https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/sankara/issue/feed SANKARA: Prosiding Seminar Nasional Seni Pertunjukan dan Pengajarannya 2026-07-05T06:14:07+00:00 Putu Agus Permanamiarta aguspermana@mahadewa.ac.id Open Journal Systems <p data-start="261" data-end="627"><strong data-start="261" data-end="278">Journal title</strong>: SANKARA: Prosiding Seminar Nasional Seni Pertunjukan dan Pengajarannya<br data-start="352" data-end="355" /><strong data-start="355" data-end="367">Initials</strong>: SANKARA<br data-start="380" data-end="383" /><strong data-start="383" data-end="396">Frequency</strong>: 1 Issue every year (Oktober)<br data-start="427" data-end="430" /><br data-start="452" data-end="455" /><strong data-start="455" data-end="472">ISSN (online)</strong> : 3124-8322<br data-start="491" data-end="494" /><strong data-start="494" data-end="513">Editor in Chief</strong>: I Gede Gusman Adhi Gunawan, S.Sn., M.Sn.<br data-start="547" data-end="550" /><strong data-start="550" data-end="563">Publisher</strong>: Prosiding SANKARA<br data-start="584" data-end="587" /><strong data-start="587" data-end="599">Indexing</strong>: Google Scholar, Garuda</p> <p data-start="629" data-end="1081"><strong data-start="629" data-end="703">SANKARA: Prosiding Seminar Nasional Seni Pertunjukan dan Pengajarannya</strong> merupakan jurnal prosiding yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jurnal ini dipublikasikan secara konsisten dan teratur sebanyak sekali setahun pada bulan Juni. Artikel yang diterbitkan dalam prosiding ini merupakan artikel yang telah diseminarkan pada kegiatan Seminar Nasional Seni Pertunjukan dan Pengajarannya.</p> <p data-start="1083" data-end="1169">Prosiding ini memuat tulisan-tulisan berbahasa Indonesia yang berkaitan dengan bidang Seni Tari, Seni, Musik, Seni Teater, Seni Pedalangan, Seni Pertunjukan Tradisional dan Kontemporer, Pendidikan Seni di berbagai jenjang, Estetika dan kajian seni, Manajemen pertunjukan, dan Pengajaran seni berbasis teknologi digital</p> <p data-start="1427" data-end="1615">Dengan cakupan tersebut, prosiding ini diharapkan dapat menjadi wadah diseminasi gagasan, hasil penelitian, dan praktik baik dalam bidang seni pertunjukan dan pendidikan seni di Indonesia.</p> https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/sankara/article/view/6851 MULTIKULTURALISME SEBAGAI PENDEKATAN KREATIF-ETIS DALAM PENDIDIKAN SENI PERTUNJUKAN 2026-07-02T03:33:19+00:00 Ida Bagus Gede Surya Peradantha surya@isbi-tanahpapua.ac.id <p>Penciptaan seni pertunjukan berbasis multikultural sering menampilkan keberagaman budaya melalui kostum, motif gerak, musik daerah, ornamen visual, atau simbol etnik, tetapi belum selalu disertai pemahaman terhadap makna, konteks, dan tanggung jawab representasinya. Penelitian ini bertujuan menjelaskan multikulturalisme sebagai pendekatan kreatif-etis dalam pendidikan dan penciptaan seni pertunjukan, khususnya dalam mentransformasikan fenomena budaya menjadi karya drama, tari, dan musik secara bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan rancangan konseptual-reflektif melalui studi pustaka, penelusuran dokumen penelitian dan penciptaan terdahulu, serta refleksi kritis atas pengalaman penulis dalam Tari Karwar, Tutari MegArt Lithic, <em>body painting</em> Padaido, Isolo, Ibhea Obhea, dan Tari Rene Hu. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberagaman budaya menjadi sumber kreativitas apabila dipahami sebagai sistem makna, bukan sekadar bentuk luar. Riset budaya, konseptualisasi artistik, dialog dengan pemilik tradisi, dan validasi budaya menjadi unsur penting dalam penciptaan seni berbasis multikultural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan seni pertunjukan perlu membimbing mahasiswa untuk tidak hanya menampilkan unsur budaya, tetapi juga meneliti, menafsirkan, mengolah, dan mempertanggungjawabkannya secara etis. Implikasinya, pembelajaran seni multikultural perlu diarahkan pada pembentukan pencipta yang kreatif, reflektif, dan peka terhadap martabat budaya sumber.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 SANKARA: Prosiding Seminar Nasional Seni Pertunjukan dan Pengajarannya https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/sankara/article/view/6871 KEBERAGAMAN BUDAYA SEBAGAI BASIS PENCIPTAAN TARI KREASI NUSANTARA DALAM TRADITIONAL DANCE SPORT: SEBUAH PRACTICE-BASED RESEARCH 2026-07-05T06:14:07+00:00 I Gede Gusman Adhi Gunawan waonegumiart@gmail.com Dewa Ayu Escha Pradnya Deswita dewayuecha12@gmail.com Ni Kadek Risna Setevi Ari adekrisna2019@gmail.com <p>Keberagaman budaya Indonesia merupakan kekayaan yang memiliki potensi besar sebagai sumber inspirasi dalam penciptaan karya seni, termasuk tari kreasi Nusantara. Di sisi lain, perkembangan kompetisi <em>traditional dance sport</em> menuntut hadirnya karya-karya tari yang tidak hanya berakar pada nilai tradisi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan tuntutan artistik dan performatif dalam konteks kompetisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana keberagaman budaya menjadi sumber inspirasi dalam penciptaan karya tari kreasi Nusantara serta bagaimana implementasinya dalam kompetisi <em>traditional dance sport</em>. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode <em>Practice-Based Research</em> (PBR), yang menempatkan praktik penciptaan karya sebagai proses utama dalam menghasilkan pengetahuan. Peneliti berperan langsung sebagai koreografer yang terlibat dalam seluruh tahapan penciptaan karya, mulai dari eksplorasi sumber budaya, pengembangan konsep, eksperimen gerak, penyusunan koreografi, hingga penyajian karya dalam kompetisi. Data diperoleh melalui observasi proses kreatif, dokumentasi karya, refleksi praktik artistik, dan studi pustaka yang relevan. Analisis dilakukan secara interpretatif untuk memahami hubungan antara keberagaman budaya, proses kreatif, dan implementasi karya dalam arena kompetisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman budaya Indonesia merupakan sumber inspirasi yang kaya dalam pengembangan tari kreasi Nusantara melalui proses eksplorasi, interpretasi, adaptasi, dan transformasi unsur budaya menjadi bentuk koreografi baru. Implementasi karya dalam kompetisi <em>traditional dance sport</em> menunjukkan bahwa unsur budaya dapat diolah secara kreatif tanpa kehilangan identitas tradisionalnya, sekaligus memenuhi tuntutan teknis dan estetis kompetisi. Penelitian ini juga menemukan bahwa praktik penciptaan seni menghasilkan pengetahuan mengenai model transformasi keberagaman budaya ke dalam koreografi kompetitif yang tetap mempertahankan nilai-nilai budaya sebagai identitas utama karya. Dengan demikian, keberagaman budaya tidak hanya berfungsi sebagai sumber inspirasi artistik, tetapi juga sebagai landasan pengembangan inovasi dalam tari kreasi Nusantara di era kompetisi seni pertunjukan.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 SANKARA: Prosiding Seminar Nasional Seni Pertunjukan dan Pengajarannya https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/sankara/article/view/6855 PEMBELAJARAN TARI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MEMBANGUN HARMONI SOSIAL 2026-07-02T06:03:17+00:00 Treny Hera trenyhera@univpgri-palembang.ac.id <p>Pembelajaran seni tari memiliki peran penting dalam menanamkan nilai budaya sekaligus membangun hubungan sosial peserta didik. Di tengah arus globalisasi yang semakin kuat, kearifan lokal menjadi unsur penting yang perlu diintegrasikan dalam proses pendidikan agar identitas budaya tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran pembelajaran tari berbasis kearifan lokal dalam membangun harmoni sosial di lingkungan pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap proses pembelajaran seni tari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tari berbasis kearifan lokal mampu menumbuhkan sikap kerja sama, toleransi, disiplin, tanggung jawab, saling menghargai, dan kepedulian sosial antarpeserta didik. Tari tradisional sebagai media pembelajaran membantu peserta didik memahami nilai budaya daerah sekaligus memperkuat identitas budaya lokal. Aktivitas praktik tari kelompok menciptakan ruang interaksi sosial yang positif sehingga terbentuk suasana belajar yang harmonis, kolaboratif, dan inklusif. Selain berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, pembelajaran tari berbasis kearifan lokal juga menjadi media pendidikan karakter yang efektif dalam membangun kesadaran sosial peserta didik di tengah masyarakat multikultural. Dengan demikian, pembelajaran tari berbasis kearifan lokal dapat menjadi strategi pendidikan yang relevan untuk memperkuat harmoni sosial dan ketahanan budaya bangsa.</p> 2026-07-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/sankara/article/view/6858 EKSISTENSI TARI REJANG SARI SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN SENI DALAM MEMPERKUAT DIALOG ANTARBUDAYA PADA IBU-IBU PKK DAN PEMUDI DESA SUMERTA KECAMATAN DENPASAR TIMUR DI ERA MODERN 2026-07-02T07:27:56+00:00 Ni Made Pira Erawati erawatipira@gmail.com ⁠Ni Ketut Laksmi Candra Dewi Pradnya Sari laksmicandra12@gmail.com Ni Putu Mutiara Prasanthi Candra mutiara.aw.bs.8506@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eksistensi Tari Rejang Sari sebagai media pendidikan seni dalam memperkuat dialog antarbudaya pada masyarakat Desa Sumerta, Kecamatan Denpasar Timur di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Rejang Sari masih eksis dan secara konsisten dipentaskan dalam upacara piodalan di Pura Desa Sumerta. Keberlanjutan pementasan ini menegaskan bahwa tari tidak hanya berfungsi sebagai tari <em>wali </em>dalam konteks ritual keagamaan, tetapi juga berkembang sebagai media pendidikan seni berbasis masyarakat. Proses latihan yang melibatkan ibu-ibu PKK serta pemudi menunjukkan adanya pewarisan nilai budaya yang berlangsung melalui praktik sosial secara langsung. Dalam konteks tersebut, Tari Rejang Sari menjadi ruang interaksi sosial yang mempertemukan berbagai generasi dalam proses pembelajaran budaya. Selain itu, Tari Rejang Sari berkontribusi dalam memperkuat dialog antarbudaya melalui internalisasi nilai-nilai multikultural seperti toleransi, kebersamaan, disiplin, dan penghargaan terhadap identitas budaya lokal. Dengan demikian, Tari Rejang Sari tidak hanya dipahami sebagai ekspresi seni ritual, tetapi juga sebagai media pendidikan seni yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan budaya serta memperkuat kohesi sosial masyarakat di tengah dinamika era modern.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026