Negarakertagama : Kisah Keagungan Kerajaan Majapahit

Authors

  • Dewa Made Alit Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia
  • I Nyoman Bayu Pramartha Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia
  • Gabriel Sandri Susanto Lewa Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia
  • I Made Darmada Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia
  • Ida Ayu Putu Sri Udiyani Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59672/nirwasita.v3i1.1820

Keywords:

Negarakertagama

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa Prapanca menggubah Negarakertagama dalam bentuk puja sastra dan bagaimana puja sastra tersebut tersurat dalam Negarakertagama. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah, sehingga akan mengikuti prosedur kerja sejarah yakni heuristic, kritik, interpretasi dan historiografi. Data dikumpulkan mealui studi pustaka. Sumber data yang utama dalam penelitian ini adalah Negarakertagama yang telah diterjemahkan oleh Slamet Mulyana yang termuat dalam Negarakertagama dan tafsir Sejarahnya ditambah dengan sumber sumber lain yang relevan. Data yang sudah terkumpul kemudian dikritik dengan kritik ekstern dan intern untuk mendapatkan fakta. Fakta kemudian diinterpretasikan, dihubung-hubungkan satu dengan yang lainnya yang kemudian dituangkan dalam bentuk cerita sejarah. Hasil analisis data menunjukan bahwa masyarakat Majapahit terstruktur dalam empat kasta atau sering juga disebut catur warna yakni brahmana, kesatria, wesya dan sudra. Prapanca masuk dalam golongan brahmana. Kaum brahmana bertugas dalam bidang keagamaan, pujangga yang juga masuk elite agama bertugas menyusun sastra yang ditujukan untuk menambah keagungan raja, kejayaan raja dan kerajaannya. Negarakertagama merupakan karya sastra dimana sastra merupakan sarana untuk memuja kebesaran seorang raja. Tidak mengherankan bila Prapanca dari awal gubahannya sudah menyampaikan bahwa ada dorongan rasa cinta bakti kepada raja, walaupun menurut Prapanca ia tidak semahir pujangga-pujangga lainnya dalam menggubah kekawin. Bait-bait yang digubah oleh Prapanca penuh dengan pujian di dalamnya tidak ada lagi tempat tanpa pujian akan keagungan, keluhuran, kebesaran, kebijaksanaan, yang ditunjukan oleh sifat-sifat para dewa, istananya, luas wilayah kekuasannya, asal usulnya dan kebaktian rakyat terhadap raja Hayam Wuruk. Bahkan pada bagian akhir Prapanca berharap barang siapa mendengar kisah raja, tak puas hatinya, bertambah baktinya, menjauhkan diri dari tindak durhaka.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2022-04-05

How to Cite

Dewa Made Alit, I Nyoman Bayu Pramartha, Gabriel Sandri Susanto Lewa, I Made Darmada, & Ida Ayu Putu Sri Udiyani. (2022). Negarakertagama : Kisah Keagungan Kerajaan Majapahit. Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Ilmu Sosial, 3(1), 31-42. https://doi.org/10.59672/nirwasita.v3i1.1820

Issue

Section

Articles