Bahasa Weda dan Eksistensinya dalam Jawa Kuna/Kawi

Authors

  • Anak Agung Gde Alit Geria Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Keywords:

Sanskerta [bahasa weda], Jawa Kuna dan Bali [bahasa penerima], lintas budaya, dan sastra Hindu.

Abstract

Bahasa Sanskerta merupakan bahasa Indo-Eropa paling tua, sarat akan
nilai filsafat dan agama, Sering disebut sebagai bahasa Dewa, karena
digunakan sebagai pengantar ajaran sastra Hindu. Sepantasnya dipahami
generasi muda, sebagai landasan untuk memahami ajaran agama Hindu.
Sanskerta berasal dari kata sifat samskrtam berarti "berbudaya". merupakan
bahasa yang "tinggi", dipakai untuk keperluan agama dan keperluan ilmiah.
Bahasa ini juga disebut deva-bhāsā yang berarti "bahasa Dewata". Secara
fundamental merupakan bahasa yang digunakan untuk mendeskripsikan
seluruh ajaran. Secara hakiki, berfungsi untuk memahami sabda Tuhan
sebagai pijakan dalam kehidupan keseharian, Bahasa ini tergolong paling
utama, tertua, serta memiliki relevansi lintas budaya, Sanskerta identik
dengan bahasa yang dipakai di dalam Weda atau bahasa Weda.
Kegiatan besar pernah terjadi di Indonesia dengan melakukan alih
bahasa ke dalam bahasa Jawa Kuna/Kawi, terutama karya sastra Astadasa
Parwa dan Uttarakanda. Kegiatan tersebut dirintis Sri Dharmawangsa
Teguh Ananta Wikramottunggadewa, seorang maharaja yang memerintah
di belahan timur Yawadwipa. Kegiatan maha utama itu diberi istilah khusus
dalam
bahasa
Jawa
Kuna,
yakni
"Mangjawakĕn Byasamata''
[membahasajawakan buah pikiran Bhagawan Byasa, yang berbahasa
Sanskerta ke dalam bahasa Jawa Kuna]. Membuktikan betapa bahasa
Sanskerta dipelajari dengan sangat intensif pada zaman itu, sehingga karya
sastra utama Sanskerta telah dapat dibaca di Indonesia bahkan diterjemahkan
ke dalam bahasa Jawa Kuna secara baik. Sungguh sangat mengagumkan akan
kemahiran para pujangga di zaman silam dalam menguasai bahasa Sanskerta
sebagai bahasa sumber agama Hindu, serta bahasa Jawa Kuna sebagai bahasa
penerima dengan sangat baik, yang hingga kini dapat diwariskan kepada
generasi muda Hindu.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-05