TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM NOVEL HARMONY DALAM TANDA TANYA (?) KARYA MELVY YENDRA & ANDRIYATI

Authors

  • Wadu Suryani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dwijendra
  • I Ketut Suar Adnyana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dwijendra

Keywords:

Tindak Tutur, Direktif

Abstract

Abstrak

Penelitian ini merupakan  penelitian kualitatif. Kajian difokuskan pada tindak tutur direktif dalam  novel Harmony dalam Tanda Tanya (?) karya Melvy Yendra dan Andriyati. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif dalam  novel Harmony Dalam Tanda Tanya (?) Karya Melvy Yendra & Andriyati. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan pragmatik. Sumber data penelitian ini adalah novel Harmony Dalam Tanda Tanya(?)Karya Melvy Yendra & Andriyati. Data penelitiannya adalah data tulis berupa data percakapan antartokoh yang mengandung tindak tutur direktif. Data digali dengan metode catat dan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasar pada hasil kajian dapat ditentukan bahwa bentuk tindak tutur direktif yang terdapat pada novel tersebut adalah  bentuk perintah, saran, permintaan, larangan, pemberian izin, bertanya dan undangan.

 

Abstract

This research is a qualitative research. This research is focused on the form of directive  in the novel Harmon dalam Tanda Tanya (?) by Melvy Yendra and Andriyati. The purpose of the study is , to describe the form of directive in the novel "Harmony In Tanda Tanya (?)"by  Melvy Yendra & Andriyati. The approach used in this research is pragmatic approach. The source of the data is the novel "Harmony dalam Tanda Tanya (?)" by of Melvy Yendra & Andriyati. The research data is written data in the form of conversation between characters that contain directive speech. Data were excavated by using note method and analyzed by using qualitative descriptive method.Based on the results of the study it can be determined that directive forms in the novel are a form of command, question, request, prohibition, consent, and advice.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adnyana, I Ketut Suar, Made Suwendi, Dayu Novita Yogan Dewi. (2018). “Dominasi Laki-laki pada Masyarakat Matrilineal Suku Tetun, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur Berdasar pada Penggunaan Bahasa”. Prosiding Seminar Nasional Menggali Pengalaman Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Pendidikan Ganesha. Singaraja 20-21September 2018. Halaman 40- 50.

Adnyana, I. Ketut Suar. 2018. “Variasi Linguistik Bahasa Tetun Dialek Fehan: Sebuah Kajian Awal”. Linguistik Indonesia, February 2018, 93-102 .Volume ke-36, No. 1. ISSN cetak 0215-4846; ISSN online 2580-2429

Allan, Keith. 1986. Linguistic Meaning (volume two). London: Routledge &Kegan Paul plc.

Ardianto. 2013.Litera. Volume 12. Nomor . Halaman 11.

Fairclough, N. 1989. Language and Power. London and New York: Longman.

Fairclough, N. 1992. Discourse and Social Change. Cambridge: Polite Press

Fairclough, N. 1995. Critical Discourse Analysis: The Study of Language. London and New York: Longman.

Goffman.1981. Form of Talk. Philadelphia: University of Pennsylvania Press.

Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Muhartoyo, Keilly Kritani. 2013. Humaniora. Vol 4. Halaman 950.

Purwo, Bambang Kuswanti. 1990. Pragmatik dan Pengajaran Bahasa. Yogyakarta: Kanisius.

Scollon, R, Scollon, Suzanne Wong. Intercultural Communication. Massachusetts: Blackwell Publishers.

Spencer, H and Oatey. 2001. Culturally Speaking: Managing Rapport through Talk across Culture.

Wouk, Fay. 2006. Strategies of Apologizing in Lombok Indonesia dalam Journal of Politeness Research Vol. 2, 277-311.

Published

2021-05-31