Tantangan Pembelajaran IPS dalam Menghadapi Disinformasi Visual di Era Deepfake
Challenges of Social Studies Education in Addressing Visual Disinformation in the Deepfake Era
DOI:
https://doi.org/10.59672/nirwasita.v7i2.7150Keywords:
Deepfake, Disinformasi Visual, Pembelajaran IPS, Literasi Digital, Berpikir KritisAbstract
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi. Namun, kemajuan tersebut juga memunculkan tantangan baru berupa disinformasi visual melalui teknologi deepfake yang semakin sulit dikenali. Kondisi ini menjadi perhatian penting, terutama bagi siswa sebagai generasi yang sangat dekat dengan media digital dan rentan terhadap penyebaran informasi yang tidak akurat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan pembelajaran IPS dalam menghadapi disinformasi visual di era deepfake serta mengidentifikasi peran dan strategi pembelajaran yang dapat diterapkan untuk membantu siswa mengembangkan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur (literature review) melalui pengkajian berbagai jurnal ilmiah, artikel akademik, dan dokumen institusional yang relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa deepfake menjadi tantangan baru dalam dunia pendidikan karena dapat memengaruhi cara siswa memahami informasi, membentuk persepsi yang keliru, serta melemahkan kemampuan berpikir kritis jika tidak disikapi secara tepat. Dalam konteks tersebut, pembelajaran IPS memiliki peran strategis dalam membantu siswa memahami fenomena sosial di era digital melalui pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada penguatan literasi digital.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bhaskara Putu Esha Indhu, Amelia Purnama Sari I Gusti Ayu , Sri Yoga Donia Widiantari Ni Komang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




