Kajian Strukturalisme Genetik dalam Novel Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam Karya Dian Purnomo

Authors

  • Seli Mauludani Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Alin Ambarwati Universitas Singaperbangsa Karawang

Keywords:

sosiologi sastra, novel, strukturalisme genetik, kawin tangkap, kesadaran kolektif

Abstract

Tradisi kawin tangkap atau Yappa Mawine di Sumba, Nusa Tenggara Timur, merupakan praktik adat yang

dilakukan ketika terjadi ketidaksepakatan soal belis, di mana perempuan ditangkap tanpa persetujuannya

untuk dijadikan istri. Meskipun dianggap bagian dari budaya, tradisi ini menuai kontroversi karena

bertentangan dengan prinsip hak-hak perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji novel Perempuan

yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo melalui pendekatan strukturalisme genetik Lucien

Goldmann. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap keterkaitan antara struktur teks sastra dengan struktur

sosial yang melatarbelakanginya melalui lima aspek utama: fakta kemanusiaan, subjek kolektif, pandangan

dunia, struktur karya sastra, dan dialektika pemahaman dan penjelasan. Metode yang digunakan adalah

deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka dan baca-catat. Hasil penelitian

menunjukkan bahwa tokoh utama, Magi Diela Talo, mengalami penderitaan fisik dan batin sebagai fakta

kemanusiaan sekaligus menjadi pusat subjek kolektif baru yang menolak tradisi kawin tangkap. Novel ini

juga menunjukkan peran kelompok sosial seperti Gema Perempuan dan tokoh Dangu yang mendukung

perubahan nilai dalam masyarakat. Penulis novel juga menjadi bagian dari subjek kolektif baru karena

keterlibatannya secara langsung dengan isu sosial yang diangkat. Temuan ini menunjukkan bahwa karya

sastra memiliki peran ideologis dalam membentuk kesadaran sosial dan mendukung perubahan nilai dalam

masyarakat

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-05