Transformasi dan Digitalisasi Gending Rare Bali Sebagai Media Pelestarian Budaya dan Pendidikan Anti-Bullying Bagi Anak dan Remaja
DOI:
https://doi.org/10.59672/widyadari.v27i2.7283Keywords:
Balinese Gending Rare, cultural digitalization, character education, anti-bullying education, digital bookAbstract
Balinese Gending Rare is an important form of cultural heritage that serves not only artistic and recreational functions but also embodies social values, character education, and local wisdom that can be contextualized within anti-bullying education. This study aimed to: (1) identify the social, character education, and local wisdom values embedded in Balinese Gending Rare that are relevant to anti-bullying education; (2) formulate a conceptual model of anti-bullying education based on Balinese Gending Rare; and (3) develop a digital book prototype as a medium for cultural preservation and anti-bullying education for children and adolescents. The study employed a Research and Development (R&D) approach using mixed methods and the ADDIE model, comprising Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate stages. Data were collected through observation, interviews, documentation, literature review, expert validation, questionnaires, and a limited product trial. Data were analyzed qualitatively and descriptively to identify cultural values, formulate the conceptual model, and evaluate the initial characteristics of the prototype. The findings indicate that Balinese Gending Rare embodies values of togetherness, empathy, care, respect, tolerance, responsibility, self-control, positive communication, and appreciation of differences, which are relevant to bullying prevention. These values can be formulated into a conceptual anti-bullying education model integrating cultural awareness, understanding of cultural values, character and social-emotional development, understanding of bullying, reflection, and positive behavioral practice. Furthermore, these values were transformed into a digital book prototype integrating lyrics, illustrations, audio, cultural meanings, character values, anti-bullying messages, learning activities, and reflection. The limited trial indicates the potential of the prototype as a contextual, educational, engaging, and age-appropriate medium for children and adolescents. This study highlights the potential of transforming and digitizing Balinese Gending Rare as an innovative approach to revitalizing cultural heritage while integrating local wisdom into character education and bullying prevention in the digital era.
Downloads
References
Andriyani H, Idrus II, Suhaeb FW. Fenomena Perilaku Bullying di Lingkungan Pendidikan. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan. 2024 May 21;9(2):1298–303.
Anjani VA. Cyberbullying dan Dinamika Hukum di Indonesia: Paradoks Ruang Maya dalam Interaksi Sosial di Era Digital. Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam. 2024; 4:1–28.
Ardi R, Saputra E, Parisu CZL. Studi Literature: Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran Untuk Menanamkan Pendidikan Karakter Di Sekolah Dasar. Catha of Journal: Creative and Innovative Research. 2024;1(1).
Fatimah S. Transformasi Ruang Publik Digital: Tantangan Sosial dan Konstitusional dalam Demokrasi Era Media Baru. Cakrawala. 2025 Jul 3;19(1):67–86.
Febriani DR, Indriyani I, Fauziyah AS, Divania AS, Maulidah N. Peran Literasi Digital dalam Pembentukan Etika Sosial di Dunia Maya Pada Siswa SD. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan. 2025 Feb 28;10(1):858–65.
Gulo A. Revitalisasi Budaya Di Era Digital Dan Eksplorasi Dampak Media Sosial Terhadap Dinamika Sosial-Budaya Di Tengah Masyarakat. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan [Internet]. 2023;3(3):172–84. Available from: https://doi.org/10.55606/jurdikbud.v3i3
Hatima Y. Integrasi Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Untuk Menumbuhkan Karakter Siswa Sekolah Dasar. Journal of Humanities, Social Sciences, And Education (JHUSE). 2025;1(3):24–39.
Iryani E, Muspawi M, Yusup A, Rohiq, Hasibuan TH, Soleh W. Integrasi nilainilai kearifan lokal melalui pendidikan karakter sebagai upaya pencegahan dekadensi moral. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M). 2025;6(4):1085–95.
Kelly SLZ, Safitri D, Sujarwi. Faktor Penyebab & Konsekuensi Cyberbullying Pada Pelajar Di Era Digital Causative Factors & Consequences Of Cyberbullying Among Students In The Digital Era. JICN: Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara [Internet]. 2025; 2:3136–45. Available from: https://jicnusantara.com/index.php/jicn
Prihandini P, Rachmaniar RA. Literasi Digital Pencegahan Cyberbullying DiLingkungan Siswa SMP. Jurnal Praksis dan Dedikasi (JPDS) Oktober [Internet]. 2024;7(2):149–56.
Putri DA, Fitria IT, Wardani MS, Ikbal M, Wisma N. Trend Penelitian Perilaku Bullying Di Indonesia. Cognitive: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran [Internet]. 2023; 1:18–30
Raisha Agma A. Peran Media Sosial dalam Membangun Identitas Digital Remaja di Era Postmodern. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media [Internet]. 2025;01(01):24–31.
. Sofyan FA, Wulandari CA, Liza LL, Purnama L, Wulandari R, Maharani N. Bentuk Bullying Dan Cara Mengatasi Masalah Bullying Di Sekolah Dasar. Jurnal Multidisipliner KAPALAMADA. 2022;1:496–504.
Sukawati A, Abdul Muiz DL, Ganda N. Fenomena Bullying Berkelompok di Sekolah Dasar. Pedadidaktika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar [Internet]. 2021;8(2):354–63. Available from: http://ejournal.upi.edu/index.php/pedadidaktika/index
Tristianto. Dinamika Budaya dalam Era Teknologi: Implikasi Interaksi Manusia dan Media Digital. Mouse Jurnal Humaniora. 2024;(2):45–8.
Wardani FP. Fenomena Cyberbullying pada Peserta Didik SMA: Bentuk, Faktor Penyebab, dan Strategi Pencegahannya. Journal of Multidisciplinary [Internet]. 2025;1(1):8–17.
Wibowo H, Fijriani F, Krisnanda VD. Fenomena perilaku bullying di sekolah. Orien: Cakrawala Ilmiah Mahasiswa. 2021 Dec 7;1(2):157–6
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 LPPM Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Hak cipta mencakup hak eksklusif untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel ini dalam semua bentuk dan media, termasuk mencetak ulang, memotret, mikrofilm dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya. Reproduksi dari bagian manapun dari jurnal ini, penyimpanannya di database dan transmisinya dengan bentuk atau media apa pun, seperti salinan elektronik, elektrostatik dan mekanis, fotokopi, rekaman, media magnetik, dan lain-lain, akan diizinkan hanya dengan izin tertulis dari penerbit jurnal.





1_(1).jpg)










