Dinamika Linguistik Preskriptif dan Deskriptif: Studi Kasus Prefiks meN-pada Kata Dasar Berawalan Fonem /p/ dalam Bahasa Indonesia
Keywords:
linguistik preskriptif, linguistik deskriptif, prefiks meN-, morfofonemik, bahasa IndonesiaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika antara pendekatan linguistik
preskriptif dan deskriptif, khususnya pada proses morfofonemik prefiks meN-. Masalah
dalam penelitian ini (1) bagaimana perbedaan prinsip antara linguistik preskriptif dan
deskriptif bentuk kata berfrefiks meN- pada kata dasar berawalan fonem /p/; (2) mengapa
terjadi perbedaan penggunaan antara bentuk preskriptif (baku) dan deskriptif (tidak baku)
pada kata berfrefiks meN- pada kata dasar berawalan fonem /p/ dalam masyarakat. Fokus
utama kajian ini adalah fenomena ketidakkonsistenan peluluhan fonem /p/ pada kata dasar,
seperti pengaruh dan pesona. Melalui tinjauan kepustakaan dan observasi penggunaan
bahasa, ditemukan bahwa meskipun linguistik preskriptif menetapkan aturan peluluhan yang
ketat, linguistik deskriptif mencatat adanya resistensi penutur yang cenderung
mempertahankan bentuk asli kata dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah analisis komparatif antara teori linguistik
baku (preskriptif) dengan kenyataan penggunaan bahasa di masyarakat (deskriptif). Data
dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis, data primer: dari dokumen formal di internet,
media massa digital, dan percakapan di media sosial. Sedangkan data sekunder: referensi
teoretis dari buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (TBBBI), Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI), serta jurnal-jurnal linguistik terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa
perbedaan ini terjadi karena adanya tarikan antara standarisasi formal dan kebutuhan praktis
penutur dalam berkomunikasi.

