https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/prodiksema/issue/feedProdiksema2026-03-05T03:09:37+00:00Open Journal Systems<p>PRODIKSEMA : adalah Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia yang diterbitkan berkala satu tahun sekali. Prosiding ini berisi makalah yang dipresentasikan pada seminar nasional yang diselenggarakan oleh Program studi Pendidikan Sejarah. Makalah yang dimuat berkaitan dengan pendidikan, pembelajaran sejarah dan kajian sosial budaya. Topik yang lebih spesifik berbeda-beda setiap tahunnya sesuai dengan tema seminar.</p>https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/prodiksema/article/view/5996Penerapan Teknologi Digital Dalam Perencanaan Pembelajaran Sejarah Dan Tantangan Pendidikan Di Era Globalisasi2025-12-31T08:41:45+00:00Gusti Ayu Putu Raka Puspa Sarigustiayuputurakapuspasari@gmail.comAnggrini Ina Rouna Turagustiayuputurakapuspasari@gmail.com<p>Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari Penerapan Teknologi Digital Dalam Perencanaan Pembelajaran Sejarah Dan Tantangan Di Era Globalisasi, penerapan teknologi digital dalam pembelajaran ini untuk memajukan mutu pengajaran serta langkah pembelajaran pada masa digital saat ini. Artikel ini membahas tantangan utama dalam pengajaran sejarah di era globalisasi, yaitu bagaimana menjaga relevansi pelajaran dan menarik minat siswa untuk belajar sejarah di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Di samping itu, artikel ini juga membahas kesenjangan antara metode pengajaran tradisional dan kebutuhan siswa yang kini semakin dipengaruhi oleh era digital. Globalisasi telah membawa transformasi signifikan di berbagai bidang, termasuk dalam dunia pendidikan. Dengan memanfaatkan teknologi digital, idiharapkan pembelajaran sejarah dapat menjembatani perbedaan antara metode konvensional dan tuntutan zaman modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai peluang yang dapat ditawarkan oleh teknologi digital serta mengidentifikasi tantangan yang mungkin muncul dalam penerapannya. Hasil Penelitian ini mengungkapkan kalau pemakaian teknologi digital, seperti aplikasi pembelajaran interaktif, video edukatif, dan platform diskusi daring, dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam mata pelajaran sejarah. Teknologi ini juga memberikan kesempatan untuk mengintegrasikan berbagai sumber belajar yang beragam dan berskala global. Meski demikian, penelitian ini juga mencatat beberapa kesulitan, seperti kurangnya pelatihan bagi para guru, kekurangan infrastruktur teknologi di beberapa wilayah, serta risiko terjadinya penurunan kedalaman analisis sejarah akibat penekanan yang lebih pada aspek visual. Sehingga tujuan dari penelitian ini antara lain: (1). Memaparkan Peran Teknologi Digital Dalam Perencanaan Pembelajaran Sejarah Dan Tantangan Pendidikan Di Era Globalisasi. (2). Cara menerapkan Teknologi Digital Dalam Perencanaan Pembelajaran Sejarah.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/prodiksema/article/view/6205Memotret Digitalisasi Pembelajaran Sejarah Lokal: Inovasi Media, Peningkatan Pemahaman dan Penguatan Rasa Nasionalisme 2026-03-05T02:40:17+00:00Adiningtyas Oktavianyjaegerjaquezsaan@gmail.comLobelia Asmaul Husnajaegerjaquezsaan@gmail.com<p>Digitalisasi pembelajaran sejarah lokal memberikan peluang besar untuk merevitalisasi pemahaman <br>generasi muda tentang masa lalu dan rasa nasionalisme. Sejarah lokal sering dipandang sebelah mata <br>dibandingkan dengan sejarah nasional, meskipun sejarah lokal memuat dasar identitas komunitas yang <br>mendorong nasionalisme. Studi menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital seperti augmented <br>reality dan virtual reality, aplikasi berbasis mobile, Massive Open Online Courses (MOOC), dan arsip <br>digital telah menjadi strategi penting untuk mengatasi keterbatasan sumber, menumbuhkan minat, dan <br>memperkaya pengalaman belajar sejarah. Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana digitalisasi <br>digunakan dalam pembelajaran sejarah lokal. Digitalisasi dianggap sebagai inovasi media, metode untuk <br>meningkatkan pemahaman konsep, dan alat untuk memperkuat rasa nasionalisme. Kajian literatur <br>menunjukkan bahwa inovasi digital dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar, keterampilan mereka <br>dalam berpikir tentang sejarah, dan kedekatan emosional mereka dengan lingkungan lokal mereka. <br>Digitalisasi juga membuat siswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam rekonstruksi sejarah <br>secara interaktif, yang berarti pembelajaran tidak lagi pasif. Namun, agar transformasi ini lebih merata, <br>masalah seperti literasi digital, keterbatasan infrastruktur, dan kesenjangan akses harus diperhatikan dengan <br>sangat cermat. Dengan demikian, digitalisasi sejarah lokal dapat digunakan sebagai alat pedagogis <br>kontemporer dan untuk memperkuat rasa nasionalisme.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/prodiksema/article/view/6206Transformasi Digital dalam Pembelajaran Sejarah Kolonial untuk Penguatan Nasionalisme dan Patriotisme 2026-03-05T02:54:37+00:00Ibnu Habib AlwahidIbnuhabibualwahid93@gmail.comPonco SetiyonugrohoIbnuhabibualwahid93@gmail.comYusuf Budi Prasetya SantosaIbnuhabibualwahid93@gmail.com<p>Sejarah kolonial merupakan bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia yang merekam pengalaman <br>penindasan, eksploitasi, sekaligus lahirnya perlawanan rakyat yang melahirkan kesadaran nasional. Namun, <br>pembelajaran sejarah kolonial di kelas sering kali terbatas pada penyampaian materi tekstual yang <br>cenderung hafalan dan kurang menggugah makna. Transformasi digital dalam pembelajaran sejarah hadir <br>sebagai solusi untuk menghadirkan kisah kolonial secara lebih hidup, interaktif, dan relevan dengan <br>generasi muda. Melalui digitalisasi arsip, manuskrip, peta kolonial, surat kabar, hingga museum virtual, <br>siswa dapat mengeksplorasi sumber sejarah secara lebih luas tanpa batas ruang dan waktu. Inovasi ini tidak <br>hanya memperkaya pemahaman faktual, tetapi juga membuka ruang refleksi kritis terhadap pengalaman <br>bangsa di masa penjajahan. Dengan pendekatan digital, pembelajaran sejarah kolonial dapat diarahkan <br>untuk menumbuhkan kesadaran kebangsaan, memperkuat identitas nasional, serta menginternalisasi nilai <br>perjuangan dan solidaritas yang menjadi fondasi nasionalisme dan patriotisme. Guru dituntut kreatif dalam <br>mendesain media digital yang tidak sekadar menyajikan fakta kolonial, tetapi juga menghidupkan semangat <br>perlawanan dan inspirasi kebangsaan. Dengan demikian, transformasi digital dalam pembelajaran sejarah <br>kolonial tidak hanya berfungsi sebagai inovasi pedagogis, melainkan juga sebagai instrumen strategis dalam <br>membangun karakter bangsa di tengah tantangan globalisasi.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/prodiksema/article/view/6207History without Borders melalui Digitalisasi Media Pembelajaran Sejarah dalam Penguatan Nasionalisme dan Patriotisme2026-03-05T03:04:12+00:00Khairunisa Ashrianakhairunisa.ashriana@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan perubahan mendasar dalam proses pembelajaran, tidak <br>terkecuali pembelajaran sejarah. Di era tanpa batas (history without borders), digitalisasi membuka ruang <br>baru bagi generasi muda untuk mengakses, memahami, dan mengapresiasi warisan sejarah bangsa secara <br>lebih interaktif. Namun, tantangan globalisasi juga menuntut agar proses digitalisasi pembelajaran tidak <br>hanya sebatas pada penyajian informasi, melainkan sekaligus menjadi media penguatan nilai-nilai <br>nasionalisme dan patriotisme. Rendahnya minat belajar sejarah di kalangan pelajar Indonesia serta <br>meningkatnya risiko historical amnesia yang dapat melemahkan kesadaran kebangsaan merupakan <br>tantangan berat di era globalisasi saat ini. Artikel ini membahas urgensi pemanfaatan media pembelajaran <br>sejarah berbasis digital sebagai sarana strategis untuk membangun kesadaran kebangsaan. Dengan <br>pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis kritis, ditemukan bahwa berbagai bentuk media <br>digital seperti aplikasi interaktif, museum virtual, video dokumenter, maupun platform pembelajaran daring <br>mampu meningkatkan partisipasi peserta didik serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih <br>mendalam. Di sisi lain, integrasi nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme dalam konten digital menjadi <br>kunci agar generasi muda tidak hanya memahami fakta sejarah, tetapi juga menumbuhkan kecintaan <br>terhadap bangsa. Guru dan pendidik dituntut berperan kreatif dalam mendesain media digital yang tidak <br>sekadar informatif, tetapi juga inspiratif dan membangkitkan kesadaran identitas kebangsaan. Dengan <br>demikian, digitalisasi pembelajaran sejarah tidak hanya berfungsi sebagai inovasi pedagogis, melainkan <br>juga sebagai benteng ideologis dalam menjaga jati diri bangsa di tengah arus globalisasi.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/prodiksema/article/view/6208Candi Merak Klaten dalam Digitalisasi Pembelajaran Sejarah untuk Menumbuhkan Nasionalisme dan Patriotisme 2026-03-05T03:09:37+00:00Ponco Setiyonugrohoponcosetiyooo@gmail.com<p>Candi Merak Klaten merupakan salah satu tinggalan arkeologi dari masa Hindu Mataram Kuno yang <br>menyimpan nilai historis sekaligus potensial dijadikan sumber pembelajaran sejarah. Sayangnya, <br>keberadaannya kurang dikenal dibandingkan dengan candi-candi besar lain seperti Prambanan atau Plaosan <br>sehingga pemanfaatannya dalam dunia pendidikan belum optimal. Pada era transformasi digital saat ini, <br>pelestarian sekaligus pengajaran sejarah membutuhkan pendekatan yang adaptif dan inovatif, salah satunya <br>melalui digitalisasi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan Candi Merak sebagai media <br>pembelajaran sejarah berbasis digital dengan orientasi pada penguatan nilai nasionalisme dan patriotisme <br>generasi muda. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi lapangan, <br>dokumentasi, dan kajian literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi Candi Merak <br>melalui media interaktif seperti e-booklet, tur virtual, augmented reality, maupun platform pembelajaran <br>daring mampu membuka akses luas terhadap sumber sejarah tanpa batasan ruang dan waktu (history <br>without borders). Model pembelajaran ini bukan hanya menghadirkan narasi sejarah yang menarik dan <br>kontekstual, tetapi juga mendorong peserta didik untuk mengenali warisan budaya lokal sebagai bagian <br>integral dari identitas bangsa. Integrasi digitalisasi dengan nilai-nilai historis Candi Merak terbukti dapat <br>memperkuat kesadaran sejarah, menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan budaya, serta membangun <br>sikap nasionalisme dan patriotisme yang relevan dengan tantangan globalisasi. Dengan demikian, Candi <br>Merak tidak hanya berfungsi sebagai warisan arkeologi, melainkan juga sebagai sarana strategis pendidikan <br>karakter kebangsaan di era digital.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026