Potensi Sastra Multikultural Warna Lokal Bali Sebagai Bahan Ajar Sastra Untuk Penguatan Toleransi Siswa: Analisis Respons Pembaca
Keywords:
sastra multikultural, warna lokal Bali, toleransi, respons pembaca, bahan ajar sastraAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi sastra multikultural warna lokal Bali sebagai bahan
ajar sastra untuk penguatan toleransi siswa melalui perspektif multikulturalisme dan teori respons
pembaca. Bali sebagai ruang perjumpaan budaya lokal, nasional, dan global menghadirkan
berbagai representasi identitas budaya yang dinamis dalam karya sastra Indonesia. Penelitian
menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan dukungan data kuantitatif melalui desain
survei. Data diperoleh melalui studi pustaka, analisis teks, kuesioner respons pembaca,
wawancara, dan focus group discussion (FGD). Korpus penelitian mencakup 52 karya sastra
multikultural warna lokal Bali berupa novel, cerpen, dan puisi. Survei dilakukan terhadap siswa,
guru, dan pembaca umum di beberapa wilayah Bali dengan mengadaptasi model respons pembaca
Segers dan konsep bahan ajar sastra Rahmanto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi
identitas budaya Bali dalam sastra bersifat cair dan mengalami negosiasi terus-menerus melalui
interaksi antaretnis, antaragama, dan antarbangsa. Cerpen dan puisi memperoleh respons pembaca
sangat tinggi serta dinilai sangat potensial sebagai bahan ajar sastra multikultural, sedangkan novel
dinilai potensial tinggi karena memiliki kedalaman narasi, tetapi menghadapi kendala
kompleksitas bahasa dan keterbacaan. Temuan ini menegaskan bahwa sastra multikultural warna
lokal Bali memiliki kontribusi penting dalam penguatan empati, literasi budaya, dan toleransi
keberagaman siswa.

