Representasi Tekanan Sosial terhadap Perempuan pada cerpen “Mengayat Benih” karya Kadek Desi Nurani dalam Kumpulan Cerpen Manisan Gula Merah Setengah Gigit
Keywords:
: tekanan sosial, perempuan, keturunan, ketidakadilan genderAbstract
Penelitian ini membahas mengenai representasi tekanan sosial terhadap perempuan dalam karya sastra,
khususnya cerpen. Tekanan sosial terhadap perempuan sering terjadi dalam masyarakat, terutama dalam
konteks rumah tangga yang berkaitan dengan keturunan. Pokok permasalahan dalam kajian ini, yaitu
bagaimana perempuan menjadi pihak yang disalahkan jika tidak bisa memberikan keturunan. Objek
dalam kajian ini adalah cerpen “Mengayat Benih” pada kumpulan cerpen Manisan Gula Merah
Setengah Gigit karya Kadek Desi Nurani. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
deskriptif analitis untuk menggambarkan peristiwa dalam cerpen. Data diperoleh melalui teknik baca
dan catat yang berfokus pada kutipan dialog dalam cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
tekanan sosial tokoh perempuan direpresentasikan melalui berbagai bentuk, stigma sosial, dan
anggapan jika perempuan pihak satu-satunya yang bertanggung jawab dalam memiliki keturunan. Hal
tersebut menyebabkan perempuan mengalami tekanan psikologis seperti, rasa bersalah, kecemasan,
tekanan batin, dan konflik internal dalam diri perempuan, meskipun pada kenyataan bukan perempuan
sebagai pihak yang bersalah.

