TRANSFORMASI PENDIDIKAN SENI DI ERA DIGITAL: MEMBANGUN DIALOG ANTAR BUDAYA BAGI GENERASI Z DAN ALPHA
Keywords:
dialog antarbudaya, generasi Z, generasi AlphaAbstract
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk pendidikan seni. Generasi Z dan Alpha sebagai generasi digital memiliki karakteristik pembelajaran yang visual, interaktif, kolaboratif, dan berbasis teknologi sehingga memerlukan transformasi model dan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi pendidikan seni di era digital melalui penerapan pendekatan STEAM sebagai media dialog antarbudaya bagi Generasi Z dan Alpha. Penelitian menggunakan metode kajian literatur (literature review) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber pustaka berupa jurnal ilmiah, buku, prosiding, dan dokumen resmi yang relevan dengan pendidikan seni, teknologi pembelajaran, dan budaya. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) melalui proses identifikasi, seleksi, pengelompokan, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan STEAM relevan diterapkan dalam pendidikan seni karena mampu meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, serta keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran berbasis budaya. Selain itu, pendidikan seni berbasis digital dapat menjadi media dialog antarbudaya melalui integrasi teknologi, eksplorasi budaya lokal, dan pengalaman artistik yang kontekstual. Dengan demikian, transformasi pendidikan seni di era digital perlu tetap menempatkan budaya dan nilai kemanusiaan sebagai inti pembelajaran agar pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan perkembangan teknologi.








