Historiaksi 4.0 Membawa Cerita Rakyat ke Era Digital Pembelajaran Sejarah Lokal untuk Siswa SD
Historiaksi 4.0 Brings Folklore into the Digital Age: Local History Learning for Elementary School Students
DOI:
https://doi.org/10.59672/nirwasita.v7i1.6246Keywords:
Historiaksi, Cerita Rakyat Lokal, Pembelajaran Sejarah, Digital Storytelling, Pelajar PancasilaAbstract
Di tengah ledakan teknologi dan gempuran budaya luar, pelajaran sejarah di sekolah dasar masih bergantung pada hafalan dan buku paket. Meskipun demikian, sejarah dapat bertahan dan memiliki makna jika di tanamkan dalam cerita yang dekat dengan siswa. Dalam artikel ini, model historiaksi juga dikenal sebagai ”sejarah dalam tindakan” yang diajukan sebagai pendekatan inovatif yang menggabungkan cerita rakyat lokal, cerita digital, dan kurikulum karakter. Penulis menilai efektivitas Historiaksi sebagai penghubung antara identitas budaya dan keterampilan abad ke-21 dengan menggunakan metode systematic Literature Review (SLR) dan pendekatan deskriptif kualitatif. Kajian menunjukkan bahwa siswa lebih terlibat secara aktif, memahami konteks sejarah lokal, dan mampu merefleksikan nilai-nilai budaya leluhur mereka. Historiaksi tidak hanya memberikan pengetahuan tentang sejarah, tetapi juga menghidupkan sejarah. Mengingat profil Pelajar Pancasila dan semangat History Without Borders, inovasi ini layak diterapkan secara nasional untuk pembelajaran sejarah masa depan.




