Perpindahan Ibukota Provinsi Bali Dari Singaraja Ke Denpasar Tahun 1958-1960

Authors

  • Ni Komang Ayik Swandewi Prodi Pendidikan Sejarah FPIPS IKIP PGRI Bali
  • Dewa Made Alit Prodi Pendidikan Sejarah FPIPS IKIP PGRI Bali

Keywords:

Perpindahan Ibukota, Singaraja-Denpasar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang dari perpindahan Ibukota Provinsi Bali dari Singaraja ke Denpasar tahun 1958-1960; proses perpindahan Ibukota Provinsi Bali dari Singaraja ke Denpasar tahun 1958-1960.Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: Heuristik, Kritik Sejarah, Interpretasi, dan Historiografi. Heuristik adalah pengumpulan data-data dan jejak-jejak sejarah meliputi, sumber benda, sumber tertulis, dan sumber lisan. Kritik Sejarah yaitu sumber-sumber yang berhasil dikumpulkan kemudian dilakukan kritik untuk menyatakan kebenaran fakta-fakta tersebut dengan melakukan kritik intern dan kritik ekstern, kemudian dilakukan Interpretasi yaitu menyusun dan menggabungkan fakta-fakta sejarah satu sama lain sehingga membentuk cerita sejarah, dan terakhir adalah Historiografi penulisan cerita sejarah.  Adapun Hasil penelitian: latar belakang perpindahan Ibukota Provinsi Bali dari Singaraja ke Denpasar tahun 1958-1960 karena faktor politik, faktor geografis, dan faktor ekonomi. Dalam proses perpindahan Ibukota Provinsi Bali dari Singaraja ke Denpasar pada tahun 1958-1960, melalui tahap perencanaan terlebih dahulu, lalu tahap pelaksanaan dengan memilih tempat ibukota baru, persiapan infastruktur penunjang ibukota baru, dan persiapan pindah ke ibukota baru. Terakhir tahap perpindahan ibukota provinsi. Dampak perpindahan Ibukota Provinsi Bali dari Singaraja ke Denpasar tahun 1958-1960, dampak yang dirasakan Kota Singaraja : ekonomi, sosial. Dampak yang dirasakan Kota Denpasar : pembangunan kota, ekonomi, pariwisata, dan sosial

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2019-11-14