Transformasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Berbasis Kearifan Lokal dengan Digital
Keywords:
transformasi pembelajaran, literasi digital, kearifan lokal, generasi Z, bahasa dan sastra IndonesiaAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan model pembelajaran bahasa dan sastra
Indonesia yang mampu menjawab tantangan era digital sekaligus menanamkan nilai kearifan lokal
pada generasi Z. Generasi ini dikenal akrab dengan teknologi dan berpikir kritis, namun berpotensi
mengalami krisis identitas budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji
efektivitas model literasi sastra digital berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan penguasaan
konsep literasi, keterampilan berpikir kritis, dan apresiasi budaya. Metode yang digunakan adalah
penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain,
pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah siswa tingkat menengah.
Instrumen yang digunakan meliputi tes literasi, angket literasi digital, lembar observasi keterlibatan
belajar, serta rubrik penilaian karya digital berbasis cerita rakyat. Hasil penelitian menunjukkan
adanya peningkatan signifikan pada penguasaan konsep literasi (rata-rata +23,3; p<0,05),
keterampilan berpikir kritis (p=0,001), serta apresiasi budaya (dari 48% menjadi 72%). Temuan ini
menunjukkan bahwa digital storytelling berbasis cerita rakyat efektif dalam meningkatkan literasi
bermakna, kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta pelestarian budaya lokal. Model ini relevan
dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 yang stres kreativitas, kolaborasi, dan pemanfaatan
teknologi secara bijak.

