GEGURITAN NI SUMALA: RUWATAN DAN RELEVANSINYA TERHADAP TIRTHA SUDAMALA

Authors

  • Anak Agung Gde Alit Geria Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Abstract

Geguritan Ni Sumala merupakan hasil karya sastra klasik sarat akan nilai adiluhung, yakni ritual ruwatan (panglukatan). Tersirat ajaran lascarya 'pasrah' dan selalu mendekatkan diri ke hadapan Sang Pencipta. Geguritan ini menarik diteliti dan dikaji karena sarat akan nilai kehidupan dalam berbagai aspek, yang dibangun dengan dua pupuh, yakni: Ginada dan Adri. Keunikan isinya mencerminkan jiwa zaman yang dapat dipakai sesuluh dalam kehidupan nyata, terlebih bagi para penggemar geguritan dalam wadah sekaa pasantian sebagai kegiatan olah sastra pada masyarakat Bali. Relevansi Geguritan Ni Sumala terhadap keberadaan Tirtha Sudamala pada masyarakat Sedit Bebalang Bangli, tampak pada ritual ruwatan/panglukatan, Siwa-Buddha yang tunggal, kehidupan ekonomi, kesehatan, mabebasan, dan tirtha yatra. Geguritan yang lahir pada abad XX ini sarat akan konsep panglukatan (penyucian lahir-batin) sebagai salah satu bentuk sastra ruwatan. Pentingnya konsepsi panglukatan ini dibicarakan, untuk meluruskan perilaku manusia dengan perbedaan karakter menuju jalan dharma. Diyakini dengan melakukan panglukatan, akan mampu menetralisir aura negatif akibat perilaku manusia. Kontribusi ritual malukat dan melantunkan pupuh dalam sebuah geguritan tentu berdampak positif, karena melalui lantunan pupuh yang sarat akan makna kehidupan, berfungsi sebagai pelipur lara, sekaligus sebagai sarana olah nafas (pranayama) untuk  kesehatan umat manusia. 

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2023-10-25

Issue

Section

Articles