Penguatan Literasi Masyarakat di Era Digital: Tantangan, Strategi, dan Masa Depan Demokrasi Informasi
Keywords:
Literasi Digital, Masyarakat Informasi, Disinformasi, Strategi Edukasi, Ekosistem Digital.Abstract
Pesatnya penetrasi internet di Indonesia tidak serta-merta diiringi dengan peningkatan
kecakapan literasi digital, sehingga memicu kerentanan terhadap disinformasi dan polarisasi
sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi penguatan literasi digital di
masyarakat serta merumuskan strategi implementasi yang efektif di era distrupsi informasi.
Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan,
mengkaji berbagai literatur terkini, laporan indeks literasi, dan fenomena sosial digital. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa literasi digital bukan sekadar kecakapan teknis (hard skills),
melainkan mencakup dimensi kognitif dan etis yang meliputi kecakapan (digital skills), budaya
(digital culture), etika (digital ethics), dan keamanan (digital safety). Penguatan literasi digital
terbukti mampu memitigasi penyebaran hoaks dan memperkuat partisipasi publik yang
sehat. Strategi kolaborasi melalui model pentaheliks antara pemerintah, akademisi, dan
masyarakat sipil menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem digital yang tangguh.
Penemuan ini menekankan bahwa tanpa literasi yang memadai, transformasi digital hanya
akan menjadi beban sosial daripada penggerak kemajuan.

