Tantangan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Mutakhir
Abstract
Pembelajaran bahasa Indonesia di era mutakhir ini mendapat tantangan yang sangat berat.
Tantangan tersebut terkait dengan hadir teknologi modern yang perkembangannya sangat
pesat. Hadirnya kecerdasan buatan menjadikan pembelajaran bahasa Indonesia mendapat
tantangan lebih berat lagi. Di sisi lain, hadirnya berbagai pendekatan, metode, dan model
pembelajaran menjadi tantangan tersendiri, jika tidak disikapi secara arif. Hadirnya pendekatan
kontekstual, kurikulum merdeka, dan pembelajaran mendalam juga menjadi tantangan
tersendiri dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Oleh karena itu, mengembalikan
pembelajaran bahasa Indonesia sebagai sarana berkomunikasi dan sebagai sarana berpikir perlu
selalu diupayakan. Tujuan pembelajaran agar siswa mampu berbahasa Indonesia sebagai
sarana berkomunikasi secara nyata perlu diupayakan dengan mengedepankan proses
berbahasa, bukan menghafalkan berbagai teori teks dan kaidah kebahasaannya. Siswa perlu
dilatih menulis, berbicara, menyimak dan memirsa, serta membaca secara bertahap. Siswa
diajak dan dilatih berpikir dalam berbahasa secara bertahap, bukan mementingkan hasil.
Model-model pembelajaran yang cenderung mementingkan aspek sintak dalam pembelajaran
perlu dikurangi dan digantikan dengan pembelajaran yang berbasis proses. Untuk itu, penilaian
proses (asessment for learning) menjadi hal yang sangat penting

