Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita <p><img style="float: left; padding-right: 10px;" src="https://ojs.mahadewa.ac.id/public/site/images/geditor1/jurnal-ok-v3no1-2022-small.jpg" alt="" width="300" height="424" /></p> <p><strong>Journal title :</strong> Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial<br /><strong>Initials :</strong> NJPSIS<br /><strong>Abbreviation :</strong> Nirwasita JPSIS<br /><strong>Frequency</strong> : 2 Issues every year (March &amp; September)<br /><strong>ISSN (online) :</strong> e-ISSN 2774-6542<br /><strong>Editor in Chief :</strong> <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6169355">Dra. Ni Luh Putu Tejawati, M.Si.</a><br /><strong>Managing Editor :</strong> <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6169436">Ni Putu Yuniarika Parwati, S.Pd.,M.Pd.</a><br /><strong>Publisher :</strong> Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia<br /><strong>Indexing :</strong> <a href="https://scholar.google.com/citations?user=lpfOm1AAAAAJ&amp;hl=id" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar </a><a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/26343" target="_blank" rel="noopener">GARUDA</a></p> <p><strong>Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial</strong> diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September. Jurnal ini berisi tulisan ilmiah tentang pendidikan sejarah serta kajian sosial budaya yang berkaitan dengan pengembangan pembelajaran sejarah.</p> en-US tejawatiputu@gmail.com (Dra. Ni Luh Putu Tejawati, M.Si.) rees.jati.prakasa@gmail.com (Rees Jati Prakasa) Fri, 25 Sep 2026 03:42:53 +0000 OJS 3.2.1.5 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Tantangan Pembelajaran IPS dalam Menghadapi Disinformasi Visual di Era Deepfake https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/7150 <p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi. Namun, kemajuan tersebut juga memunculkan tantangan baru berupa disinformasi visual melalui teknologi <em>deepfake </em>yang semakin sulit dikenali. Kondisi ini menjadi perhatian penting, terutama bagi siswa sebagai generasi yang sangat dekat dengan media digital dan rentan terhadap penyebaran informasi yang tidak akurat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan pembelajaran IPS dalam menghadapi disinformasi visual di era <em>deepfake </em>serta mengidentifikasi peran dan strategi pembelajaran yang dapat diterapkan untuk membantu siswa mengembangkan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur (<em>literature</em><em> review</em>) melalui pengkajian berbagai jurnal ilmiah, artikel akademik, dan dokumen institusional yang relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa <em>deepfake </em>menjadi tantangan baru dalam dunia pendidikan karena dapat memengaruhi cara siswa memahami informasi, membentuk persepsi yang keliru, serta melemahkan kemampuan berpikir kritis jika tidak disikapi secara tepat. Dalam konteks tersebut, pembelajaran IPS memiliki peran strategis dalam membantu siswa memahami fenomena sosial di era digital melalui pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada penguatan literasi digital.</p> I Gusti Ayu Amelia Purnama Sari, Ni Komang Sri Yoga Donia Widiantari, Putu Esha Indhu Bhaskara Copyright (c) 2026 Bhaskara Putu Esha Indhu, Amelia Purnama Sari I Gusti Ayu , Sri Yoga Donia Widiantari Ni Komang https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/7150 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0000 Dekonstruksi Bias Pribumi-Sentris: Studi Representasi Etnis Tionghoa Dalam Buku Teks Sejarah Indonesia Kurikulum Merdeka https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/7147 <p>Artikel ini mengkaji secara kritis bagaimana etnis Tionghoa direpresentasikan dalam buku teks sejarah Indonesia yang dirancang dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis dan kerangka teori poskolonial, penelitian ini berusaha membongkar struktur narasi yang cenderung menempatkan komunitas Tionghoa di posisi marginal, sementara kelompok pribumi dijadikan subjek tunggal dari sejarah nasional. Temuan kajian ini menunjukkan bahwa meskipun Kurikulum Merdeka mengusung semangat kebhinekaan dan inklusivitas, representasi etnis Tionghoa dalam materi ajar sejarah masih menyisakan ketimpangan yang signifikan: kontribusi mereka kerap direduksi menjadi narasi ekonomi semata, partisipasi mereka dalam perjuangan kemerdekaan nyaris tidak tampak, dan identitas mereka lebih sering dikonstruksi melalui lensa kecurigaan historis ketimbang pengakuan kewarganegaraan yang setara. Penelitian ini berpendapat bahwa bias pribumi-sentris bukan sekadar kelalaian editorial, melainkan cerminan dari ideologi kenegaraan yang belum sepenuhnya berdamai dengan pluralitas sejarahnya sendiri. Implikasi dari temuan ini mencakup perlunya reformasi konten buku teks yang lebih radikal, pelibatan komunitas Tionghoa dalam proses penyusunan kurikulum, serta pengadopsian paradigma sejarah multikultural yang melampaui batas-batas etnosentrisme. Artikel ini diharapkan berkontribusi pada perdebatan yang lebih luas tentang keadilan epistemik dalam pendidikan sejarah di Indonesia.</p> Maria Elaviana Arni, Ni Komang Sri Yoga Donia , Ni Putu Yuniarika Parwati , I Gusti Ayu Amelia Purnama Sari Copyright (c) 2026 aviana-2026, yoga donia, Ni Putu Yuniarika Parwati , I Gusti Ayu Amelia Purnama Sari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/7147 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0000 Peran Otto Iskandardinata dalam Pergerakan Nasional Bandung Tahun 1920-1945 https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/6850 <h1 style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: justify; tab-stops: 297.0pt;"><span lang="EN-US" style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Times New Roman',serif; letter-spacing: -.3pt; font-weight: normal;">Otto Iskandardinata memiliki peran penting dalam pergerakan nasional di Bandung pada tahun 1920-1945. Dimana ia merupakan salah satu tokoh penting yang berjuang melalui pendidikan, organisasi, pers, dan politik untuk membangkitkan kesadaran kebangsaan bagi masyarakat. Di Bandung, ia hadir tidak hanya sebagai pejuang politik, tetapi juga sebagai figure yang mendorong masyarakat agar memiliki keberanian, harga diri, dan semangat akan persatuan dalam menghahadapi penjajah. Kiprahnya menunjukan bahwa perjuangan tidak selalu dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan juga melalui pemikiran dan keberanian moral. Dari sudut pandang filsafat, bahwa perjuangan Otto dapat dipahami sebagai upaya manusia untuk menuntut keadilan, kebebasan, harga diri, yakni ketika manusia menolak penindasan dan berusaha melawan demi kebebasan bangsanya. Dengan itu, Otto adalah tokoh yang menjadikan simbol perjuangan kota Bandung, sekaligus membangun kesadaran, bahwa keberanian adalah tindakan untuk membangun masa depan yang merdeka. </span></h1> fiqah inayah, Siti Nur Amanda, Fitrotul Muzayanah Copyright (c) 2026 fiqah inayah, Siti Nur Amanda, Fitrotul Muzayanah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/6850 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0000 Sejarah Sosial Pesantren dan Surau sebagai Pusat Perlawanan Kolonial di Riau https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/6550 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini membahas peran surau dan pesantren di Riau sebagai lembaga pendidikan Islam sekaligus pusat perlawanan masyarakat Melayu terhadap kolonialisme Barat. Penelitian memahami bertujuan bagaimana surau dan pesantren mempertahankan identitas sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Melayu di tengah dominasi kolonial Belanda. Metode yang digunakan adalah penelitian sejarah dengan pendekatan sejarah sosial. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dari arsip, dokumen sejarah, buku, jurnal ilmiah, tesis, dan disertasi yang relevan. Analisis dilakukan melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surau dan pesantren tidak hanya berfungsi sebagai tempat pendidikan agama, tetapi juga sebagai sarana perlawanan budaya, sosial, dan ekonomi. Perlawanan tersebut dilakukan melalui penguatan tradisi Islam-Melayu, pengembangan solidaritas masyarakat, jaringan ulama, serta kemandirian ekonomi berbasis wakaf dan perdagangan lokal. Selain itu, hubungan ulama Melayu dengan pusat keilmuan Islam di Haramain turut memperkuat kesadaran intelektual dan spiritual masyarakat dalam menghadapi kolonialisme. Secara khusus, temuan penelitian menunjukkan bahwa surau-surau di wilayah Siak, Indragiri, dan Riau-Lingga berperan sebagai pusat transmisi nilai Islam-Melayu yang memperkuat identitas lokal serta menjaga tradisi Arab-Melayu (Jawi) di tengah tekanan kolonial. Dengan demikian, surau dan pesantren menjadi pilar penting dalam menjaga identitas dan ketahanan masyarakat Melayu-Riau pada masa kolonial.</span></span></p> Riyo Alfarezi Copyright (c) 2026 Riyo Alfarezi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/6550 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0000 Larung Sembonyo sebagai Warisan Budaya Maritim: Kajian Historis Masyarakat Pesisir Prigi, Trenggalek https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/6497 <p>Adat Larung Sembonyo merupakan wujud warisan budaya bahari yang berkembang pada masyarakat pesisir Prigi di Kabupaten Trenggalek. Praktik ini dipandang sebagai representasi hubungan historis antara masyarakat nelayan dengan lingkungan lautnya, bukan sekedar ritual sedekah ke laut. Meskipun adat Larung Sembonyo dikenal luas sebagai program budaya masyarakat pesisir Prigi, masih sedikit penelitian akademis yang menempatkannya dalam konteks sejarahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis asal-usul, evolusi, dan makna sosial budaya Larung Sembonyo dari sudut pandang sejarah. Pendekatan yang digunakan adalah metodologi penelitian sejarah yang meliputi tahapan heuristik (pengumpulan sumber melalui penelitian kepustakaan dan wawancara dengan tokoh masyarakat), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Studi ini mengungkapkan bahwa Larung Sembonyo secara historis terkait dengan dinamika sosial ekonomi nelayan dan sistem kepercayaan masyarakat pesisir. Tradisi ini berkembang seiring berjalannya waktu dari upacara komunal dan sakral menjadi program budaya dengan komponen pariwisata. Namun pelaksanaannya tetap berpusat pada nilai-nilai solidaritas, religiusitas, dan identitas maritim. Oleh karena itu, Larung Sembonyo dapat dipandang sebagai warisan budaya yang tidak hanya mencerminkan sejarah lokal tetapi juga berkontribusi terhadap identitas sosial masyarakat pesisir Prigi.</p> Elsa Nabawi Copyright (c) 2026 Elsa Nabawi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/6497 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0000 Penerapan Teknologi Digital Dalam Perencanaan Pembelajaran Sejarah Dan Tantangan Pendidikan Di Era Globalisasi https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/7182 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari Penerapan Teknologi Digital Dalam Perencanaan Pembelajaran Sejarah Dan Tantangan Di Era Globalisasi, penerapan teknologi digital dalam pembelajaran ini untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan proses pembelajaran di era digital. Artikel ini membahas tantangan utama dalam pengajaran sejarah di era globalisasi, yaitu bagaimana menjaga relevansi pelajaran dan menarik minat siswa untuk belajar sejarah di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Di samping itu, artikel ini juga membahas kesenjangan antara metode pengajaran tradisional dan kebutuhan siswa yang kini semakin dipengaruhi oleh era digital. Globalisasi telah membawa transformasi signifikan di berbagai bidang, termasuk dalam dunia pendidikan. Dengan memanfaatkan teknologi digital, diharapkan pembelajaran sejarah dapat menjembatani perbedaan antara metode konvensional dan tuntutan zaman modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai peluang yang dapat ditawarkan oleh teknologi digital serta mengidentifikasi tantangan yang mungkin muncul dalam penerapannya. Hasil Penelitian ini Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi pembelajaran interaktif, video edukatif, dan platform diskusi daring, dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam mata pelajaran sejarah. Teknologi ini juga memberikan kesempatan untuk mengintegrasikan berbagai sumber belajar yang beragam dan berskala global. Meski demikian, penelitian ini juga mencatat beberapa tantangan, seperti kurangnya pelatihan bagi para guru, keterbatasan infrastruktur teknologi di beberapa wilayah, serta risiko terjadinya penurunan kedalaman analisis sejarah akibat penekanan yang lebih pada aspek visual. Sehingga tujuan dari penelitian ini antara lain: (1). Menjelaskan Peran Teknologi Digital Dalam Perencanaan Pembelajaran Sejarah Dan Tantangan Pendidikan Di Era Globalisasi. (2). Cara menerapkan Teknologi Digital Dalam Perencanaan Pembelajaran Sejarah.</p> Gusti Ayu Putu Raka Puspa Sari, Ni Putu Yuniarika Parwati Copyright (c) 2026 Gusti Ayu Putu Raka Puspa Sari, Ni Putu Yuniarika Parwati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/7182 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0000 Krisis Sampah Pasca-Penutupan TPA Suwung: Analisis Isu Sosial Kontemporer dalam Pembelajaran IPS di Bali https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/7148 <p>Penelitian ini mengkaji fenomena krisis sampah di Bali pasca-penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang memicu penumpukan limbah liar di area publik, serta strategi integrasinya ke dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Urgensi kajian ini didasarkan pada besarnya dampak sosiologis dari disrupsi ekologis lokal dan perlunya transformasi kurikulum IPS agar lebih kontekstual. Tujuan utama penelitian adalah menganalisis dampak sosial-ekonomi krisis penumpukan sampah serta merumuskan rekonstruksi desain materi pembelajaran IPS berbasis Isu Sosio-Sains (Socio-Scientific Issues). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumen kebijakan, analisis literatur ilmiah lima tahun terakhir, dan observasi lapangan kontemporer. Teori ekologi sosial dan paradigma konstruktivisme digunakan sebagai pisau analisis dalam membedah fenomena ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa penutupan TPA Suwung mengakibatkan degradasi kualitas lingkungan, merusak estetika pariwisata, serta memicu friksi atau konflik horizontal di masyarakat akibat pencemaran. Dalam domain pedagogis, rekonstruksi materi pembelajaran IPS yang mengintegrasikan krisis sampah lokal terbukti efektif dalam memantik ecological intelligence, kemampuan penalaran kritis, serta mengasah kepedulian sosial (social awareness) peserta didik di jenjang sekolah dasar dan menengah.</p> Putu Esha Indhu Bhaskara, Ni Luh Putu Oktarianingsih, Dewa Gede Permana Saputra Copyright (c) 2026 Putu Esha Indhu Bhaskara, Ni Luh Putu Oktarianingsih, Dewa Gede Permana Saputra https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/7148 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0000 Rekonstruksi Historis Piagam Madinah Sebagai Rancangan Model Intervensi Psikologi Sosial Untuk Mengatasi Bullying dan Low Self Esteem https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/7044 <p>Bullying dan low self-esteem pada peserta didik sekolah dasar masih menjadi permasalahan yang memengaruhi perkembangan sosial dan psikologis, sementara kajian mengenai Piagam Madinah umumnya masih terbatas pada aspek sejarah dan politik sehingga belum banyak dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan intervensi psikologi sosial di bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi nilai-nilai ukhuwah dalam Piagam Madinah secara historis serta menyusun Model Piagam Kelas Madani sebagai intervensi psikologi sosial untuk mengatasi bullying dan low self-esteem. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian sejarah yang dipadukan dengan studi kepustakaan (library research). Analisis dilakukan melalui analisis historis terhadap Piagam Madinah dan sintesis konseptual dengan teori psikologi sosial. Hasil penelitian menunjukkan enam nilai utama, yaitu ukhuwah, keadilan, tanggung jawab kolektif, musyawarah, perlindungan terhadap kelompok lemah, dan penghormatan terhadap keberagaman. Berdasarkan sintesis tersebut dihasilkan Madani Classroom Framework sebagai model konseptual serta Matriks Implementasi Berbasis Bukti yang memuat alternatif metode dan praktik implementatif bagi guru sekolah dasar. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Piagam Madinah memiliki relevansi sebagai landasan pengembangan intervensi psikologi sosial berbasis nilai-nilai Islam untuk membangun budaya sekolah yang inklusif, aman, dan kolaboratif.</p> Tisya Khairunnisa, Danil Mahmud Chaniago Copyright (c) 2026 Tisya Khairunnisa https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/7044 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0000 Mengembangkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Pembelajaran Sejarah di Sekolah Menengah Atas https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/6652 <p>Pelaksanaan penilaian psikomotorik dalam mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada pembelajaran sejarah di sekolah menengah atas.Metode penelitin ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru sejarah di SMA Negeri 1 Sewon.Pengumpulaan data &nbsp;melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis. Penilaian psikomotorik telah diterapkan melalui kegiatan proyek, presentasi, dan pembuatan karya yang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran sejarah. Dalam pelaksanaan nya masih ada kendala, seperti keterbatasan waktu, kurangnya variasi teknik penilaian, serta penyusunan instrumen dan rubrik yang belum optimal. Pengembangan penilaian berbasis proyek, kinerja, dan portofolio yang terintegrasi dengan indikator HOTS dinilai mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan analitis siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model penilaian psikomotorik kontekstual yang mengintegrasikan keterampilan berpikir historis dan HOTS melalui penggunaan rubrik penilaian yang sistematis. Dengan demikian, penilaian psikomotorik berbasis HOTS dapat menjadi alternatif evaluasi yang lebih autentik, bermakna, dan relevan.</p> Tima Aisyah Siregar Copyright (c) 2026 Tima Aisyah Siregar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/6652 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0000 Relasi Kurikulum dan Kekuasaan Politik: Analisis Kritis Kurikulum 1964 di Indonesia https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/6549 <p>Kajian ini menganalisis relasi kritis antara desain kurikulum dan otoritas politik, dengan fokus pada instrumentalisasi Kurikulum 1964 pada era Demokrasi Terpimpin di Indonesia. Secara historis, kajian mengenai kurikulum ini didominasi oleh narasi deskriptif. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan yang dipadukan dengan analisis konten kritis, studi ini mengkaji bagaimana rezim mengintegrasikan ideologinya ke dalam sistem pendidikan. Melalui pembingkaian analisis menggunakan lensa kritis Michael Apple, Louis Althusser, Paulo Freire, dan Henry Giroux, temuan penelitian menunjukkan bahwa kurikulum tersebut ditransformasikan dari sebuah kerangka pedagogis menjadi teknologi politik yang bertujuan untuk mengamankan hegemoni penguasa melalui ketetapan negara dan program indoktrinasi. Konsekuensinya, potensi holistik dari sistem Pancawardhana tereduksi menjadi aparatus ideologis. Pada akhirnya, kajian ini membuktikan bahwa kerentanan kurikulum bersumber dari ketergantungan strukturalnya pada kekuasaan politik yang bersifat sementara, alih-alih pada fondasi pedagogis yang otonom.</p> Mursyid Habib, Zulkarnain Copyright (c) 2026 Mursyid Habib, Zulkarnain https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/6549 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0000 Somba Opu: Memori Bandar Niaga dan Identitas Sejarah Makassar Somba Opu: Memory of a Trading Port and Makassar Historical Identity https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/6472 <p><strong>Abstrak. </strong>Artikel ini mengkaji Somba Opu sebagai memori bandar niaga yang membentuk identitas sejarah Makassar. Masalah pokok yang dibahas ialah bagaimana kawasan Somba Opu, yang pernah menjadi pusat pemerintahan, benteng pertahanan, dan pelabuhan kosmopolitan Kerajaan Gowa-Tallo, terus dimaknai sebagai sumber identitas maritim, politik, dan budaya pada masa kini. Kajian ini penting karena Somba Opu bukan hanya menyimpan sisa struktur benteng, tetapi juga merekam pengalaman perdagangan internasional, pelabuhan bebas, perang, rekonstruksi arkeologis, dan pemanfaatan wisata sejarah. Penelitian menggunakan metode sejarah melalui heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan pendekatan memori kolektif dan identitas tempat. Hasil kajian menunjukkan bahwa Somba Opu merepresentasikan identitas Makassar sebagai kota maritim, terbuka, kosmopolitan, memiliki daya tahan politik, dan berpotensi menjadi ruang edukasi sejarah lintas disiplin. Penguatan identitas tersebut memerlukan perlindungan zonasi, interpretasi publik, pengelolaan lanskap, kebersihan kawasan, dan keterlibatan masyarakat.</p> Ainiyah putri syafima Copyright (c) 2026 Ainiyah putri syafima https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/6472 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0000