PASIF AKSIDENTAL DALAM BAHASA BATAK PAKPAK (BBP): KAJIAN X-BAR

Authors

  • Elvi Jesica Berutu Universitas Sumatera Utara
  • Mulyadi Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.59672/stilistika.v14i2.5794

Keywords:

Pasif Aksidental, Bahasa Batak Pakpak, Afiksasi Verbal, Teori X-Bar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan bentuk morfologis, distribusi argumen, dan struktur sintaktis konstruksi pasif aksidental dalam bahasa Batak Pakpak dengan menggunakan kerangka teori X-bar. Pasif aksidental merujuk pada konstruksi yang menyatakan peristiwa tidak disengaja, tiba-tiba, dan di luar kendali yang dialami oleh subjek. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan teknik elisitasi dengan penutur asli bahasa Batak Pakpak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi penanda morfologis serta menganalisis perilaku sintaktisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasif aksidental dalam bahasa Batak Pakpak ditandai oleh tiga bentuk utama, yaitu prefiks ter-, serta konfiks ter-/-ken dan ter-/-i. Ketiga penanda tersebut secara konsisten menghasilkan predikat bermakna involuntatif, menghilangkan agen eksternal, dan mempromosikan pasien atau pengalam ke posisi subjek. Analisis X-bar menunjukkan afiksasi verbal berperan sebagai pemicu utama perubahan struktur argumen, sementara mekanisme sintaktis seperti perpindahan argumen dan penataan hierarki klausa merealisasikan perubahan tersebut secara formal. Selain itu, masing-masing penanda menunjukkan kecenderungan semantis berbeda, dengan ter- sebagai bentuk paling produktif, ter-/-ken berkaitan dengan peristiwa fisik tidak sengaja, dan ter-/-i menandai kejadian yang menimpa pengalam. Temuan ini memperkaya kajian morfosintaksis bahasa Batak Pakpak dan mendukung pandangan tipologis bahwa pasif aksidental dalam bahasa-bahasa Austronesia umumnya dibentuk melalui interaksi antara morfologi verbal dan struktur sintaktis.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Åfarli, T. A. (2006). Passive and argument structure. In S. Miriam & T. R. Shopen (Eds.), Clause structure in cross-linguistic perspective (pp. xx–xx). Oxford University Press.

Ahmed, T. (2022). On the nature of passives in generative grammar. Journal of Linguistic Research, 45(2), 123–145.

Alwi, H., Dardjowidjojo, S., Lapoliwa, H., & Moeliono, A. M. (2017). Tata bahasa baku bahasa Indonesia (4th ed.). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Azizah, N., Fitriani, S., & Hakim, L. (2021). Passive constructions in Sasak: A morphosyntactic analysis. Journal of Austronesian Linguistics, 12(1), 55–72.

Cartier, A. (1979). A grammar of the Batak languages. Pacific Linguistics.

Celikkanat, S., Demirci, H., & Öztürk, B. (2020). Passive constructions and subject properties in Turkish. Linguistic Inquiry, 51(3), 567–589.

Chafe, W. (1970). Meaning and the structure of language. University of Chicago Press.

Chomsky, N. (2002). On nature and language. Cambridge University Press.

Chung, S. (1976). An object-creating rule in Bahasa Indonesia. Linguistic Inquiry, 7(1), 41–87.

Claudia, A., & Bogdan, S. (2024). Subject demotion in passive clauses: A cross-linguistic perspective. Studies in Language, 48(1), 77–101.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage.

Crowley, T. (2007). Field linguistics: A beginner's guide. Oxford University Press.

Dixon, R. M. W. (1994). Ergativity. Cambridge University Press.

Dixon, R. M. W. (2012). Basic linguistic theory (Vol. 3). Oxford University Press.

Grillo, N., Alexiadou, A., & Roberts, I. (2019). Passive voice and the interpretation of subjects. Linguistic Variation, 19(2),

Hanafi, A. (2013). Passive adversative and involuntary events in Indonesian languages. Jurnal Linguistik Indonesia, 31(2), 111–125.

Hanafi, A. (2021). Sistem pemasifan dalam bahasa Sasak: Kajian morfosintaksis. Jurnal Bahasa dan Linguistik Nusantara, 5(1), 67–84.

Haspelmath, M. (2010). Comparative concepts and descriptive categories. Language, 86(3), 663–687.

Jauhari, E. (2020). Pasif aksidental dalam bahasa Jawa: Kajian tata bahasa leksikal-fungsional. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Linguistik, 10(2), 101–115.

Keenan, E. L., & Dryer, M. S. (2007). Passive in the world’s languages. In T. Shopen (Ed.), Language typology and syntactic description (2nd ed., pp. 325–361). Cambridge University Press.

Lubis, R., & Mulyadi. (2020). Passive constructions in Angkola Batak: A morphosyntactic study. Jurnal Kajian Linguistik, 8(1), 45–60.

Matthewson, L. (2004). On the methodology of semantic fieldwork. International Journal of American Linguistics, 70(4), 369–415.

Mulyadi. (2010). Morfosintaksis bahasa Batak: Suatu kajian formal. Jurnal Linguistik Indonesia, 28(2), 141–158.

Nasution, M. F., & Mulyadi. (2022). Struktur kalimat pasif dalam bahasa Indonesia: Analisis sintaksis. Jurnal Linguistik Terapan, 8(1), 45–59.

Radford, A. (2009). Analyzing English sentences: A minimalist approach. Cambridge University Press.

Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa. Sanata Dharma University Press.

Ura, H. (2000). Checking theory and grammatical functions in universal grammar. Oxford University Press.

Downloads

Published

2026-06-03

How to Cite

Berutu, E. J., & Mulyadi. (2026). PASIF AKSIDENTAL DALAM BAHASA BATAK PAKPAK (BBP): KAJIAN X-BAR. Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Seni, 14(2), 130–140. https://doi.org/10.59672/stilistika.v14i2.5794