Pengaruh Budaya Cina Pada Pura Dalam Balingkang di Desa Pinggan, Kintamani, Bangli

The Influence of Chinese Culture on the Dalam Balingkang Temple in Pinggan Village, Kintamani, Bangli

Authors

  • Ni Ketut Purawati Prodi Pendidikan Sejarah, FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia
  • I Nyoman Kartikayasa Prodi Pendidikan Sejarah, FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia
  • Maksimus Hendrawan Prodi Pendidikan Sejarah, FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia
  • I Made Darmada Prodi Pendidikan Sejarah, FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Keywords:

Budaya Cina, Dalem Balingkang, Desa Pinggan

Abstract

Negara Indonesia memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat melimpah.
Sehingga banyak orang asing ingin datang ke Indonesia pada umumnya Bali pada khususnya.
Salah satunya adalah Bangsa Cina yang pernah mempengaruhi kerajaan Bali yang pada saat itu
dipimpin oleh Sri Haji Jaya Pangus. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
kebudayaan Cina terhadap Desa Pinggan, apa yang melatar belakangi berdirinya Pura Dalem
Balingkang, dan mengapa Pura Dalem Balingkang di anggap sebagai bukti dari pengaruh
kebudayaan Cina di Desa Pinggan. Penelitian ini mengunakan beberapa teori yaitu teori
alkulturasi, Hegomeni dan Simbolisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Heoristik Kritik, Interprestasi, dan Histrigrafi.
Hasil penelitian ini adalah: Pertama, Pengaruh kebudayaan Cina membawa dampak
positif bagi masyarakat Desa Pinggan pengaruh tersebut dari segi kesenian, ekonomi, dan
bangunan. Dari segi kesenian, seni tari misalnya pakeannya, gerakanya, dan atributnya. Dari
segi ekonomi pengaruh kebudayaan Cina mampu meningkatkan perekonomian Desa Pinggan
karena mereka diperkenalkan dengan mata pencarian baru yaitu berdagang. Sehingga mulai
saat itu hampir 40% masyarakat Desa Pinggan beralih profesi yang dulunya petani menjadi
pedagang. Dari segi bangunan, rumah masyarakat Desa Pinggan yang dipengaruhi yaitu
atapnya, yang dulunya atapnya terbuat dari beluu (rumput yang diikat) berubah menjadi
genteng bambu. Kedua Latar Belakang berdirinya Pura Dalem Balingkang adalah akibat raja
Bali yang pada saat itu menjadi raja adalah Sri Haji Jaya Pangus yang menikah dengan orang
Cina yaitu Kang Cing We. Mendapat penolakang dari penasehat beliau (Mpu Ganduh) sehingga
beliau pergi ke Desa Pinggan dan mendirikan kerajaan yang bernama Dalem Balingkang.
Ketiga, Pura Dalem Balingkang terletak di Desa Pinggan. Disana terdapat Pelinggih (Pura)
Ratu Ayu Subandar. Dimana setiap Piodalan (Pelaksanaan Upacara) di Pura Dalem Balingkang.
Pura tersebut selalu didatangi oleh orang Cina untuk melakukan persembahyangan. Jadi dapat
dikatakan Pura tersebut puranya bagi orang Cina.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2020-03-27