ANALISIS STRUKTUR NARATIF KAKAWIN SIDDHARTHAYANA

Authors

  • I Gusti Putu Weda Adi Wangsa Program Studi Sastra Jawa Kuno, Universitas Udayana
  • I Made Suastika Program Studi Sastra Jawa Kuno, Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.59672/stilistika.v14i2.6133

Keywords:

Kakawin Siddharthayana, Struktur Naratif, Mahakavya

Abstract

Penelitian ini mengkaji struktur naratif dari Kakawin Siddharthayana. Kakawin Siddharthayana merupakan salah satu karya sastra berbahasa Jawa Kuno yang masih menggunakan kaidah prosodi kavya dan tercipta di Bali. Sebagai karya sastra yang terlahir di Bali pada abad ke-20 maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur naratif yang terkandung di dalamnya, sehingga manfaat penelitian ini nantinya adalah untuk menambah wawasan mengenai perkembangan sastra kakawin pada periode Bali. Metode dan teknik yang digunakan terbagi dalam tiga tahap kerja. Pengumpulan data menggunakan metode studi pustaka dan simak serta dibantu dengan teknik baca dan catat. Tahap analisis data menggunakan metode deskriptif analisis serta disertai teknik pemilahan dan pemilihan data. Pada tahap ini digunakan Teori Mahakavya sebagai salah satu panduan bagi para penyair di zaman Jawa Kuno. Pada tahap penyajian digunakan teknik formal dan informal. Dari analisis yang telah dilakukan ditemukan bahwa Kakawin Siddharthayana masih mengikuti pedoman yang berasal dari tradisi kavya yang termuat dalam Teori Mahakavya. Satuan-satuan naratif yang ditemukan diikat oleh lima sandhi, serta satuan naratif yang paling menonjol dalam kakawin ini adalah prayana (perjalanan) dan dharmasastra (ajaran).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anandajoti Bhikku. 2021. Lalitavistara the Life of Gautama Buddha.

Cika, I. Wayan. 2006. Kakawin Sabha Parwa: Analisis Filologis. Kuta: Pustaka Larasan.

Creese, Helen. 2013. “The Balinese Kakawin Tradition; A Preliminary Description and Inventory.” Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde / Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia 155(1):45–96. doi:10.1163/22134379-90003880.

Geria, Anak Agung Gde Alit. 2018. “Makna Gaib Dalam Manggala Kakawin.” Pp. 37–52 in Prabhajnana: Kajian Pustaka Lontar Universitas Udayana. Denpasar: Swasta Nulus.

Hadi Wijaya Halim, and Andika Febrianto. 2025. “Pendekatan Buddhis Terhadap Māra : Dampak Nafsu, Kebencian, Dan Delusi Dalam Hubungan Interpersonal.” Dhammavicaya : Jurnal Pengkajian Dhamma 8(2):99–110. doi:10.47861/dhammavicaya.v8i2.1637.

Putra, Dwi Mahendra. 2019. “Kakawin Bali Sabha Langö: Sebuah Karya Konvensi Dan Inovasi.” Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara 9(1):127. doi:10.37014/jumantara.v9i1.236.

Putra, I. N. 2011. “Mungkinkah Menganggap Akhir Abad Ke-20 Sastra Bali Memasuki Sebuah Era Keemasan?” Jurnal Kajian Bali 1(2):159–85. https://ojs.unud.ac.id/index.php/kajianbali/article/download/15620/10413/.

Suarka, I. Nyoman. 2012. Telaah Sastra Kakawin. Edisi Kedu. edited by S. Trisila. Denpasar: Pustaka Larasan.

Suastika, I. Made. 2006. Estetika Kreativitas Penulisan Sastra Dan Nilai Budaya Bali. Denpasar: Program Studi Magister S2 dan S3 Kajian Budaya Jurusan Sastra Daerah Fakultas Sastra Universitas Udayana.

Wiryamartana, I. Kuntara. 2014. Sraddha-Jalan Mulia. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.

Zoetmulder, P. .. 1985. Kalangwan: Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang. Jakarta Selatan: Penerbit Djambatan.

Downloads

Published

2026-05-29

How to Cite

Wangsa, I. G. P. W. A., & Suastika, I. M. (2026). ANALISIS STRUKTUR NARATIF KAKAWIN SIDDHARTHAYANA. Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Seni, 14(2), 151–162. https://doi.org/10.59672/stilistika.v14i2.6133