Representasi Multikultural dalam Puisi Aku Ingin Karya Sapardi Djoko Damono dan Puisi Bali Karya Yudha Panik
Keywords:
multikulturalisme, puisi Indonesia, Sapardi Djoko Damono, Yudha Panik, identitas budaya, dialog antarbudaya.Abstract
Artikel ini menelaah representasi multikultural dalam dua puisi Indonesia, Aku Ingin karya Sapardi
Djoko Damono dan Bali karya Yudha Panik. Penelitian bertujuan mengungkap bagaimana kedua puisi
yang lahir dari konteks budaya berbeda, mampu menyuarakan nilai universal sekaligus menegaskan
identitas lokal. Dengan metode deskriptif-kualitatif dan pendekatan kajian sastra multikultural,
analisis dilakukan terhadap tema, simbol, dan bahasa. Hasil menunjukkan bahwa Aku Ingin
merepresentasikan multikulturalisme melalui kesederhanaan bahasa dan tema cinta yang universal,
sehingga dapat diterima lintas budaya. Sebaliknya, Bali menampilkan kekentalan budaya lokal
melalui simbol seni, spiritualitas Hindu Bali, serta tradisi sastra lisan. Walau sangat lokal, puisi ini
tetap menyuarakan nilai universal tentang kesucian hidup, harmoni, dan warisan leluhur.
Perbandingan keduanya menegaskan bahwa sastra Indonesia, baik modern maupun tradisional,
berfungsi sebagai ruang dialog antarbudaya. Kesimpulannya, puisi menjadi medium penting dalam
membangun pemahaman lintas budaya dan memperkuat identitas Indonesia sebagai bangsa
multikultural.

