ANALISIS GAYA BAHASA DALAM ANTOLOGI CERPEN DAERAH BARU KARYA GDE ARYANTHA SOETHAMA

Authors

  • Gede Sidi Artajaya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Keywords:

Analisis, Gaya Bahasa, Cerpen

Abstract

Abstrak

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan penggunaan jenis majas yang dipakai pengarang dan majas yang dominan muncul dalam cerpen. Metode yang dipergunakan adalah deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah penggunaan gaya bahasa dalam antologi cerpen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antologi cerpen Daerah Baru karya Gde Aryantha Soethama terdapat empat klasifikasi besar majas, yaitu perbandingan, sindiran, pertentangan, dan penegasan. Pada masing-masing klasifikasi terdapat jenis majas alegori, asosiasi, analogi, simile, simbolik, metafora, sinestesia, metonimia, litotes, hiperbola, personifikasi, dan pars pro toto (majas perbandingan). Selain itu, terdapat majas sarkasme dan sinisme (majas sindiran). Majas yang lainnya adalah repetisi, pleonasme, klimkas, dan antiklimkas (majas penegasan). Terdapat juga majas antitesis dan paradoks (majas pertentangan). Penggunaan majas didominasi oleh bentuk gaya bahasa perbandingan, seperti hiperbola, metafora, dan personifikasi. Gaya bahasa yang  paling banyak digunakan adalah gaya bahasa hiperbola.

 

Abstract

The research objective is to describe the use of the language style used by the author in writing his work and the dominant language style that appears in the short story. The method used is descriptive qualitative. The results of this study indicate that the short-story anthology Daerah Baru by Gde Aryantha Soethama contains four major classifications of figure of speech, namely comparison, satire, contradiction, and affirmation. In each classification there are types of allegory, association, analogy, simile, symbolic, metaphor, synesthesia, metonymy, lithotes, hyperbole, personification, and pro toto pars (comparative figure). In addition, there are figures of sarcasm and cynicism (satire figure). Other figures of speech are repetition, pleonasme, climax, and anti-climax (affirmation figure). There are also antithesis and paradox figures (contradiction figures). The use of figure of speech is dominated by forms of comparative language style, such as hyperbole, metaphor, and personification. The language style that is most widely used is the hyperbole style.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amalia, Novit Rihi. 2010. Analisis Gaya Bahasa dan Nilai Pendidikan Novel sang Pemimpi Karya Andrea Hirata. Skripsi. Surakarta. UMS Chaer.

Astri Aprillia. (2012). Macam-Macam Gaya Bahasa. Dalam http://astriaprillia.blogspot.com /2012/08/macam-macam-gaya-bahasa.html diakses pada 4 Januari 2021.

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Fitriani, Jessika. 2006. Penggunaan Diksi dan Gaya Bahasa pada Wacana Iklan Tabloid Gaul Edisi 4-8 bulan Februari -Maret 2010. Skripsi. Surakarta : UNS.

Gorys, Keraf. (1988). Diksi dan Gaya Bahasa (Cetakan Ke-5). Jakarta: Gramedia Pustaka.

Herlina, Eli. 2007. Gaya Bahasa Sarkasme Pada Tuturan Remaja (suatu Tinjauan Sosiolinguistik). Skripsi: UMS.

Karmini, Ni Nyoman. 2011. Teori Pengkajian Prosa Fiksi dan Drama. Denpasar : Pustaka Larsan.

Keraf, Gorys. 2004. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Mahsun. 2007. Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Poerwadarminta, W.J.S. (1984). Bahasa Indonesia Untuk Karang Mengarang. Yogyakarta:U.P. Indonesia.

Pradopo, Rachmat, Djoko. 1997. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Press. Sudiman, Andi. 2011. Majas. http:atau atau id.andisudiman.org.majas, diakses tanggal 16 Februari 2021.

Rodiyah dkk, 2011. Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Gosyen Publising.

Semi, Atar. 1993. Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya.

Sumarlam, dkk. 2009. Teori dan Praktik Analisis Wacana. Surakarta: Pustaka Cakra.

Zee. (2013). Jenis-jenis Majas dan Contohnya (Bahasa Indonesia). Dalam http://ziizanuraz.blogspot.com/2013/02/jenis-jenis majas-dan-contohnya-bahasa.html diakses pada 3 Januari 20.

Published

2021-05-31