TUBUH KEPITING DALAM JERAT PLASTIK: PENCIPTAAN TARI KONTEMPORER “KRATAK” SEBAGAI KRITIK EKOLOGIS TERHADAP PENCEMARAN HUTAN BAKAU
Keywords:
Tari kontemporer, Kepiting bakau, Hutan bakau, Sampah plastik, Kritik ekologis, Penciptaan Tari.Abstract
Penelitian ini membahas proses penciptaan tari kontemporer berjudul Kratak, sebuah karya trio yang bersumber dari kehidupan kepiting bakau, habitat hutan bakau, dan persoalan pencemaran sampah plastik di kawasan pesisir Holtekam dan Tobati. Gagasan penciptaan berangkat dari pengamatan terhadap rusaknya ekosistem bakau akibat sampah plastik yang mengganggu keberlangsungan hidup organisme di dalamnya, termasuk kepiting bakau. Penelitian ini menggunakan pendekatan practice-led research dengan tahapan observasi, eksplorasi gerak, improvisasi, komposisi, dan evaluasi artistik. Gerak kepiting yang menyamping, mencapit, merayap, bersembunyi, dan bertahan hidup di lumpur ditransformasikan menjadi bahasa tubuh kontemporer yang berpadu dengan citra akar bakau dan jerat plastik. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa tubuh penari dapat menjadi medium kritik ekologis melalui pengolahan gerak rendah, gestur mencengkram, pola ruang lateral, dan penggunaan plastik sebagai elemen dramaturgis. Karya Kratak tidak hanya merepresentasikan kerusakan habitat bakau, tetapi juga menghadirkan pesan kesadaran kepada manusia untuk menjaga kebersihan lingkungan pesisir. Dengan demikian, penciptaan tari ini menempatkan seni pertunjukan sebagai ruang refleksi ekologis yang menghubungkan tubuh, habitat, dan tanggung jawab manusia terhadap alam.








