan Nusantara Global. STKIP Agama Hindu Amlapura, SMK N 1 Semarapura dan lainnya. Sehingga secera keseluruhan terdapat tiga puluh satu artikel yang membahas tema Kajian Bahasa dan Sastra dalam Perspektif Deep Learning