METODE PEMBELAJARAN DALANG AGURON-GURON BERBASIS LONTAR DHARMA PAWAYANGAN: REKONSTRUKSI PEDAGOGI TRADISIONAL DALAM PENDIDIKAN DALANG BALI UTARA
Keywords:
Pendidikan Dalang, Aguron-Guron, Dharma Pawayangan, EtnopedagogiAbstract
Penelitian ini bertujuan merumuskan metode pembelajaran dalang berbasis Aguron-Guron yang berlandaskan ajaran Lontar Dharma Pawayangan sebagai model pendidikan dalang yang holistik. Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi teks, observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap dalang, akademisi, serta komunitas pedalangan di Bali Utara. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dalang saat ini mengalami disonansi antara aspek teknis (bisa) dan aspek spiritual-filosofis (dadi). Lontar Dharma Pawayangan mengandung sistem pedagogi yang meliputi dimensi etik-moral, spiritual, sastra-filosofis, dan teknikal-artistik yang belum terintegrasi secara optimal dalam pendidikan formal. Berdasarkan temuan tersebut dirumuskan Metode Pembelajaran Dalang Aguron-Guron Berbasis Dharma Pawayangan (PD5N) yang terdiri atas lima tahapan pembelajaran yaitu Nyimak, Nyastra, Nyantrik, Ngayah, dan Nelesin. Metode ini mengintegrasikan pembelajaran berbasis teks, pengalaman, komunitas, dan spiritualitas sehingga menghasilkan dalang yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga memiliki kedalaman etis dan spiritual. Model ini dapat menjadi alternatif pengembangan kurikulum pendidikan dalang pada jalur formal, nonformal, maupun tradisional.








