BENTUK TINDAK TUTUR BAHASA BALI PADA CERPEN “PAN ANGKLUNG GADANG DADI PAREKAN” DAN ”PAN ANGKLUNG GADANG NGELAH TUNGKED SAKTI” KARYA I N K SUPATRA: KAJIAN PRAGMATIK

Authors

  • Ida Ayu Iran Adhiti Universitas PGRI Mahadewa Indonesia
  • Gede Sidi Artajaya Universitas PGRI Mahadewa Indonesia
  • Ida Ayu Pristina Pidada Universitas Bali Dwipa

Abstract

Penelitian cerpen “Pan Angklung Gadang Dadi Parekan”dan “Pan Angklung Gadang Ngelah Tungked Sakti”  karangan I N K Supatra bertujuan untuk menggali tindak tutur yang terdapat pada kedua cerpen tersebut.  Kajian penelitian ini menggunakan teori pragmatik. Data dikumpulkan dengan metode simak dengan teknik baca dan pilah, yakni membaca dialog yang terdapat pada teks serta memilah atau mengelompokkan dialog yang tergolong bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi.Hasil penelitian menunjukkan cerpen “Pan Angklung Gadang Dadi Parekan ” ditemukan tindak tutur lokusi sebanyak 1 tuturan yakni tuturan Pan Angklung Gadang bertutur kepada Ratu Dewa Agung mengatakan akan melaksanakan segala perintah Ratu Dewa Agung. Tuturan ilokusi ditemukan 2 tuturan yakni Ratu Dewa Agung bertutur kepada Pan Angklung Gadang bahwa tali kuda Ratu Dewa Agung bahannya dari perak. Selanjutnya tindak tutur perlokusi ditemukan 1 tuturan yakni tuturan dari Pan Angklung Gadang kepada Ratu Dewa Agung yang mengatakan dirinya sudah melaksanakan perintah dengan baik. Cerpen “Pan Angklung Ngelah Tungked Sakti” menunjukkan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi ditemukan masing-masing 2 tuturan.  Tindak tutur lokusi ditemukan pada tuturan Pan Angklung Gadang yang menuturkan dirinya memiliki hutang di banjar. Tuturan ilokusi ditemukan saat Ketua Lingkungan memberi peringatan kepada Pan Angklung Gadang untuk segera membayar semua hutangnya. Selanjutnya tuturan ilokusi ditemukan saat Pan Angklung Gadang menunjukkan tungked saktinya pada acara makan bersama warga di rumahnya.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2023-10-25

Issue

Section

Articles