Relasi Kurikulum dan Kekuasaan Politik: Analisis Kritis Kurikulum 1964 di Indonesia
The Relation Between Curriculum and Political Power: A Critical Analysis of the 1964 Curriculum in Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.59672/nirwasita.v7i2.6549Keywords:
Kurikulum 1964, Demokrasi Terpimpin, Pancawardhana, Aparatus Ideologi, Resistensi IntelektualAbstract
Kajian ini menganalisis relasi kritis antara desain kurikulum dan otoritas politik, dengan fokus pada instrumentalisasi Kurikulum 1964 pada era Demokrasi Terpimpin di Indonesia. Secara historis, kajian mengenai kurikulum ini didominasi oleh narasi deskriptif. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan yang dipadukan dengan analisis konten kritis, studi ini mengkaji bagaimana rezim mengintegrasikan ideologinya ke dalam sistem pendidikan. Melalui pembingkaian analisis menggunakan lensa kritis Michael Apple, Louis Althusser, Paulo Freire, dan Henry Giroux, temuan penelitian menunjukkan bahwa kurikulum tersebut ditransformasikan dari sebuah kerangka pedagogis menjadi teknologi politik yang bertujuan untuk mengamankan hegemoni penguasa melalui ketetapan negara dan program indoktrinasi. Konsekuensinya, potensi holistik dari sistem Pancawardhana tereduksi menjadi aparatus ideologis. Pada akhirnya, kajian ini membuktikan bahwa kerentanan kurikulum bersumber dari ketergantungan strukturalnya pada kekuasaan politik yang bersifat sementara, alih-alih pada fondasi pedagogis yang otonom.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mursyid Habib, Zulkarnain

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




