Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita <p><img style="float: left; padding-right: 10px;" src="https://ojs.mahadewa.ac.id/public/site/images/geditor1/jurnal-ok-v3no1-2022-small.jpg" alt="" width="300" height="424" /></p> <p><strong>Journal title :</strong> Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial<br /><strong>Initials :</strong> NJPSIS<br /><strong>Abbreviation :</strong> Nirwasita JPSIS<br /><strong>Frequency</strong> : 2 Issues every year (March &amp; September)<br /><strong>ISSN (online) :</strong> e-ISSN 2774-6542<br /><strong>Editor in Chief :</strong> <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6169355">Dra. Ni Luh Putu Tejawati, M.Si.</a><br /><strong>Managing Editor :</strong> <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6169436">Ni Putu Yuniarika Parwati, S.Pd.,M.Pd.</a><br /><strong>Publisher :</strong> Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia<br /><strong>Indexing :</strong> <a href="https://scholar.google.com/citations?user=lpfOm1AAAAAJ&amp;hl=id" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar </a><a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/26343" target="_blank" rel="noopener">GARUDA</a></p> <p><strong>Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial</strong> diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September. Jurnal ini berisi tulisan ilmiah tentang pendidikan sejarah serta kajian sosial budaya yang berkaitan dengan pengembangan pembelajaran sejarah.</p> Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia en-US Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial 2774-6542 PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA MASA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BANGSA EROPA KELAS XI SMK N 7 BANDAR LAMPUNG https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/4538 <p>Tujuan penelitian ini yaitu (1) Menghasilkan produk berupa media ular tanggga sejarah pada mata pelajaran sejarah kelas XI SMK N 7&nbsp; Bandar Lampung dengan materi masa kolonialisme dan imperialisme bangsa eropa. (2) Mengetahui respon pada guru terhadap media ular tanggga sejarah. (3) untuk mengetahui kualitas media pengembangan ular tangga sejarah memenuhi kriteria valid dan praktis. Kemudian penelitian ini mengacu pada langkah-langkah penelitian dan media pengembangan dengan model pengembangan ADDIE. Serta subjek ini di uji coba kepada siswa kelas XI SMK N 7 Bandar Lampung mulai dari pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara, serta analisis data menggunakan skala 5 kategori jawaban. Dari hasil penelitian ini berupa (1) Berdasarkan ahli uji validasi oleh ahli media dikategorikan “sangat valid” berdasarkan uji validasi ahli&nbsp; materi dikategori “sangat valid” kemudian berdasarkan ahli bahasa dikategorikan “sangat valid”. (2) Berdasarkan respon guru terhadap pengembangan media ular tangga memperoleh kategori “sangat layak”. Berdasarkan uji coba kelompok kecil memperoleh kategori “sangat efektif”, dan saat uji kelompok besar mendapatkan kategori “sangat efektif” (3) Berdasarkan ujicoba hasil belajar terhadap&nbsp; penggunaan media ular tangga dengan ujicoba produk melalui prestest dan prosttest dikategorikan efektif, dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI sejarah SMK N 7 Bandar Lampung.</p> Sekar Ayu Cantika Dewi Putut Wisnu Kurniawan Ulul Azmi Muhammad Copyright (c) 2025 Sekar Ayu Cantika Dewi, Putut Wisnu Kurniawan, Ulul Azmi Muhammad https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-03-27 2025-03-27 6 1 54 60 10.59672/nirwasita.v6i1.4538 Pengembagan Sistem Informasi Dan Pengembangan Kawasan Cagar Budaya Kerajaan Singosari Malang Sebagai Heritage Tourism https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/4498 <p>Pengembangan sistem informasi dan pengelolaan situs-situs cagar budaya di Singosari, Malang, merupakan langkah penting yang tidak hanya bertujuan untuk melestarikan warisan sejarah, namun juga memanfaatkan potensi tersebut sebagai daya tarik wisata yang signifikan. Singosari, yang dikenal sebagai bekas pusat Kerajaan Singosari pada abad ke-13, menyimpan berbagai situs bersejarah yang kaya akan nilai sejarah dan arsitektur, termasuk Candi Singosari dan Candi Jago. Situs-situs ini tidak hanya berfungsi sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai pengingat penting akan sejarah dan identitas budaya bangsa. Di era digital seperti sekarang ini, pengelolaan cagar budaya harus didukung oleh sistem informasi yang efektif. Teknologi informasi memungkinkan penyajian informasi mengenai cagar budaya dengan cara yang lebih interaktif dan menarik. Melalui platform digital, pengunjung dapat dengan mudah mengakses informasi yang relevan terkait sejarah, fungsi, dan nilai budaya dari setiap situs. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan teknologi informasi dalam pengelolaan cagar budaya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan cagar budaya. Sistem informasi yang baik tidak hanya membantu dalam penyebaran informasi, tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya.</p> Safina desfianti Copyright (c) 2025 Safina desfianti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-03-27 2025-03-27 6 1 27 34 10.59672/nirwasita.v6i1.4498 Konstituante 1955: Dampak Pemilu Pertama Di Kabupaten Jepara Terhadap Politik Lokal https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/4130 <h1>Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 1955 di Jepara merupakan tonggak sejarah penting bagi demokrasi Indonesia, mencerminkan tingginya partisipasi politik masyarakat dan interaksi kompleks antara ideologi agama dan nasionalisme yang mengubah lanskap politik lokal. Meskipun pemilu ini menyebabkan fragmentasi politik, proses demokratisasi yang terjadi membuka ruang bagi partisipasi yang lebih luas dan inklusif di masa mendatang. Sehingga tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peristiwa Konstituante 1955 dan dampak pemilu pertama di Jepara terhadap politik lokal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif melalui observasi dan literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemilu 1955 di Jepara menjadi momen penting dalam politik lokal, ditandai oleh dominasi Nahdlatul Ulama (NU) dan polarisasi ideologi antara NU dan Partai Nasional Indonesia (PNI), yang menciptakan ketegangan sosial di masyarakat. Partisipasi politik yang tinggi mencerminkan pengaruh agama dalam politik, dengan kemenangan NU dan Masyumi menggeser kekuatan PNI, namun juga menyebabkan fragmentasi politik yang memperdalam konflik sosial. Meski demikian, upaya kolaboratif melalui dialog antarpartai dan pendidikan politik diharapkan dapat memperbaiki stabilitas politik dan kehidupan demokrasi di Jepara. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa polarisasi ideologi dan fragmentasi politik dalam Pemilu 1955 mempengaruhi stabilitas politik lokal, sehingga diperlukan strategi kolaboratif untuk mencapai demokrasi yang inklusif dan berkelanjutan</h1> Faza Navilla Kamelina Sari Copyright (c) 2025 Faza Navilla Kamelina Sari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-03-27 2025-03-27 6 1 1 21 10.59672/nirwasita.v6i1.4130 Dari 21 ke 27: Kajian Historis-PoIitik atas Perubahan Komposisi PPKI dalam Konteks Konsensus Nasional https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/4597 <p>Perubahan jumlah anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menjadi 27 orang anggota&nbsp; tahun 1945 berdampak signifikan dalam politik dan sejarah Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji perubahan keanggotaan PPKI, serta implikasinya terhadap konstruksi legitimasi negara yang baru didirikan. Dengan menggunakan metode historis dan menggunakan sumber orde kedua, disimpulkan bahwa perubahan keanggotaan memiliki latar belakang sosiologis, historis dan ideologis. Perubahan ini membantu memperkuat legitimasi pemerintahan Indonesia yang baru dan mengembangkan dasar kebijakan yang lebih inklusif. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya mengetahui proses dinamis yang terlibat dalam pembangunan lembaga negara, yang menunjukkan bagaimana pilihan strategis mempengaruhi evolusi identitas dan struktur politik Indonesia setelah kemerdekaan</p> Dewa Made Alit Copyright (c) 2025 Dewa Made Alit https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-03-27 2025-03-27 6 1 75 92 10.59672/nirwasita.v6i1.4597 Pendidikan IPS Era Metamodernisme https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/4580 <p>Metamodernisme merupakan respon terhadap dikotomi modernisme dan postmodernisme, yang menggabungkan aspek rasionalitas, skeptisisme, serta emosi dan nilai-nilai subjektif secara dinamis dan berkelanjutan. Memahami metamodernisme dalam Pendidikan IPS menjadi urgensi akademik dalam menjawab tantangan kontemporer. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis korelasi antara Metamodernisme dengan Pendidikan IPS dan menganalisis keterampilan yang perlu diajarkan dalam pembelajaran IPS era Metamodernisme. Penelitian ini berparadigma kualitatif dengan metode kepustakaan. Teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan buku, artikel, dan jurnal. Hasil penelitian menunjukan korelasi utama antara Metamodernisme dan Pendidikan IPS meliputi fleksibilitas pembelajaran, integrasi nilai-nilai modernisme dan postmodernisme, literasi geografis dan kesadaran lingkungan, inovasi pengajaran, penerapan paradigma inkuiri-reflektif. Kemudian keterampilan yang perlu diajarkan dalam pembelajaran IPS era Metamodernisme yaitu berpikir kritis dan pemecahan masalah, kreativitas dan inovasi, komunikasi efektif, kolaborasi, literasi TI, keterampilan sosial dan tanggung jawab, pemikiran sistemik adaptabilitas dan fleksibilitas. Melalui hal tersebut, diharapkan Pendidikan IPS mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan adaptif dan relevan dengan tantangan era Metamodernisme.</p> Putu Esha Indhu Bhaskara Copyright (c) 2025 Putu Esha Indhu Bhaskara https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-03-27 2025-03-27 6 1 61 68 10.59672/nirwasita.v6i1.4580 Peran Sejarah Sebagai Pilar Utama Dalam Pembentukan Identitas Sosial Masyarakat: Kajian Hubungan Masa Lalu Dan Dinamika Sosial Masa Kini https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/4513 <p>Sejarah terus memainkan peran penting dalam mengkaji identitas sosial suatu populasi <br>tertentu, menjembatani dinamika sosial kuno dan kontemporer. Penelitian ini mengkaji sejumlah faktor <br>yang mempengaruhi perkembangan identitas sosial di Indonesia, seperti dampak kehidupan keluarga, <br>perjuangan menuju kemerdekaan, dan peran tokoh lokal dalam proses transformasi sosial. Melalui <br>penggunaan teori identitas kolektif dan analisis sastra, penelitian ini menyajikan temuan penelitian dari <br>berbagai sumber akademis dan dokumen terkait. Berdasarkan temuan penelitian, identitas sosial <br>masyarakat terbentuk melalui pengaruh unsur-unsur tradisional seperti gotong royong, komunikasi <br>tradisional, dan simbol-simbol kebudayaan yang saat ini mengalami kemunduran akibat modernisasi <br>dan globalisasi. Sejarah terus memainkan peran penting dalam mengkaji identitas sosial suatu populasi <br>tertentu, menjembatani dinamika sosial kuno dan kontemporer. Penelitian ini mengkaji sejumlah faktor <br>yang mempengaruhi perkembangan identitas sosial di Indonesia, seperti dampak kehidupan keluarga, <br>perjuangan menuju kemerdekaan, dan peran tokoh lokal dalam proses transformasi sosial. Melalui <br>penggunaan teori identitas kolektif dan analisis sastra, penelitian ini menyajikan temuan penelitian dari <br>berbagai sumber akademis dan dokumen terkait.</p> satriani satriani Copyright (c) 2025 satriani satriani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-03-27 2025-03-27 6 1 35 53 10.59672/nirwasita.v6i1.4513 Awal Berdiri Kerajaan Majapahit Hingga Mencapai Masa Kejayaannya https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/4491 <h1>Kerajaan Majapahit merupakan Kerajaan terbesar di Nusantara yang berkuasa pada abad ke VII-XIII Masehi. Sejarah awal berdirinya Kerajaan Majapahit diawali dengan pembukaan Hutan Tarik di Delta Sungai Brantas yang dibuka oleh Raden Wijaya pada 1923. &nbsp;Dan kemudian Hutan tersebut menjadi perkampungan yang dihuni oleh orang Madura dan Tumapel. Kerajaan Majapahit mencapai masa kejayaan pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Tidak ada konflik dari dalam maupun dari luar yang membuat kekuasaan pada masa hayam Wuruk disebut masa kejayaan. Dan juga Kerajaan Majapahit pada masa itu sangat dihormati hal itu ditunjukkan dengan adanya pengiriman upeti yang dilakukan daerah daerah tertentu karena mereka sangat mengagumi kebesaran Majapahit. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan Ilmu Sejarah.</h1> Allyah Zahirah L.R Retno Susanti Hudaidah Copyright (c) 2025 Allyah Zahirah, L.R Retno Susanti, Hudaidah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-03-27 2025-03-27 6 1 22 26 10.59672/nirwasita.v6i1.4491 Analisis Penerapan Sintaks Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran Sejarah Materi Kelas XI Proklamasi Kemerdekaan Indonesia https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/4596 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Sintaks Model Pembelajaran Problem based learning pada mata pelajaran sejarah mater kelas XI Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Sekolah Menengah Atas. Analisis Penerapan sintaks Model Pembelajaran Problem based Learning dapat dianalis pada perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru sebelum proses pembelajaran dimulai. Metode ini menggunakan metode kualitatif yang meggunakan teknik wawancara dengan guru sejarah kelas XI dan analisis RPP atau modul ajar yang digunakan oleh guru dalam merncanakan proses pembelajaran di kelas, serta materi dari buku teks mata pelajaran sejarah di sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa&nbsp; ada lima fase sintak 1 sampai dengan sintak 5. Fase tersebut meliputi Orientasi Peserta Didik Pada Masalah, Mengorganisasikan Peserta Didik, Membimbing Peserta Didik Secara Individu Maupun Kelompok, Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya, Menganalisa &amp; mengevaluasi proses pemecahan masalah. Analisis ini menunjukkan bahwa analisis model pembelajaran PBL mempunyai karakteristik student center. Dimana siswa lebih aktif dalam penyelesaian suatu masalah yang&nbsp; terimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas</p> I Nyoman Bayu Pramartha Ni Putu Yuniarika Parwati Copyright (c) 2025 I Nyoman Bayu Pramartha, Ni Putu Yuniarika Parwati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-03-27 2025-03-27 6 1 69 74 10.59672/nirwasita.v6i1.4596