DILEMATIS SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL BALI SEBAGAI DAMPAK KOLONIALISME

Abstract

Keterkaitan antara seni pertunjukan dengan agama secara normatif merupakan kegiatan kolektif, yang berorientasi pada pengabdian. Kenyataannya saat ini seni pertunjukan tradisional Bali, tidak hanya sebagai pengabdian peda masyarakat tetapi telah berkembang menjadi seni pertunjukan sebagai komoditi wisata. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan seni pertunjukan tradisional Bali dari yang ritual keagaman dan bersifat pengabdian menjadi seni pertunjukan sebagai komoditi wisata. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana kehidupan seni tradisional dalam masyarakat Bali sebagai dampak kolonialisme dan apakah seni tradisional masih tetap bisa dipertahankan keasliannya, merupakan dilematis seni tradisional Bali yang perlu di kaji. Permasalahan di atas akan dapat dijelaskan dengan metode penelitian kualitatif dan teori perubahan sosial. Wisatawan yang datang ke Bali, untuk menikmati keberadaan seni pertunjukan tradisional Bali waktunya sangat pendek, dan ingin menikmati seni tradisional Bali. Seni tradisional Bali pada umumnya akan dapat dinikmati kalau ada upacara keagamaan, maka muncul kemasan seni pertunjukan tradisional (psuedo tradisional art) menjadi seni wisata. Munculnya kemasan seni tradisional menjadi seni wisata telah menyebabkan posisi seni tradisional menjadi sangat dilematis tetapi masyarakat Bali mampu memilih mana seni yang dapat dipentaskan pada wisatawan dan mana yang harus dipertahankan sebagai seni ritual keagamaan.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2023-10-25

Issue

Section

Articles