Revitalisasi Warisan Leluhur Melalui Pembelajaran Sejarah Lokal Berbasis Teknologi Digital

Revitalising Ancestral Heritage Through Digital Technology-Based Local History Learning

Authors

  • Muhammad Aiman Azhar Universitas Diponegoro

DOI:

https://doi.org/10.59672/nirwasita.v7i1.6249

Keywords:

Komik AR, La Galigo, Pembelajaran, Revitalisasi

Abstract

Era globalisasi telah mempercepat pergeseran nilai budaya dan melemahkan keterikatan generasi muda terhadap sejarah lokal dan warisan budaya, termasuk La Galigo. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi Komik Digital Augmented Reality (AR) sebagai media inovatif dalam revitalisasi La Galigo agar tetap relevan dengan konteks generasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, memanfaatkan studi pustaka dan analisis konten. Hasil kajian menunjukkan bahwa komik AR mampu menghadirkan pengalaman belajar imersif melalui penggabungan teks, visual, audio, dan interaksi digital, sehingga memudahkan siswa memahami sekaligus menghayati nilai-nilai budaya dan konservasi lingkungan yang terkandung dalam La Galigo. Kendala utama meliputi perbedaan kemampuan persepsi informasi antar siswa, keterbatasan akses perangkat digital, serta keterampilan guru yang masih rendah dalam mengintegrasikan teknologi ke pembelajaran. Solusi yang diusulkan mencakup model pembelajaran adaptif, pelatihan guru, dan strategi penggunaan perangkat secara bergiliran di sekolah. Studi ini menyimpulkan bahwa komik AR tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran yang menarik, tetapi juga sebagai sarana strategis untuk membangun kesadaran budaya dan ekologis generasi muda melalui revitalisasi sejarah lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-03-19

How to Cite

Muhammad Aiman Azhar. (2026). Revitalisasi Warisan Leluhur Melalui Pembelajaran Sejarah Lokal Berbasis Teknologi Digital: Revitalising Ancestral Heritage Through Digital Technology-Based Local History Learning. Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Ilmu Sosial, 7(1), 44–52. https://doi.org/10.59672/nirwasita.v7i1.6249