MODUL AJAR SEBAGAI PERANGKAT PEMBELAJARAN SENI TARI
Keywords:
Modul Ajar, Perangkat Pembelajaran, Seni Tari, Pendidikan Seni, Budaya LokalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji modul ajar sebagai perangkat pembelajaran seni tari dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif, kreatif, dan berbasis budaya. Modul ajar memiliki fungsi penting sebagai pedoman bagi guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran seni tari secara sistematis. Dalam konteks pendidikan seni, modul ajar tidak hanya menjadi media penyampaian materi, tetapi juga sarana pengembangan estetika, kreativitas, keterampilan gerak, serta penanaman nilai budaya kepada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka terkait penggunaan modul ajar dalam pembelajaran seni tari. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interpretatif. Landasan teori yang digunakan meliputi teori pembelajaran seni, perangkat pembelajaran, dan pendidikan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar seni tari mampu membantu guru dalam menyusun tujuan pembelajaran, materi, metode, media, dan evaluasi secara terarah dan terstruktur. Penggunaan modul ajar juga meningkatkan motivasi serta partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran karena materi disajikan secara menarik, komunikatif, dan sesuai dengan konteks budaya lokal. Selain itu, modul ajar seni tari berperan sebagai media pelestarian budaya melalui pengenalan nilai-nilai tradisi, estetika, disiplin, dan kerja sama dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modul ajar sebagai perangkat pembelajaran seni tari memiliki peranan strategis dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, edukatif, dan berbasis kearifan lokal. Pengembangan modul ajar yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan budaya daerah diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan seni sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa.








