Representasi Unsur Budaya dalam Novel Lawatan untuk Emak Karya Tjut Zakiyah Anshari dan Relevansinya dalam Pembelajaran

Authors

  • Titik Dwi Ramthi Hakim UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
  • Ariesta Bagus Pramuwibowo UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Keywords:

budaya, novel, pembelajaran sastra

Abstract

Derasnya arus globalisasi menyebabkan terjadinya pergeseran nilai dalam masyarakat. Hal ini

membuat budaya menjadi relevan dan sangat penting untuk dipelajari. Fenomena pergeseran dan

pudarnya budaya lokal dapat dilihat dari berkurangnya keterampilan menggunaan bahasa daerah

dalam komunikasi sehari-hari, khususnya pada orang tua, menurunnya partisipasi generasi muda

dalam tradisi lokal, serta kehidupan yang semula penuh nuansa kebersamaan (gotong-royong) kini

mengarah pada kehidupan yang individualis. Oleh karena itu, pengenalan budaya harus terus

dilakukan agar budaya tidak ditinggalkan oleh generasi muda. Karya sastra dapat menjadi salah satu

alternatif strategis untuk menananmkan kembali nilai-nilai budaya secara kontekstual dan menarik.

Unsur budaya dalam novel Lawatan untuk Emak karya Tjut Zakiyah Anshari dideskripsikan dalam

penelitian ini. Menggunakan pendekatan antropologisastra dan metode deskriptif kualitatif. Data

penelitian berupa kutipan teks yang mengandung unsur budaya dalam novel. Pengumpulan dilakukan

dengan teknik baca dan catat. Data yang terkumpul dianalisis dengan model analisis dari Matthew

  1. Milles dan A. Michael Huberman yaitu meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan

simpulan. Disimpulkan bahwa novel Lawatan untuk Emak menggambarkan unsur budaya yang

dikemukakan oleh Koentjaraningrat, yaitu bahasa, sistem pengetahuan, sistem peralatan hidup dan

teknologi, organisasi sosial, sistem religi, sistem mata pencaharian dan ekonomi, dan kesenian.

Unsur-unsur budaya tersebut menggambarkan nilai-nilai budaya lokal yang dekat dengan kehidupan

masyarakat, seperti nilai kekeluargaan, penghormatan kepada orang tua, kebiasaan sosial

masyarakat, serta tradisi dan pola kehidupan sehari-hari yang mencerminkan budaya lokal

Tulungagung seperti nilai gotong royong, kesederhanaan hidup masyarakat, serta kuatnya

kekerabatan dalam lingkungan sosial. Tidak hanya itu, gambaran anak dari warga Tulungagung yang

menjadi pekerja migran tergambar serta kerinduannya pada sosok ibu menjadi pemantik semangat

seorang anak untuk mengukir prestasi ditemukan juga dalam novel ini.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-05