Dinamika Deiksis Persona Bahasa Bali: Pergeseran Makna Tunggal dan Jamak dalam Perspektif Pragmatik
Keywords:
deiksis persona, bahasa Bali, pragmatik, singular, pluralAbstract
Penelitian ini mengkaji dinamika deiksis persona bahasa Bali, khususnya pergeseran makna tunggal dan
jamak dalam komunikasi masyarakat Bali. Kajian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan pronomina persona
jamak yang bermakna tunggal, seperti i raga yang digunakan untuk menyatakan ‘saya’, serta penggunaan
pronomina tunggal yang bermakna jamak, seperti titiang yang digunakan untuk menyatakan ‘kami’. Selama
ini fenomena tersebut cenderung dipahami sebagai bentuk pluralis humilitatis atau pluralis majestatis.
Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bentuk singular dan plural dalam bahasa Bali
tidak semata-mata berkaitan dengan kerendahan hati maupun kekuasaan, melainkan dipengaruhi oleh faktor
pragmatik, variasi pemakaian bahasa, ekonomi bahasa, dan keterbatasan sistem pronomina jamak bahasa
Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif pragmatik. Data
diperoleh melalui observasi tuturan masyarakat Bali, percakapan sehari-hari, dan teks berbahasa Bali. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pergeseran makna singular dan plural bersifat kontekstual dan fleksibel
sesuai hubungan sosial serta situasi tutur. Temuan ini menegaskan bahwa deiksis persona bahasa Bali lebih
tepat dipahami sebagai fenomena pragmatik daripada semata-mata fenomena gramatikal.

