Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita
<p><img style="float: left; padding-right: 10px;" src="https://ojs.mahadewa.ac.id/public/site/images/geditor1/jurnal-ok-v3no1-2022-small.jpg" alt="" width="300" height="424" /></p> <p><strong>Journal title :</strong> Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial<br /><strong>Initials :</strong> NJPSIS<br /><strong>Abbreviation :</strong> Nirwasita JPSIS<br /><strong>Frequency</strong> : 2 Issues every year (March & September)<br /><strong>ISSN (online) :</strong> e-ISSN 2774-6542<br /><strong>Editor in Chief :</strong> <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6169355">Dra. Ni Luh Putu Tejawati, M.Si.</a><br /><strong>Managing Editor :</strong> <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6169436">Ni Putu Yuniarika Parwati, S.Pd.,M.Pd.</a><br /><strong>Publisher :</strong> Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia<br /><strong>Indexing :</strong> <a href="https://scholar.google.com/citations?user=lpfOm1AAAAAJ&hl=id" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar </a><a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/26343" target="_blank" rel="noopener">GARUDA</a></p> <p><strong>Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial</strong> diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September. Jurnal ini berisi tulisan ilmiah tentang pendidikan sejarah serta kajian sosial budaya yang berkaitan dengan pengembangan pembelajaran sejarah.</p>Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesiaen-USNirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial2774-6542Koleksi Museum Bali Sebagai Sumber Edukasi Budaya
https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/6242
<p>Museum Bali berperan penting dalam pelestarian dan penyebaran warisan budaya Bali melalui koleksi artefak yang kaya dan beragam. Artikel ini mengkaji potensi koleksi Museum Bali sebagai sumber edukasi budaya yang dapat memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap sejarah dan tradisi lokal. Koleksi yang mencakup berbagai artefak, seperti seni rupa, kerajinan tangan, pakaian adat, senjata tradisional, serta naskah kuno, menjadi sarana penting dalam menyampaikan narasi budaya yang autentik. Edukasi budaya melalui museum ini tidak hanya memperkenalkan aspek historis dan artistik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai lokal yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini juga membahas pendekatan-pendekatan edukatif yang diterapkan oleh Museum Bali, termasuk program pameran interaktif, workshop, dan kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman yang melibatkan partisipasi aktif pengunjung. Peran museum dalam mendukung pendidikan formal dan informal menjadi sorotan, di mana koleksi yang dimiliki berfungsi sebagai bahan ajar tambahan untuk memperkaya kurikulum sekolah. Selain itu, artikel ini mengeksplorasi tantangan yang dihadapi dalam upaya memaksimalkan fungsi edukasi museum, seperti keterbatasan aksesibilitas dan kebutuhan akan inovasi dalam presentasi koleksi. Melalui studi ini, diharapkan Museum Bali dapat terus berkembang sebagai pusat edukasi budaya yang dinamis, mampu menjaga relevansinya dalam menghadapi perubahan zaman, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas nasional.</p> <p>(Kata Kunci: Museum Bali, Koleksi, Edukasi.)</p>Ni Kadek Grice PrebianiNi Putu Yuniarika ParwatiI Nyoman Bayu Pramartha
Copyright (c) 2026 Ni Kadek Grice Prebiani, Ni Putu Yuniarika Parwati, I Nyoman Bayu Pramartha
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-03-202026-03-2071667310.59672/nirwasita.v7i1.6242Pengembangan E-Modul Sejarah Lokal Perang Barito (1859–1905) sebagai Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa SMA Negeri 2 Palangka Raya.
https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/5471
<p><strong>Abstrak:</strong> Penelitian ini dilakukan karena terbatasnya variasi bahan ajar dan rendahnya pemahaman siswa terhadap sejarah lokal yang jarang diajarkan di sekolah, sehingga dikembangkan e-modul digital dengan fokus materi Perang Barito (1859–1905) untuk membantu guru dalam pembelajaran sekaligus meningkatkan minat belajar siswa. Menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi, e-modul ini dinilai sangat layak berdasarkan skor kelayakan dari ahli materi (90%), ahli bahasa (78,5%), dan ahli media (98%). Uji kepraktisan pada 41 siswa menunjukkan peningkatan nilai pre-test dari 60,24% menjadi post-test 79,92%, atau naik 21,87%, yang membuktikan e-modul efektif dalam meningkatkan minat belajar dan pembelajaran sejarah lokal. Penelitian ini berkontribusi penting dalam pengembangan media pembelajaran digital yang sesuai dengan konteks lokal dan mendukung motivasi belajar siswa.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> pengembangan, e-modul, sejarah lokal, Perang Barito, minat belajar</p>Endriyani
Copyright (c) 2026 Endriyani
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-03-192026-03-1971536510.59672/nirwasita.v7i1.5471Revitalisasi Warisan Leluhur Melalui Pembelajaran Sejarah Lokal Berbasis Teknologi Digital
https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/6249
<p>Era globalisasi telah mempercepat pergeseran nilai budaya dan melemahkan keterikatan generasi muda terhadap sejarah lokal dan warisan budaya, termasuk <em>La</em><em> Galigo</em>. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi Komik Digital <em>Augmented Reality </em>(AR) sebagai media inovatif dalam revitalisasi <em>La Galigo </em>agar tetap relevan dengan konteks generasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, memanfaatkan studi pustaka dan analisis konten. Hasil kajian menunjukkan bahwa komik AR mampu menghadirkan pengalaman belajar imersif melalui penggabungan teks, visual, audio, dan interaksi digital, sehingga memudahkan siswa memahami sekaligus menghayati nilai-nilai budaya dan konservasi lingkungan yang terkandung dalam <em>La Galigo</em>. Kendala utama meliputi perbedaan kemampuan persepsi informasi antar siswa, keterbatasan akses perangkat digital, serta keterampilan guru yang masih rendah dalam mengintegrasikan teknologi ke pembelajaran. Solusi yang diusulkan mencakup model pembelajaran adaptif, pelatihan guru, dan strategi penggunaan perangkat secara bergiliran di sekolah. Studi ini menyimpulkan bahwa komik AR tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran yang menarik, tetapi juga sebagai sarana strategis untuk membangun kesadaran budaya dan ekologis generasi muda melalui revitalisasi sejarah lokal.</p>Muhammad Aiman Azhar
Copyright (c) 2026 Muhammad Aiman Azhar
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-03-192026-03-1971445210.59672/nirwasita.v7i1.6249Pemikiran Ki Hadjar Dewantara Berbasis Kearifan Lokal Bali Sebagai Landasan Penguatan Pendidikan Karakter
https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/6070
<p>Pendidikan karakter merupakan agenda strategis pendidikan nasional yang memerlukan pendekatan kontekstual dan berakar pada budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan integrasi pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) dengan kearifan lokal Bali Tri Hita Karana sebagai landasan konseptual penguatan pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan, melalui analisis kritis terhadap karya-karya Ki Hadjar Dewantara, dokumen kebijakan pendidikan, serta hasil penelitian dari jurnal bereputasi yang relevan dengan pendidikan karakter dan kearifan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip <em>menuntun kodrat anak</em>, sistem among, dan trilogi pendidikan KHD memiliki keselarasan nilai dengan dimensi <em>Parahyangan</em>, <em>Pawongan</em>, dan <em>Palemahan</em> dalam Tri Hita Karana. Integrasi kedua landasan tersebut menghasilkan kerangka konseptual pendidikan karakter yang bersifat humanis, holistik, dan kontekstual, serta relevan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan model konseptual pendidikan karakter berbasis pemikiran pendidikan nasional dan kearifan lokal Bali yang dapat dijadikan rujukan bagi pengembangan kurikulum, praktik pembelajaran, dan kebijakan pendidikan karakter di satuan pendidikan.</p>nyoman astawanDewa Made AlitI Nyoman Sadwika
Copyright (c) 2026 nyoman astawan, Dewa Made Alit, I Nyoman Sadwika
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-03-182026-03-187111010.59672/nirwasita.v7i1.6070Dari Situs Ke Situs Web: Transformasi Media Pembelajaran Sejarah Lokal Di Era Digital
https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/6248
<p>Akses dan kualitas pembelajaran sejarah lokal Kesultanan Banten bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) masih terbatas akibat minimnya media digital yang relevan dan inklusif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran sejarah Kesultanan Banten berbasis digital, bernama Bantenedia. Metode yang digunakan adalah R&D model Hannafin & Peck. Penelitian ini mengumpulkan data kualitatif (wawancara analisis kebutuhan) dan kuantitatif (uji validitas desain oleh ahli materi dan media). Lingkup penelitian hanya sampai tahap pengembangan media. Bantenedia, sebuah <em>chatbot </em>berbasis <em>website </em>(Smojo AI), akan dikembangkan. Fitur utamanya mencakup materi sejarah Kesultanan Banten, jelajah situs, <em>chatbot </em>interaktif (AI), dan kuis (Quizizz). Uji validitas menunjukkan Bantenedia layak hingga sangat layak (materi: 80% & 95%; media: 89%). Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa Bantenedia adalah media pembelajaran digital inovatif yang berhasil dikembangkan dan divalidasi oleh ahli, sehingga diharapkan bisa menjadi solusi untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pembelajaran sejarah lokal bagi ABK.</p>Atsir Al Atsari Nurachmah Sabina Meirizka FahriyahMuhammad Anggie Farizqi Prasadana
Copyright (c) 2026 Atsir Al Atsari , Nurachmah Sabina , Meirizka Fahriyah, Muhammad Anggie Farizqi Prasadana
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-03-192026-03-1971344310.59672/nirwasita.v7i1.6248Membangun Memori Kolektif Bangsa: Digitalisasi Sejarah Nasional Sebagai Pilar Pendidikan Karakter
https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/6245
<p>Di era digital, tantangan terhadap kesadaran sejarah bangsa semakin kompleks. Generasi muda cenderung kehilangan keterikatan emosional dengan sejarah nasional akibat arus globalisasi dan dominasi konten digital yang bersifat instan. Penelitian ini mengkaji bagaimana digitalisasi sejarah nasional dapat berperan sebagai instrumen strategis dalam membangun memori kolektif bangsa sekaligus menjadi fondasi dalam pendidikan karakter. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka dan analisis literatur, penelitian ini menemukan bahwa digitalisasi mampu menghadirkan narasi sejarah dalam bentuk yang lebih menarik, interaktif, dan mudah diakses oleh generasi digital. Melalui media seperti arsip daring, dokumenter digital, dan aplikasi pembelajaran sejarah, nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan integritas dapat ditanamkan secara lebih kontekstual. Namun, proses ini juga dihadapkan pada tantangan literasi digital, keterbatasan infrastruktur, dan minimnya kurasi konten yang sesuai dengan tujuan pendidikan karakter. Oleh karena itu, integrasi antara pendidik, teknologi, dan kurikulum diperlukan untuk menjadikan digitalisasi sejarah bukan sekadar transformasi bentuk, tetapi juga transformasi nilai. Penelitian ini menegaskan bahwa membangun memori kolektif bangsa melalui sejarah digital bukan hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga membentuk generasi berkarakter kuat untuk masa depan.</p>Auliya Nabilatus SyifaReza Devika Cindy Tiara
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-03-192026-03-1971112010.59672/nirwasita.v7i1.6245Historiaksi 4.0 Membawa Cerita Rakyat ke Era Digital Pembelajaran Sejarah Lokal untuk Siswa SD
https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/6246
<p>Di tengah ledakan teknologi dan gempuran budaya luar, pelajaran sejarah di sekolah dasar masih bergantung pada hafalan dan buku paket. Meskipun demikian, sejarah dapat bertahan dan memiliki makna jika di tanamkan dalam cerita yang dekat dengan siswa. Dalam artikel ini, model historiaksi juga dikenal sebagai ”sejarah dalam tindakan” yang diajukan sebagai pendekatan inovatif yang menggabungkan cerita rakyat lokal, cerita digital, dan kurikulum karakter. Penulis menilai efektivitas Historiaksi sebagai penghubung antara identitas budaya dan keterampilan abad ke-21 dengan menggunakan metode systematic Literature Review (SLR) dan pendekatan deskriptif kualitatif. Kajian menunjukkan bahwa siswa lebih terlibat secara aktif, memahami konteks sejarah lokal, dan mampu merefleksikan nilai-nilai budaya leluhur mereka. Historiaksi tidak hanya memberikan pengetahuan tentang sejarah, tetapi juga menghidupkan sejarah. Mengingat profil Pelajar Pancasila dan semangat History Without Borders, inovasi ini layak diterapkan secara nasional untuk pembelajaran sejarah masa depan.</p>Falian NindyaIfa AuliaAdinda Anis
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-03-192026-03-1971212810.59672/nirwasita.v7i1.6246Sejarah Lokal dalam Genggaman: Strategi Edukasi Digital untuk Generasi Muda
https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/6247
<p>Dalam lanskap kontemporer yang didominasi revolusi digital, meskipun akses informasi global sangat mudah, terdapat paradoks di mana pemahaman mendalam mengenai identitas kultural dan warisan lokal justru berpotensi kabur, khususnya bagi generasi muda yang terintegrasi dengan teknologi modern. Sejarah lokal, yang merupakan fondasi krusial dalam pembentukan jati diri kolektif dan penguatan rasa kebangsaan, kerap terpinggirkan oleh narasi global yang lebih menarik. Menyadari urgensi ini, transformasi pendekatan edukasi sejarah lokal sangat diperlukan agar selaras dengan dinamika perkembangan zaman. Selain itu, digitalisasi konten sejarah, mulai dari foto, peta lama, cerita rakyat, hingga artefak, menjadi krusial untuk memudahkan akses dan pelestarian sumber sejarah lokal. Pengembangan media interaktif seperti video dokumenter pendek, <em>podcast</em>, atau tur virtual lokasi bersejarah juga memainkan peran penting dalam menarik minat dan mengembangkan kreativitas generasi muda. Keberhasilan implementasi integrasi edukasi digital ini tidak terlepas dari kerjasama strategis dengan sekolah<strong>, </strong>termasuk pembuatan modul pembelajaran sejarah lokal yang selaras dengan Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, masa depan sejarah lokal di era digital bukan hanya tentang mempertahankan narasi masa lalu, tetapi tentang memberdayakannya melalui inovasi teknologi<strong>. </strong>Pemanfaatan teknologi secara strategis memungkinkan revitalisasi narasi-narasi lokal dan penguatan identitas budaya di tengah arus globalisasi informasi, menjadikan sejarah lokal bagian integral dari pengalaman dan jati diri generasi mendatang.</p>Louisa Elizabeth AritonangAnita Anargia SigiroIntan Ratna Sari Lase
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-03-192026-03-1971293310.59672/nirwasita.v7i1.6247