https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/issue/feed Widyadharma: Prosiding Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik 2022-10-03T06:52:58+00:00 Open Journal Systems <p>Widyadharma adalah sebuah istilah yang merujuk pada pengertian widya diartikan sebagai ilmu pengetahuan dan dharma diartikan sebagai kewajiban atau kebenaran. Widya Dharma diartikan sebagai proses dalam menyampaikan, menuangkan, menggambarkan dan menjabarkan tentang kewajiban atau kebenaran dari ilmu pengetahuan. Pelaksanaan dari Widya Dharma dapat berupa pertemuan-pertemuan ilmiah yang dikemas dalam Seminar, Webinar, Sarasehan, dan Loka Karya. Atau dengan kata lain adanya pertemuan antara penyebar ilmu pengetahuan dan penerima ilmu pengetahuan.</p> <p>Widya Dharma yang dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Sendratasik adalah dalam bentuk Webinar Nasional yang mengundang beberapa akademisi dari perguruan tinggi luar sebagai narasumber dipadukan juga dengan akademisi dari program studi Pendidikan Sendratasik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Sesuai tema tersebut di atas, materi yang disampaikan, dijabarkan dan dituangkan adalah inovasi yang telah dilakukan atau konsep inovasi yang akan dilakukan dalam pembelajaran seni Drama Tari dan Musik baik di tingkat SMA/SMK atau di Perguruan Tinggi yang memeiliki mata kuliah seni Drama Tari dan Musik.</p> <p>Inovasi memberikan pengertian pengembangan atau perubahan yang bisa saja terjadi pada perubahan atau pengembangan terhadap sistem, metode, materi, startegi dan lainnya dalam sebuah proses pembelajaran dengan tujuan peserta didik lebih cepat memahami, mengerti dan selanjutnya mempraktikan dari ilmu pengetahuan yang telah diterimanya. Kata bijak yanhg sering didengar adalah Tanpa Inovasi kitan tidak akan berkembang dan dengan Inovasi kita bisa meraih semua mimpi.</p> https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2065 INOVASI PEMBELAJARAN MUSIK MENUJU PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENGALAMAN MUSIKAL 2022-07-26T06:52:52+00:00 Suwarta Zebua suwarta_z@uny.ac.id <p>Inti&nbsp; pembelajaran&nbsp; musik&nbsp; adalah&nbsp; pengalaman&nbsp; akan&nbsp; bunyi&nbsp; musik&nbsp; itu&nbsp; sendiri.&nbsp; Pengalaman&nbsp; musikal didapatkan&nbsp; melalui&nbsp; mendengarkan,&nbsp; bernyanyi,&nbsp; bermain&nbsp; alat&nbsp; musik,&nbsp; berkreasi,&nbsp; dan&nbsp; merespons&nbsp; musik yang melibatkan intelektual, emosi, dan kinestetik peserta didik. Oleh karena itu, seluruh upaya&nbsp; inovasi yang&nbsp; dilakukan&nbsp; bertujuan&nbsp; untuk&nbsp; menumbuhkan&nbsp; dan&nbsp;&nbsp;&nbsp; mengembangkan&nbsp; pembelajaran musik yang&nbsp; menantang,&nbsp; menyenangkan,&nbsp; dan&nbsp; menggairahkan&nbsp; peserta&nbsp; didik&nbsp; melalui&nbsp; sumber&nbsp; belajar&nbsp; yang dialami&nbsp; dalam&nbsp; proses&nbsp; pembelajaran.&nbsp; Upaya&nbsp; inovasi&nbsp; pembelajaran&nbsp; yang&nbsp; berbasis&nbsp; pada&nbsp; rasa&nbsp; musikal perlu&nbsp; dilakukan&nbsp; agar&nbsp; keberhasilan&nbsp; peserta&nbsp; didik&nbsp; dalam&nbsp; ranah&nbsp; pengetahuan, afektif, dan psikomotor dapat tercapai.&nbsp;</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2069 APRESIASI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI ANSAMBEL MUSIK 2022-07-27T05:40:22+00:00 Francisca Xaveria Diah Kristianingsih fxaveria_diahk@uny.ac.id <p>Ansambel musik sebagai salah satu cara mengimplementasikan ketercapaian sebuah proses pelaksanaan pembelajaran seni. Kegiatan ansambel musik ini dilakukan pada sebuah Sekolah Dasar di Yogyakarta. Keunikan Sekolah Dasar yang jelas terlihat adalah siswa tidak menggunakan seragam sekolah. Dasar keunikan inilah yang menjadi bahan ketertarikan untuk melihat bagaimana apresiasi siswa dalam praktek bermusik terutama bermain musik dengan hati. Kegiatan ini diadakan secara khusus yang disebut HOB (Hari Orangtua Berbagi), dimana kegiatan rutin diadakan oleh sekolah setiap tahun pada bulan Desember. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, penulis yang dibantu oleh dua orang mahasiswa merancang proses kegiatan ansambel musik. Mulai dari observasi kesiapan siswa dan peralatan musik yang ada, mengarasemen lagu sampai mempersiapkan pementasan. Metode ceramah menjadi bagian dari strategi pembelajaran. Media <em>flowchart</em> digunakan agar siswa dapat menyimak langsung bagiannya masing-masing dan diajarkan secara keseluruhan secara bersama, sementara dengan partitur individu, metode demontrasi untuk masing-masing alat musik menjadi hal yang utama sebelum dimainkan bersama secara keseluruhan. Proses kegiatan ansambel musik ini berjalan lancar dan baik. Sambutan baik orangtua wali, siswa lainnya dan terutama pihak sekolah menginginkan kegiatan ini berkelanjutan. Sekolah dan orangtua dapat melihat hasil dari sebuah pembelajaran seni, terutama ketika siswa ini pentas di pendopo dan berapresiasi terhadap permainan musiknya sendiri. &nbsp;</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2070 EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL DALAM MEMAINKAN ALAT MUSIK TRADISIONAL SULING BALI 2022-07-27T05:56:33+00:00 Made Imbang Duta Mahardika dutamahardikaa16@gmail.com Putu Ayu Celin Amanda celinamanda1@gmail.com Rizky Dian Arhaman Rizkyda22@gmail.com <p>Metode pembelajaran sangat penting bagi guru dalam mengajar, metode pembelajaran disiapkan untuk memudahkan guru dalam menyampaikan materi di kelas. Setiap guru memiliki cara atau metode sendiri untuk memberikan pelajaran di kelas namun memiliki satu tujuan bersama, yaitu bagaimana siswa mampu memahami materi yang diajarkan. Tetapi ada beberapa guru yang menggunakan metode yang tidak sesuai pada siswa yang menyebabkan kurangnya pemahaman tentang materi yang diajarkan. Pemilihan metode yang tepat sangat lah berpengaruh pada proses pembelajaran baik itu mempermudah guru dalam mengajar serta mempermudah siswa dalam memahami materi. Metode pembelajaran yakni suatu proses atau cara penyampaian materi pendidikan oleh tenaga pendidik kepada peserta didik yang dilaksanakan secara sistematis, bertahap dan teratur. Metode pembelajaran audio visual sangatlah efektif dalam menunjang suatu pembelajaran dikareakan pembelajaran dengan metode audio visual tidak dipengaruhi ruang dan waktu. Pada artikel ini penulis menjelaskan keefektifan metode pembelajaran audio visual dalam memainkan alat musik tradisional suling bali.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2068 ANALISIS EFEKTIFITAS MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL PADA PENDIDIKAN SENI DI SD 2022-07-27T05:24:21+00:00 Agung Wibowo agung.wibowo191189@gmail.com <p>Media pembelajaran menjadi salah satu sarana penentu teerlaksana proses pembelajaran. Media mampu memvisualisasikan materi secara konkret di dalam pembelajaran. Pendidikan seni memiliki keluasan materi. Guru harus berinovasi menggunakan dan mengembangkan media agar seluruh materi dapat di pahami siswa. Materi lebih dipahami dengan metode kontekstual atau <em>Contextual Teaching and Learning (</em>CTL) dengan memberi pengalaman nyata kepada siswa seperti yang mereka lihat/temukan, rasakan dan mereka alami dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga perlu analisis media pembelajaran pada Pendidikan seni di SD berbasis kontekstual. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif mengkaji berbagai sumber kepustakaan (<em>library research) </em>dan gambaran fakta di lapangan. Maka dari analisis terbukti media pembelajaran berbasis kontekstual atau CTL efektif meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa kelas III pada materi Karya seni rupa SDN 250 Sinar Gading II kecamatan Tabir Selatan Kabupaten Merangin Provinsi Jambi.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2071 LITERASI DIGITAL: INOVASI PEMBELAJARAN SENI TARI DI ERA 4.0 2022-07-27T06:08:51+00:00 Gusti Ayu Made Puspawati ayu.puspa070171@gmail.com Komang David Darmawan daviddarma7plus@gmail.com Heni Komalasari henikom@upi.edu <p>Inovasi pembelajaran sesungguhnya adalah kegiatan pembelajaran yang harus dilaksanakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Abad 21 yang dikenal dengan Revolusi Industri 4.0, ditandai dengan perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi yang sangat cepat, tidak dapat dibendung lagi. Kemajuan teknologi, alat komunikasi dan transportasi yang semakin canggih, sudah dapat dinikmati oleh diseluruh lapisan masyarakat. Penggunaan akan internet, telepon genggam, gadget sudah merubah gaya hidup masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui inovasi pembelajaran seni tari di era 4.0 dengan adanya literasi digital. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi pustaka. Sumber data diperoleh dari buku, jurnal, artikel, dan catatan harian penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa literasi digital memberikan dampak positif terhadap inovasi pembelajaran seni tari di era 4.0. Digitalisasi dilakukan sebagai bentuk pelestarian tari tradisi di era revolusi industry 4.0, menjadikan pembelajaran lebih menarik, menyenangkan, menumbuhkan minat, mengenalkan literasi digital, pengenalan terhadap budaya lain, serta menumbuhkan kreativitas siswa.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2072 PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN TARI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI ERA DISRUPSI 2022-07-27T06:22:03+00:00 Heni Komalasari henikom@upi.edu Mustofa mustofa@upi.edu Gusti Ayu Made Puspawati ayu.puspa070171@gmail.com <p>Pendidikan karakter di era disrupsi saat ini sangatlah penting. pemanfaatan teknologi dalam pendidikan untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran agar peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, Tiga hal dalam kurikulum 2013 sebagai tuntutan kompetensi, literasi dan pengembangan karakter menjadi orientasi dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan tidak mengabaikan tuntutan zaman namun tetap berusaha memperkuat pondasi karakter yang berasal dari akar budaya Indonesia yang kita kenal sebagai kearifan lokal. Perkembangan teknologi telah memberikan perubahan besar dalam implementasi pendidikan, khususnya pendidikan seni tari. Para pendidik harusnya menyadari bahwa era digital saat ini sangat berpengaruh terhdap realita kehidupan, besarnya pengaruh dari teknologi dan informasi terhadap generasi milenial dapat membangun sikap positif dan karakter Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka dan observasi, pengumpulan data melalui buku, artikel dan jurnal yang relevan dengan topik penelitian dan pendistribusian angket kepada guru tentang pembelajaran tari berbasis kearifan lokal. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Ada tiga poin penting yang perlu dibahas, yaitu bagaimana proses pembelajaran yang paling tepat dalam pembelajaran tari di sekolah, cara memilih bahan ajar, dan kearifan lokal sebagai nilai yang akan diperkenalkan kepada siswa dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal juga bermanfaat bagi guru untuk menciptakan alternatif pembelajaran tari dalam membangun karakter, melalui pemanfaatan teknologi yang berkembang di era disrupsi saat ini. Belajar mengacu pada keterampilan abad ke-21. Guru harus mampu menguasai keterampilan informasi dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi saat ini.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2181 INOVASI PEMBELAJARAN SENI DRAMA DENGAN METODE HYBRID LEARNING DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK BANGSA 2022-09-21T00:59:43+00:00 I Ketut Muada muadaketut@gmail.com <p>Pendidikan mempunyai tujuan membentuk insan yang cerdas, juga menciptakan manusia yang berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang bernafaskan nilai-nilai adhiluhur. Untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa, maka pendidikan karakter berinovasi dengan pembelajaran drama melalui teknik/metode pembelajaran <em>Hybrid Learning</em>, sebuah metode model pendidikan yang mengabungkan pembelajaran secara <em>online</em> (<em>daring</em>) dengan mengajar langsung di kelas tatap muka (<em>luring</em>). Pentingnya memahami pembelajaran inovatif dengan metode <em>hybrid learning</em> agar proses pembelajaran berhasil dan mutu pendidikan terus meningkat. Pembelajaran inovasi merupakan proses belajar yang dirancang, dikembangkan dan dikelola dengan kreatif dengan menerapkan berbagai macam-macam pendekatan kearah yang lebih baik, untuk menciptakan suasana proses pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan. Kesimpulanya, metode ini sangat tepat dipakai pada situasi sekarang ini, karena bertujuan agar anak bangsa mempunyai karakter moral, budhi, dan akhlat mulia sehingga terwujud kehidupan bangsa yang bermartabat.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2182 PEMBELAJARAN MENGENAI PERMAINAN TEKNIK GAMBELAN GAMBANG 2022-09-21T01:13:24+00:00 I Gede Banu Rusmana banurusmana36@gmail.com I Ketut Ari Subawa arisubawa06@gmail.com <p>Gamelan gambang diperkirakan telah muncul pada abad ke-9 di Bali. Di Bali tengah dan selatan, gamelan gambang dimainkan pada upacara ngaben (Pitra Yadnya), sementara di Bali timur, gamelan gambang juga dimainkan dalam kaitan upacara odalan di pura-pura (Dewa Yadnya). Gamelan dipergunakan sebagai sarana pengiring upacara, karena esensinya adalah untuk membimbing pikiran umat yang sedang mengikuti prosesi, agar terkonsentrasi pada kesucian, sehingga pada saat persembahyangan pikiran fokus kepada Tuhan. Gamelan gambang berlaras pelog (tujuh nada) dibentuk 6 buah instrument berbilah. Yang paling dominan adalah 4 buah instrumen berbilah bambu. Yang dinamakan gambang, terdiri atas bilah paling kecil ke bilah paling besar (pemetit, penganter, penyelad, pamero, dan pengumbang). Gambelan gambang memakai Teknik gangsa keklenyongan, di dalam instrument pengenter yang berbilah bambu menggunakan Teknik noltol</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2183 MODEL PEMBELAJARAN PBL PADA MATA PELAJARAN SENI TARI DI SMK N JAWA TENGAH KOTA SEMARANG 2022-09-21T01:20:18+00:00 Rimasari Pramesti Putri rimasari2019@mail.unnes.ac.id <p>Model Pembelaran Project Based Learning (PBL) merupakan sebuah strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru seni tari di SMK Negeri Jawa Tengah. Inovasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran perlu di kembangkan agar sesuai dengan tujuan dan capaian pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis model pembelajaran PBL pada mata pelajaran seni tari SMK N Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan <em>art in education. </em>Data diidentifikasi untuk dapat diverifikasi dan disimpulkan. Hasil dari penelitian ini yaitu SMK Negeri Jawa Tengah dalam mengimplementasikan PBL menggunakan Langkah-langkah 1) Start With the Essential Question, 2) Design a Plan for the Project, 3) Create at schedule (4) Monitor the Students and the Progress of the Project (5) Assess the Outcome (6) Evaluate the Experience. Simpulan dari penelitian ini yaitu model pembelajaran PBL dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran seni tari yang mengkolaborasikan kreatifitas guru dalam mengembangkan materi dan kreatifitas siswa dalam membentuk project.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2184 STRATEGI PEMBELAJARAN GONG KEBYAR DI PASRAMAN TERATAI TENGGARONG, KALIMANTAN TIMUR 2022-09-21T01:46:06+00:00 Agus Kastama Putra kastamaputra@yahoo.com <p>Strategi pembelajaran sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran guna tercapainya sebuah materi yang diajarkan. Ada berbagai model dalam proses pembelajaran gamelan <em>gong</em> <em>kebyar</em>.&nbsp; Proses pembelajaran yang sudah biasa dilaksanakan di Bali ialah menggunakan metode <em>meguru panggul</em> dan <em>meguru kuping</em>.&nbsp; Berbeda halnya dengan Pasraman Teratai yang berada di Tenggarong,&nbsp; Kutai Kartanegara, di samping menggunakan metode <em>meguru panggul</em> dan <em>meguru kuping,</em> proses pembelajaran <em>gong</em> <em>kebyar</em> juga menerapkan sistem notasi Kepatihan dalam pengajarannya.&nbsp;</p> <p>Utuk mendapatkan informasi yang mendalam tentang proses pembelajaran dan mendapat data tentang keefisienan penggunaan notasi dalam pengajaran yang dilaksanakan di Pasraman Teratai tersebut, penulis menggunakan metode observasi dalam mengumpulkan data. Dengan adanya tulisan ini diharapkan dapat menambah model pembelajaran ansambel <em>gong</em> <em>kebyar</em>. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa penggunaan notasi Kepatihan dalam proses pembelajaran di Pasraman Teratai Tenggarong dirasa sangat efektif dan efisien. Hal ini tampak pada keberhasilan proses pembelajaran, yakni siswa siswi dapat dengan mudah memaikan pola-pola <em>tabuhan</em> atau permainan dasar instrumen dalam ansambel <em>gong</em> <em>kebyar</em></p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2187 PENERAPAN BLENDED LEARNING PADA MATA KULIAH TEATER 2022-09-21T03:13:00+00:00 I Wayan Sugama sugama@mahadewa.ac.id Trisna Sari trisnasari020299@gmail.com <p>&nbsp;</p> <p>Pembelajaran teater di perguruan tinggi yang memiliki mata kuliah teater, seperti program studi Seni Drama Tari dan Musik, FKIP UPMI peran dosen sangatlah penting, apalagi pada situasi dan kondisi wabah virus covid-19 yang melanda. Dengan peraturan <em>work from home </em>&nbsp;yaitu bekerja dari rumah yang menuntut mahasiswa juga belajar jarak jauh (PJJ), tentunya diperlukan suatu solusi agar perkuliahan tetap berjalan.</p> <p>Berpijak pada permasalahan di atas, yang kebetulan penulis adalah dosen pengampu mata kuliah Teater di Prodi Sendratasik FKIP UPMI, harus menentukan sikap. Tuntutan adanya pertemuan 16 kali, &nbsp;mata kuliah Teater harus menghasilkan mahasiswa yang mampu menampilkan suatu pementasan teater panggung sesuai dengan Capaian Mata Kuliah sehingga Capaian Lulusan Prodi (CPL) juga terpenuhi, yaitu menjadikan alumni sebagai seorang yang mampu bermain, mengajarkan dan membuat pementasan Teater atau sebagai professional dibidang Drama/Teater.</p> <p>Makalah ini merupakan studi kasus dengan metode pengumpulan data observasi, data pustaka, dokumentasi yang kemudian dianalisis untuk mendapatkan jawaban terhadap masalah inovasi pembelajaran teater dalam situasi dan kondisi wabah virus covid-19. Landasan teori yang digunakan adalah pengertian inovasi, pembelajaran ,&nbsp; teater, covid-19.</p> <p>Blended Learning menjadi pilihan model pembelajaran teater menjawab tuntutan di atas sehingga mahasiswa mampu menghasilkan suatu produksi teater dalam bentuk film pendek sebagai tugas&nbsp; akhir semester. &nbsp;</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2188 PENCIPTAAN KARYA SENI TARI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) BERORIENTASI SCIENCE TECHNOLOGY, ENGEENERING, ART, AND MATH (STEAM) SEBAGAI UPAYA MENJAGA EKSISTENSI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT 2022-09-21T07:32:10+00:00 Ni Luh Sustiawati sustiawatiniluh@gmail.com Ni Wayan Mudiasih wyn.mudiasih@gmail.com <p>Indonesia memiliki keanekaragaman budaya maupun kearifan lokal yang telah dimiliki oleh masyarakat. Dibutuhkan upaya untuk menjaga eksistensi kearifan lokal masyarakat, sehingga mampu menjaga jati diri dan mempererat persatuan dan kesatuan. Penciptaan karya seni tari merupakan salah satu langkah yang dapat digunakan sebagai bentuk eksplorasi maupun refleksi kearifan lokal melalui karya garapan seni yang artistik. Dengan demikian tujuan dari penelitia ini adalah untuk menganalisis proses penciptaan karya seni tari melalui model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning (PjBL) dan berorientasi <em>Science, Technology, Engeenering, Art, and Math</em> (STEM). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik deskriptif. Adapun hasil penelitian yang diperoleh yakni&nbsp; untuk menjaga eksistensi kearifan lokal sebagai kearifan yang dimiliki masyarakat dalam menjaga kehidupan sosial dapat dilakukan melalui kegiatan Pembelajaran Berbasis Proyek (<em>Project Based Learning</em> (PjBL) berorientasi pada <em>Science Technology, Engeenering, Art, and</em> <em>Math</em> (STEAM) untuk melibatkan peserta didik pada kegiatan penciptaan karya seni tari yang melibatkan teknologi untuk memfasilitasi peserta didik dalam mencari informasi serta merangkai sebuah produk seni melalui kegiatan ilmiah.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2210 MANAJEMEN SANGGAR SENI TARI DI SEMARANG 2022-09-28T05:16:30+00:00 Muhammad Jazuli jazuli61@mail.unnes.ac.id Lesa Paranti lesa_tari@mail.unnes.ac.id <p>Sebuah&nbsp; organisasi, sanggar seni tari harus memiliki program kerja yang efisien dan efektif. Kualitas produk dan kemampuan menakar nilai manfaat merupakan tuntutan pada era perkembangan teknologi sekarang ini. Penelitian ini bertujuan menemukan sistem manajemen sanggar tari agar dapat digunakan sebagai model atau acuan bagi pengelolaan sanggar tari yang lebih profesional. Objek dan lokasi penelitian adalah Sanggar Tari Greget Semarang Jawa Tengah. Penelitian ini didasarkan pada analisis kualitatif, pendekatan etnokoreologi dan sistem manajemen dengan teori struktural-fungsional. Langkah penelitian meliputi (1) pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen; (2) hasil pengumpulan data dan focus group discustion (FGD), keabsahan data melalui triangulasi sumber dan metode; (3) analisis rancangan model (hipotesis) manajemen sanggar tari. Temuan penelitian ini bahwa manajemen Sanggar tari Greget meliputi: (1) Manajemen organisasi, yaitu berkenaan dengan bentuk organisasi sanggar tari, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART),&nbsp; administrasi yang&nbsp; berisi data-data pengurus, siswa, sarana-prasarana, surat menyurat, dan program kerja; (2) Manajemen produksi, mencakup kegiatan pelatihan, penciptaan dan pementasan karya tari; (3) Manajemen pergelaran, meliputi penyajian karya tari, penari, dan artistik panggung. Kebaruan peneltian ini adalah ketiga jenis manajemen tersebut saling bersinergi secara efektif untuk mewujudkan fungsi dan tujuan yang sesuai misi sanggar tari. Hasil Penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai acuan dan atau model bagi pengelolaan sanggar tari yang lebih efektif dan efisien.</p> <p>&nbsp;</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2211 TARI AMERTHA SRI BUMI ESENSI PENYATUAN UNSUR SIMBOLIK PURUSA DAN PRADANA 2022-09-28T07:17:05+00:00 Anak Agung Gede Agung Rahma Putra agung.rahmaputra@yahoo.com <p>Tari Amertha Sri Bumi merupakan tari kreasi baru oleh Dr. Anak Agung Gede Agung Rahma Putra, S.Sn., M. Sn yang diciptakan pada&nbsp; tahun 2015. Amertha Sri Bumi merupakan sebuah representasi yang diambil dari kata merta yang berarti kesuburan dan kemakmuran . Hasil analisis data menunjukkan bahwa Tari Amertha Sri Bumi sebuah karya tari kreasi baru yang menginterpretasikan tipat dan bantal yang mengangkat esensi dengan mempertemukan kedua unsur simbolik sumber kemakmuran yaitu Purusa dan Pradana melahirkan kesuburan diibaratkan sebagai Dewi Sri yang tak lain adalah Dewi Kesuburan bagi umat hindu. Keduanya dipertemukan sebagai sebuah sanggama rohani melahirkan kesuburan oleh bumi sebagai Ibu Pertiwi. Tari Amerta Sri Bumi merupakan tari kreasi yang melalui suatu proses kreatif. Berbagai gagasan muncul dalam benak penata salah satunya bersumber dari atraksi budaya yaitu Aci Rah Pengangon atau Perang Tipat Bantal yang ada di Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Proses kreatif penciptaan tari kreasi Amertha Sri Bumi menggunakan metode Langon yang bersumber dari Lontar Purwadigama yang menyatakan bahwa terdapat tiga konsep seperti (1) konsep kesadaran yang disebut dengan ungon, (2) konsep penguasaan yang disebut dengan ingon, (3) konsep penguatan yang disebut dengan angon. Tari Amerta Sri Bumi menggunakan tujuh orang penari yakni tiga orang perempuan disimbolkan sebagai Pradana, tiga orang laki-laki disimbolkan sebagai Purusa. Kemudian satu perempuan disimbulkan sebagai Dewi Sri.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2212 TARI GUNA PERTIWI WUJUD IMPLEMENTASI WANITA GERABAH 2022-09-28T08:13:22+00:00 Ni Made Haryati madeharyati@isi-dps.ac.id Ni Putu Hartini putuhartini@isi-dps.ac.id <p>Tari Guna Pertiwi merupakan sebuah tari kreasi baru yang diciptakan sebagai wujud implementasi pelestarian wanita gerabah yang saat ini sangat minim keberadaannya. Berdasarkan fenomena tersebut penata tertarik untuk menuangkan kegunaan tanah (pertiwi) dalam kehidupan manusia. Dalam proses penciptaannya menggunakan tiga tahapan, yaitu tahap eksplorasi, tahap improvisasi dan tahap forming (Pembentukan). Makna dari tari ini adalah mengangkat mengenai kerajinan Gerabah sebagai suatu kerajinan yang terbuat dari tanah liat. Salah satu daerah pengerajin gerabah yang cukup terkenal terdapat di banjar Binoh Ubung Denpasar Bali. Pengerajin gerabah Binoh Ubung ini semuanya perempuan, pengerajin gerabah di Binoh kebanyakan berusia lanjut, dan profesi sebagai pengeraji gerabah sudah dilakoni secara turun temurun. Akan tetapi pada zaman modern ini, Gerabah mulai ditinggalkan dari kalangan anak muda sehingga diharapkan dengan penciptaan tari ini generasi muda mau melestarikan kerajinan gerabah.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2213 NILAI ETIKA DAN RELIGI PADA PERTUNJUKAN TAYUB DI LINGKUNGAN MASYARAKAT PETANI KLOPODUWUR KABUPATEN BLORA 2022-09-28T08:21:23+00:00 Usrek Tani Utina usrek@mail.unnes.ac.id <p>Masyarakat Klopoduwur merupakan bagian dari masyarakat di Kabupaten Blora,&nbsp; Kebiasaan masyarakat Klopoduwur yang berprofesi sebagai petani menggunakan tayub sebagai sarana upacara ritual <em>tegas desa</em>. Ini menarik untuk diteliti guna mengetahui bentuk pertunjukan dan nilai etika serta religi dalam seni pertunjukan tayub di lingkungan masyarakat petani desa Klopoduwur. Metode kualitatif digunakan untuk memperoleh data penelitian, kemudian diolah dan dituliskan dengan deskriptif analisis melalui pendekatan etnokoreologi. Tayub merupakan wujud ekspresi masyarakat petani Klopoduwur terhadap kepercayaan sosok seorang <em>joged</em> sebagai titisan dewa yang dikirim ke bumi. Usaha penyatuan alam semesta dengan masyarakat petani desa Klopoduwur diwujudkan melalui upacara <em>sedekah </em><em>bumi</em> yang terdiri dari ritual <em>resik luwur</em>, <em>ater-ater</em>, <em>slametan,</em> <em>rayahan</em>, kemudian mengakhiri laku ritualnya itu dengan mengadakan persembahan kepada <em>danyang</em> penunggu desa melalui pertunjukan Tayub. Nilai etika yang terkandung di dalam seni pertunjukan Tayub di masyarakat petani desa Klopoduwur dapat dijumpai pada sikap dan perilaku berkesenian serta berkeyakinan. Nilai religi pada pertunjukan tayub ini diwujudkan dalam bentuk aktivitas laku <em>magic-simpatetik</em>, pemilihan hari dilaksanakannya upacara, pemilihan jajan pasar sebagai sesaji, <em>madya</em> dan <em>maithuna</em>, serta penentuan jumlah <em>joged.</em> Laku ritual dan laku mistis lainnya yang dilakukan oleh masyarakat petani desa Klopoduwur merupakan representasi dari upaya mereka untuk mendapatkan kepuasan batin akan usahanya menyeimbangkan alam semesta seisinya.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2223 ELEMEN-ELEMEN ESTETIS KOMPOSISI TARI 2022-10-03T01:00:58+00:00 I Wayan Mastra mastraiwyn8@gmail.com Luh Putu Pancawati lp.pancawati@gmail.com <p>Dalam seni pertunjukan tari yang professional mengenal elemen-elemen Estetis Komposisi Tari, yaitu menata gerak-gerak tari sesuai dengan tingkatan estetis pandangan kemampuan penata dan penonton. Tari yang baik adalah tari yang bisa “memuasakan hati penonton”, karena sebuah pertunjukan dihadapkan oleh semua lapisan masyarakat, oleh karena itu persiapan yang matang sangat diutamakan dalam pencapaian tujuan oftimal.</p> <p>&nbsp;Tari-tarian Indoneia banyak macam dan jenisnya, yang mana masing-masing mempunyai ciri has dan fungsi tersendiri. Untuk pencapaian pertunjukan tari yang edial memerlukan elemen-elemen komposisi tari, salah satu diantaranya adalah musik, baik sebagai iringan tari maupun sebagai pengiring tari. Fungsi musik dalam tarian saling keterkaitan dengan gerak tari. Untuk itu pertunjukan tari dalam penyajiannya tidak terlepas dengan musik serta unsur-unsur persyaratan lainnya.</p> <p>Tujuan penelitian secara umum meletrarikan kesenian Indonesia. Tujuan khususnya yaitu untuk memperdalam tentang elemen-elemen estetis komposisi tari yang terkandung dalam seni tari Indonesia. Metode digunakan yaitu metode analisis deskretip. Bentuk penelitian kualitatif. Sumber data dapat diimput melalui berbagai sumber buku yang valid dengan obyek penelitian.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2224 PENGEMBANGAN VIDEO TARI JARAN KEPANG SEMARANGAN BERBASIS MEDIA SOSIAL UNTUK PEMBELAJARAN OUTODIDAK GENERASI MILENIAL DI KABUPATEN SEMARANG 2022-10-03T01:11:04+00:00 Eny Kusumastuti enykusumastuti@mail.unnes.ac.id Mohammad Hasan Bisri hasanbisriunnes@mail.unnes.ac.id Indrawan Nur Cahyono indrawannurcahyono@gmail.com Yusuf Arifini arfinyufin300@students.unnes.ac.id <p>Tari Jaran Kepang merupakan salah satu kearifan lokal yang banyak diminati masyarakat Kabupaten Semarang baik tua maupun muda,&nbsp; dari&nbsp; kalangan strata menengah ke bawah. Dalam perjalanan waktu, susahnya mencari generasi penerus, dan minimnya minat para generasi muda untuk menekuni tarian ini membuat Tari Jaran Kepang semakin terpinggirkan dan terancam punah. Hal ini disebabkan banyak generasi milenial di era revolusi 4.0 lebih suka memilih sajian-sajian yang ada pada <em>gagdet</em> dengan <em>game</em>, media sosial, <em>youtube</em> dan hiburan lainnya. Untuk mengatasi kesenjangan ini, diperlukan sebuah video berbasis media sosial untuk pembelajaran autodidak generasi milenial. Rumusan masalah penelitian adalah 1) bagaimanakah bentuk pengembangan dan hasil uji efektifitas video Tari Jaran Kepang Semarangan berbasis media sosial untuk pembelajaran autodidak generasi milenial di Kabupaten Semarang? Penelitian ini bertujuan memaparkan bentuk pengembangan dan hasil uji efektifitas video Tari Jaran Kepang Semarangan berbasis media sosial untuk pembelajaran autodidak generasi milenial di Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan <em>research and development </em>Borg and Gall, dengan memadukan metode kualitatif dan kuantitatif melalui tahapan aplikasi rancang bangun model, observasi partisipasi, dan wawancara mendalam dengan menyasar para generasi milenial di Kabupaten Semarang. Tahapan penelitian meliputi, 1) Uji coba dan validasi video tari Jaran Kepang&nbsp; untuk langkah awal publikasi, kemitraan dan media partner, 3) Proses sertifikasi dan standarisasi untuk menjaga kualitas video Tari Jaran Kepang, 4) Pembuktian tingkat popularitas dan efektivitas hasil uji coba video Tari Jaran Kepang Semarangan, 5) Evaluasi dalam bentuk FGD dengan mitra, narasumber ahli, 6) perbaikan karya, penyusunan artikel dan buku. &nbsp;Hasil penelitian menunjukkan video Tari Jaran Kepang dikemas dalam bentuk video dokumentasi dan video tutorial yang diunggah pada platform media sosial dilengkapi dengan buku petunjuk pengunaan video untuk mempermudah generasi milenial mempelajari secara autodidak. Saran untuk pemangku kebijakan, agar mensosialisasikan ke siswa sekolah formal dan menjadikan Tari Jaran Kepang sebagai ciri khas atau ikon Kabupaten Semarang.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2225 KONSEP TARI BEDHAYA DAN BEDAYAN dalam TARI SARASWATI ISI YOGYAKARTA 2022-10-03T01:18:14+00:00 Tudhy Putri Apyutea Kandiraras kandi.raras@isi-dps.ac.id <p>Tari Bedhaya merupakan sebuah tarian yang memiliki peran sangat banyak terciptanya banyak tarian pada masa sekarang, yaitu kemudian munculnya berbagai macam tarian semi Bedhaya yang sering diartikan sebagai tari Bedayan. Sampai saat ini belum ada acuan yang menjelaskan secara rinci apa itu Bedayan. Bedayan sendiri sebenarnya merupakan gending yang mengiringi tari Bedhaya, biasanya disebut dengan lampah bedhayan ( gendhing ladrang dan gendhing ketawang ) sedangkan pertunjukan tarinya dengan berbagai konsep yang membingkai disebut Bedhaya. Konsep Bedhayan merupakan konsep tiruan atau mengambil makna-makna khusus dalam tari Bedhaya. Seperti halnya jumlah penari, pola lantai, pemilihan gerakan dan lain sebagainya. Tari Saraswati salah satu bentuk tarian yang didalamnya terdapat konsep Bedhayan. Melalui metode kualitatif dengan mengkaji lebih dalam dari kreativitas pencarian gerak koreografer serta kreativitas bentuk secara untuh tari ini ditampilkan, kemudian dapat ditemukan konsep Bedayan pada tari Saraswati yang dimiliki oleh Institut Seni Indonesia Yogyakarta.</p> <p>&nbsp;</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2226 PENGKAJIAN SENI DRAMATARI 2022-10-03T01:28:26+00:00 I Wayan Budiarsa wayanbudiarsa1973@gmail.com <p><em>Potet</em> merupakan bagian dari penokohan yang terdapat dalam pertunjukan dramatari Gambuh yang dibawakan oleh anak-anak usia 6-12 tahun. Kemunculannya saat penyajian Gambuh yang membawakan lakon “<em>Tebek Jaran</em>”. Selain transformasi tokoh, tokoh <em>potet</em> merupakan cerminan implementasi nilai-nilai pendidikan karakter yang di dalamnya mencakup takwa kepada Tuhan (<em>religius</em>), jujur, toleransi, kerja keras, disiplin, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, dan peduli sosial. Berkenaan dengan nilai pendidikan seni, tokoh <em>potet</em> dapat dinilai sebagai transformasi nilai-nilai ajaran Agama Hindu untuk kehidupan manusia, seperti nilai religius, nilai estetika, nilai etika (<em>tatwam</em> <em>Asi</em>), nilai sosial. Sebagaimana diketahui bahwasannya kesenian merupakan salah satu bentuk hiburan yang berisi tentang ajaran dan tuntunan kehidupan bagi masyarakat.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2227 REPRESENTASIONAL “PANDANGAN DUNIA BALI” DIBALIK PAGELARAN TARI SANGHYANG 2022-10-03T01:49:24+00:00 A.A. Putra Dwipayana gungtra3@gmail.com I Gede Sutana sutanagde@gmail.com <p>Sebagai salah satu kesenian kuno di Bali, tari Sanghyang menjadi sebuah pagelaran yang tidak hanya bersifat estetis, tetapi fungsionalnya terhadap aspek sosial dan kebudayaan Bali lebih mengarahkan pada suatu ketentuan yang khusus terhadap equilibrium kosmik. Oleh karena itu, dalam kajian ini memposisikan tari Sanghyang sebagai salah satu kesenian yang representatif terhadap objek formal kajian dan perlu ditelusuri terkait hubungannya dengan kesesuaian pandangan dunia orang Bali sehingga identifikasi ini lebih memperhatikan pada persoalan karakteristik kebudayaan Bali yang membentuk kesenian ini sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan Bali secara subjeknya. Metode dalam kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengupayakan kajian pada titik tolak intensionalitas. Sesuai dengan hasil yang diperoleh dalam analisis yang dilakukan, kajian ini menunjukkan bahwa, keberadaan tari Sanghyang sebagai salah satu kesenian kuno di Bali yang dikategorikan sebagai kesenian sakral menghadirkan pandangan dunia yang sintesis (kesatuan) antara dunia<em> sekala-niskala</em> dalam realitas yang tidak terpisahkan dan dualistik untuk pencapain kesimbangan kehidupan. Pendasaran ini sangat berkaitan dengan pandangan dunia Bali.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2228 KARYA TARI CEPUK 2022-10-03T02:03:05+00:00 I Gede Gusman Adhi Gunawan waonegumiart@gmail.com Luh Meijiyasti Purnamasari meijiyasti07@gmail.com Ni Made Ika Lestari Lestari lestariika063@gmail.com <p>Karya tari Cepuk merupakan hasil dari pengembangan gaya tradisi dengan berbekal konsep Solah Ngerawit. Solah Ngerawit yang artinya adalah Gending Mesolah dan Nyolahang Gending yang menjadi dasar pemahaman dalam proses terwujudnya karya tari Cepuk. Cepuk yang artinya pertemuan, perpaduan, dan penyatuan adalah spirit utama dalam karya ini. Bertemunya jiwa dan pikiran yang menyatu dalam merangkai imajinasi ke dalam wujud visual karya seni, dan berpadunya konsep Gending Mesolah dan Nyolahang Gending dalam karya ini, serta menyatunya rasa antara musik dan tari, sehingga terjalin suasana yang harmoni dalam bingkai karya seni tari. Karya tari ini masih tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi yang diberi sentuhan kekinian dalam olah kreativitasnya. Bentuk Koreografinya sangat ekspresif, dinamis dan penuh ungkapan artistik yang mewakilkan ekspresi pengkaryanya.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2229 TARI SANGHYANG SEBAGAI PELESTARI TRADISI RITUAL ZAMAN PRA-HINDU SEBUAH KEARIFAN LOKAL BANJAR JANGU, DESA DUDA, SELAT KARANGASEM 2022-10-03T02:46:10+00:00 Ni Made Pira Erawati erawatipira@gmail.com I Ketut Lanus nananglanus@gmail.com <p>Tari Sanghyang sebagai pelestari tradisi ritual telah berkembang dari zaman pra-Hindu sampai sekarang di Banjar Jangu, Desa Duda, Kecamatan Selat, Karangasem. Tari Sanghyang itu memiliki nilai kearifan lokal yang telah disepakati dapat memberikan kedamaian, kesejahtraan dan kesehatan bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk memahami nilai kearifan lokal tari Sanghyang dari medium kekuatan alam sampai dengan munculnya tari Sanghyang sebagai medium untuk menurunkan kekuatan dewa-dewa. Oleh karena itu penelitian ini mengkaji beberapa permasalahan mengenai, apa yang dimaksud dengan kearifan lokal?, Bagaimana perkembangnya tari Sanghyang dari zaman pra-Hindu sampai sekarang ?, dan bagaimana proses ritual dan praktek ritual tari Sanghyang sebagai seni sakral yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal. Untuk mengkaji dan memahami permasalah tersebut digunakan metode penelitian kualitatif yang didukung dengan teori ritual tentang proses dan praktek ritual agar pelaksanaan ritual berhasil sesuai dengan tujuan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam ritual tari Sanghyang di Banjar Jangu, Desa Duda, Kecamatan Selat Karangasem terdapat nilai-nilai kearifan lokal yang disepakati sampai sekarang.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2230 TARI LEGONG MADU SEGARA IMPLEMENTASI TARI PALEGONGAN DARI KESENIAN CALONARANG 2022-10-03T03:11:10+00:00 Komang Indra Wirawan indrawirawan@mahadewa.ac.id I Gede Agus Juniarta agusjuniarta87@gmail.com <p>Lakon <em>ambekin kawisesan</em>. Termasuk lakon calonarang yang diambil dari teks <em>calonarang, </em>bahkan lakon ini tidak mengambil banyak cerita atau konflik tetapi sari-sari ajaran dalam teks <em>tanting mas tanting rat</em> yang merupakan teks bergendre <em>calonarang ,</em>adalah sekaa <em>calonarang </em>Gases Bali yang pertama mempopulerkan lakon ini dan hingga kini sudah dijadikan lakon pementasan di beberapa pura di Denpasar dan luar wilayah Denpasar sesungguhnya gagasan mengambil lakon ini dalam setiap pementasan dikarenakan Yayasan Gases Bali berupaya mengembangkan lakon yang lebih keliatan mistik magis dan baru,sebab selama ini lakon hanya merunjuk pada sumber asli dalam artian apa yang ada dalam narasi lontar <em>Calonarang</em> cerita itu dimainkan,Namun <em>sekaa Calonarang&nbsp; Gases Bali </em>berupaya menggali teks sastra <em>Calonarang</em> sehingga menemukan lakon baru yang mewakili keseluruhan naskah sastra calonarang. Lakon <em>Ambekin kawisesan </em>sesungguhnya representative dari watak <em>Ni Calonarang </em>yang mewisesa .jadi lakon ini berusaha menunjukkan <em>Kewisesan Ni Calonarang </em>yang mendapat anugrah dari Hyang Bhagawati , dalam lakon ini pula disebutkan kesaktian Ni Madu Segara yakni nama lain dari I Rarung sebelum menjadi abdi atau murid Ni Calonarang . Ni Madu Segara inilah memiliki kesaktian yang lebih mewisesa dari <em>Calonarang</em> bahkan sempat mengalahkan kesaktian<em>,</em> <em>Calonarang </em>tidak bisa menerima lantas memohon kepada Bhatari Durga agar memotong kesaktianya.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2231 STRATEGI PRESERVASI MUSIK TRADISIONAL DENGAN PENDEKATAN EKOSISTEM MUSIK 2022-10-03T03:22:44+00:00 Eli Irawati eliirawati3@gmail.com <p>Preservasi penting dilakukan untuk musik tradisional dalam satu kesatuan atau ekosistem. Musik tradisional memiliki ekosistem dari hulu dan hilir dan perlu ada strategi agar kesinambungan tetap terpelihara dengan baik. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi preservasi ekosistem musik tradisional. Penelitian berjenis kualitatif dengan pendekatan <em>applied ethnomusicology. </em>Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan ditunjang dengan pendokumentasian dan penelusuran literatur. Hasil yang didapatkan dengan menggunakan perspektif&nbsp; ekosistem musik meliputi melakukan preservasi di ranah sistem pembelajaran musik, musisi dan komunitas/masyarakat, konteks dan konstruk, regulasi dan infrastruktur, serta media dan industri musik. Dengan sinkronnya semua unsur terkait tersebut, maka kesinambungan musik tradisional akan tetap terjaga..</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2232 MAKNA REPRESENTASI KEPALA HEWAN RUSA PADA ALAT MUSIK DAMBUS BANGKA 2022-10-03T03:42:29+00:00 Onny Nur Pratama onnynurpratama@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan dan menghadirkan jawaban dari makna representasi kepala rusa pada alat musik dambus di pulau Bangka yang dimulai dengan menggali fakta-fakta dari data-data sejarah, mitologi dan kisah-kisah yang beredar di masyarakat. Berdasarkan data tersebut pada penelitian ini digunakan untuk menjelaskan perbedaan antara alat musik dambus dan gambus. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnomusikologi yang digunakan untuk mengidentifikasikan makna dari representasi kepala rusa pada alat musik dambus dengan mengumpulkan data sejarah, mitologi dan legenda.. Analisis data didapatkan dari hasil observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan narasumber Akhmad Elvian dan Senai. Hasil penelitian ini mengidentifikasi bahwa Dambus merupakan salah satu produk kesenian yang berasal dari <em>Local Genius</em> Bangka yaitu orang Darat atau orang Gunung. Orang Darat diidentifikasikan sebagai penduduk pertama yang mendiami dan mendominasi di pulau Bangka pada masa lampau. Proses Islamisasi dan asimilasi dari empat etnik grup besar di pulau bangka yaitu Cina, Melayu, orang Darat dan orang Laut setelah era kesutanan Palembang Darussalam berdampak cukup besar bagi perkembangan bagi kesenian di pulau Bangka terkhusus alat musik dambus sehingga mejadi alat musik dengan bentuk yang dikenal seperti saat ini.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2233 DISTINGSI SEBAGAI STRATEGI KEKUASAAN GAMELAN SALUKAT DALAM ARENA PERJUANGAN KELAS SUBDOMINAN 2022-10-03T03:54:11+00:00 Kadek Anggara Rismandika rismandikaa@gmail.com <p>Penelitian dengan objek material kajian gamelan Bali hingga saat ini masih sangat jarang untuk berani membuka wadah perkembangan dirinya menggunakan sudut pandang sosiologi progresif, penelitian ini hadir untuk sedikit melubangi ketertutupannya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan kerangka berpikir konstruktivis dalam menganalisis data melalui deskripsi analisis. Gamelan salukat sebagai kelompok gamelan Bali yang menggunakan ansambel gamelan baru berhasil untuk menciptakan ruang eksklusif tersendiri dalam dunia gamelan Bali. Gamelan salukat mampu menciptakan ruang eksklusif sebagai wadah untuk memperoleh eksistensi menggunakan strategi distingsi dalam ruang sosial gamelan Bali. Strategi distingsi ini membentuk identitas sosial eksklusif gamelan salukat melalui pemilihan preferensi musikal, tata sikap, metode latihan, <em>tuning system</em>, bentuk instumen, dan bentuk komposisi. Gamelan salukat merupakan representasi idenitas kelas subdominan dalam dunia gamelan. Preferensi musik aliran minimalis <em>progressive </em>yang ditawarkan gamelan salukat secara jelas telah memberikan gambaran bahwa mereka telah membedakan diri dengan kelompok musik dengan aliran lainnya melalui identitas teks dan konteks musikal.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2234 REPRESENTASI LOCAL WISDOM DALAM KARAWITAN MELALUI ARANSEMEN LAGU GARUDA PANCASILA 2022-10-03T06:02:46+00:00 Setya Rahdiyatmi Kurnia Jatilinuar setyarkj30@gmail.com <p>Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendorong era digital secara tidak langsung menimbulkan degradasi nilai, khususnya berkaitan dengan identitas bangsa di kalangan pemuda-remaja. Paham-paham negatif sangat mudah terinternalisasi, bahkan <em>hoaks</em> pun semakin marak dan cepat penyebarannya.&nbsp; Berkaitan dengan hal tersebut, karawitan sebagai produk budaya yang sarat akan <em>local wisdo</em>m dapat menjadi alternatif sarana untuk memperkuat identitas bangsa. Penelitian ini mencoba untuk merepresentasi <em>local wisdom</em> dalam karawitan melalui lagu Garuda Pancasila. Lagu Garuda Pancasila dipilih menjadi materi lagu karena merupakan salah satu lagu nasional; <em>familiar</em>; berisi citarasa estetik Pancasila, semangat kebangsaan, nilai-nilai, dasar negara, dan identitas bangsa. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah 1) terciptanya karya aransemen lagu Garuda Pancasila menggunakan gamelan laras slendro, dan 2) melalui proses latihan di lapangan diharapkan dapat mendorong terbangunnya rasa senang memainkan gamelan; terpatiknya daya kreasi, inovasi dan ekspresi; timbulnya kebersamaan, kekeluargaan, tenggang rasa, toleransi, empati, saling mendengarkan, dan lain-lain, yang dapat memperkuat identitas bangsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari metode kualitatif dan penciptaan karya seni (eksplorasi, improvisasi, dan komposisi).Hasil dari proses penelitian ini berupa tulisan dan penyajian karya dalam bentuk laporan, jurnal, rekaman audio dan video, serta KI.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2235 GENDING GENDER TULANG LINDUNG MIMESIS STRUKTUR RANGKA TULANG BELUT KEDALAM GERAK UBITAN DAN MELODI (SEBUAH PENDIDIKAN KARAKTER GENDING) 2022-10-03T06:23:06+00:00 I Wayan Diana Putra dianaputra@isi-dps.ac.id Analisa Mulnoriii analisamulnori@gmail.com <p>Gender Wayang adalah salah satu jenis barungan gamelan dalam Seni Karawitan Bali. Dalam penyajiannya barungan Gender Wayang memiliki beberapa repertoar gending salah satunya adalah gending Tulang Lindung. Gending Tulang Lindung sangat familiar dikalangan pengerawit Gender Wayang, bahkan digunakan sebagai materi untuk pembelajaran dasar bermainan Gender Wayang. Namun, belum banyak pengerawit ataupun seniman karawitan Bali yang tidak mengetahui hubungan judul gending dengan bentuk melodi berserta ubit-ubitannya. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan nama gending dengan bentuk melodi beserta ubit-ubitannya dengan proses analisa musikologi. Analisis ini mengungkap bentuk melodi dan ubit-ubitan secara utuh dari gending Tulang Lindung.</p> <p>Metode yang digunakan&nbsp; pada penulisan ini adalah menggunakan metode analisis tematik atau <em>thematic analysis </em>dikalukan dengan tiga tahapan yaitu: 1) Memahami data, 2) Menyusun Kode dan 3) Mencari tema. Hasil dari pengolahan data dari analisis tematik disajikan dengan menggunakan kualitatif deskriftif yaitu melaui eksplanasi terkait bentuk-bentuk musikal.</p> <p>Hasil dari analisis tematik ini menemukan hubungan nama gending dengan bentuk melodi beserta ubit-ubitan dari pola permainan tangan kanan dengan kanan kiri. Tangan kanan memainkan melodi dan tangan kiri memainkan bantang melodi dengan satu nada sekaligus menjadi tempo. Pukulan tangan kiri dengan satu nada sekaligus menjadi tempo inilah yang membentuk pola seperti susunan rangka lindung (belut). Melalui bentuk satu nada sekaligus menjadi tempo pada pukulan tangan kiri inilah yang berhubungan jelas dengan penamaan gending Tulang Lindung.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2236 FIGUR WAYANG DALAM LAKON ABADI RAMAYANA KARYA KANJENG MADI KERTONEGORO SEBAGAI SUMBER PENDIDIKAN KARAKTER 2022-10-03T06:35:41+00:00 I Nyoman Sadwika sadwika@mahadewa.ac.id Luh De Liska liska@mahadewa.ac.id Putu Agus Permanamiarta aguspermana@mahadewa.ac.id <p>Wayang kulit mempunyai daya tarik sendiri bagi masyarakat, pertunjukan wayang kulit itu merupakan suatu kesenian yang amat halus sifatnya. Wayang kulit masih tetap digemari sampai saat ini, dan dipakai sebagai sarana upacara adat dan agama yaitu sebagai ruatan, sebuah upacara untuk keselamatan anak-anak&nbsp; menjauhkan dari kesialan dan malapetaka dalam hidupnya. Ramayana adalah cerita epos India yang merupakan pengajaran Dharma atau kebajikan untuk umat manusia. Kisah Ramayana di Jawa dan&nbsp; Bali banyak dipaparkan dalam pertunjukkan wayang, baik wayang kulit, wayang wong, wayang golek, maupun wayang-wayang yang lain. Wayang kulit memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Jawa dan Bali. Karena Cerita wayang dan tokoh-tokoh dalam wayang sarat dengan pendidikan karakter. Disamping wayang digunakan untuk upacara dan ruwatan. Berbagai cerita wayang dan karakter para tokohnya banyak yang dijadikan panutan, dijadikan suri tuladan, dijadikan prinsip hidup, sumber pencarian nilai-nilai kebenaran, yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan karakter atau paling tidak mempengaruhi sikap dan sifat hidup masyarakat penggemar cerita wayang tersebut.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2237 MODEL PEMBELAJARAN KESENIAN WAYANG BERBASIS AUGMENTED REALITY 2022-10-03T06:44:44+00:00 I Putu Ardiyasa tuardiyasa@gmail.com I Kadek Abdhi Yasa tuardiyasa@gmail.com <p>Pembelajaran kesenian wayang konvensional dewasa ini dianggap kuno dan sulit untuk memahami materi pembelajaran.&nbsp;&nbsp; Adanya asas pemerataan pada proses pendidikan yang lebih mengutamakan terpenuhnya daya tampung, sehingga mengorbankan mutu pembelajaran. Model pebelajaran konvensional&nbsp; ditambah ukuran jumlah kelas yang besar menyebabkan interaksi antara guru dengan siswa, materi belajar dengan siswa kurang diperhatikan. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian tentang model pembelajaran berbasis media digital, dalam hal ini Augmented Relaity (AR). AR bertujuan untuk menjadi media pengenalan kesenian wayang sejak dini dan diberbagai interaksi pengguna. Penelitian ini secara khusus melihat model pembelaJaran kesenian berbasis augmented reality. Data dikumpulkan melalui&nbsp; mdetode observasi partisipan, melakukan wawancara terbuka dan studi kepustakaan. Hasilnya menunjukan bahwa Pembelajaran kesenian wayang berbasis Augmented Reality dilakukan dengan langkah langkah seperti menentukan material aset, pemilahan aset, pengolahan aset di dalam aplikasi, peggunaan aplikasi oleh peserta pembelajaran.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2238 WACANA MANGGALA SEGARA TANPA TEPI DALAM KARYA TEATER INOVATIF 2022-10-03T06:52:58+00:00 I Gusti Made Darma Putra dalangcilik@gmail.com <p>Manusia sebagai mahluk berpikir yang mempunyai akal dan budi, seharusnya mendasari tindakannya atas tafsir objektif dan konsepsi serta nilai dalam setiap patah kata bertuah (<em>wacana manggala</em>) sebagai bentuk kearifan lokal (lokal genius) yang terdapat pada karya sastra. Teater Inovatif dengan judul Darma Luas merupakan implementasi ajaran filsafat dari idiom kearifan lokal dengan penggalian ilmu atas melalui hasrat berkesenian yang tiada henti. Puncaknya ialah <em>segara tanpa tepi</em> (lautan tanpa ujung) sebagai temuan ide utama terciptanya karya seni.</p> <p>Teori Kreativitas, dan Teori Hermeneutik sebagai pisau bedah dalam menjawab proses penciptaan, serta nilai dan makna diformulasikan dengan metode penciptaan Dalang Anumana sebagai wahana dalam proses penciptaan untuk menemukan wujud, serta nilai dan makna sebagai aspek fundamental dari ide <em>segara tanpa tepi</em> melalui prosesnya digarap dengan tahapan: <em>ngawit; ngepah; pangastawa; ngripta; ngebah</em>.</p> 2022-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Prosiding Widya Dharma