Somba Opu: Memori Bandar Niaga dan Identitas Sejarah Makassar Somba Opu: Memory of a Trading Port and Makassar Historical Identity

Somba Opu: Memory of a Trading Port and Makassar Historical Identity

Authors

  • Ainiyah putri syafima UNM

DOI:

https://doi.org/10.59672/nirwasita.v7i2.6472

Keywords:

Somba Opu, Identitas Sejarah, Makassar, Bandar Niaga

Abstract

Abstrak. Artikel ini mengkaji Somba Opu sebagai memori bandar niaga yang membentuk identitas sejarah Makassar. Masalah pokok yang dibahas ialah bagaimana kawasan Somba Opu, yang pernah menjadi pusat pemerintahan, benteng pertahanan, dan pelabuhan kosmopolitan Kerajaan Gowa-Tallo, terus dimaknai sebagai sumber identitas maritim, politik, dan budaya pada masa kini. Kajian ini penting karena Somba Opu bukan hanya menyimpan sisa struktur benteng, tetapi juga merekam pengalaman perdagangan internasional, pelabuhan bebas, perang, rekonstruksi arkeologis, dan pemanfaatan wisata sejarah. Penelitian menggunakan metode sejarah melalui heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan pendekatan memori kolektif dan identitas tempat. Hasil kajian menunjukkan bahwa Somba Opu merepresentasikan identitas Makassar sebagai kota maritim, terbuka, kosmopolitan, memiliki daya tahan politik, dan berpotensi menjadi ruang edukasi sejarah lintas disiplin. Penguatan identitas tersebut memerlukan perlindungan zonasi, interpretasi publik, pengelolaan lanskap, kebersihan kawasan, dan keterlibatan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-09-25

How to Cite

putri syafima, A. (2026). Somba Opu: Memori Bandar Niaga dan Identitas Sejarah Makassar Somba Opu: Memory of a Trading Port and Makassar Historical Identity: Somba Opu: Memory of a Trading Port and Makassar Historical Identity. Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Ilmu Sosial, 7(2), 144–156. https://doi.org/10.59672/nirwasita.v7i2.6472