Representasi Polemik Ngaben dan Kremasi dalam Perspektif Multikulturalisme pada Cerpen “Krematorium” karya I Made Sugianto dalam Kumpulan Cerpen Aib
Keywords:
ngaben, kremasi, multikulturalisme, cerpenAbstract
Penelitian ini bertujuan membahas polemik antara tradisi ngaben dan praktik kremasi dalam cerpen
“Krematorium” pada kumpulan cerpen Aib karya I Made Sugianto. Kajian ini menggunakan perspektif
multikulturalisme untuk melihat perbedaan pandangan masyarakat terhadap pelaksanaan upacara
kematian di Bali. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data
diperoleh dari kutipan dialog dan narasi yang menunjukkan adanya konflik antara tokoh yang
mempertahankan tradisi dan tokoh yang memilih cara yang lebih modern dan praktis. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa cerpen ini menggambarkan pertentangan antara nilai tradisional dan nilai modern.
Tradisi ngaben dipandang sebagai warisan budaya yang penting, sedangkan kremasi dianggap sebagai
pilihan yang lebih praktis dan ekonomis. Konflik tersebut tidak hanya terjadi antar tokoh dalam cerpen,
tetapi juga mencerminkan kondisi masyarakat yang sedang mengalami perubahan. Melalui cerita ini,
penulis memperlihatkan pentingnya sikap saling menghargai perbedaan dalam masyarakat yang
beragam. Cerpen “Krematorium” mengajarkan bahwa perbedaan pilihan budaya tidak harus
menimbulkan konflik, melainkan dapat disikapi dengan toleransi.

