Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/jpkr <p>Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi is an educational and health journal managed by the Study Program of Health and Recreation Physical Education FKIP PGRI Mahadewa Indonesia University. This journal is published twice a year, namely in <strong>January</strong> and <strong>June</strong>. Contains writings in Indonesian and English originating from the results of research, theoretical studies and application of theory to the study of sports and health education issues. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi has implemented (MOU) with the PGRI Higher Education Sports Study Program Association (APOPI).</p> Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI) en-US Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi 2337-9561 <p><em>Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi is published under the terms of <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/"><u>Creative Commons Attribution 4.0 International License</u></a> / <strong>CC BY NC SA 4.0</strong>. This license permits others to copy, distribute, modify, and create derivative works for non-commercial purposes only</em></p> Survei Analisis Pola Tidur Atlet Cabang Olahraga Futsal di Madrasah Tsanawiyah 2 Pontianak https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/jpkr/article/view/5432 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola tidur atlet cabang olahraga futsal dan hubungannya dengan performa serta kesehatan atlet. Futsal merupakan olahraga dengan intensitas tinggi yang menyebabkan kelelahan fisik dan psikologis, sehingga pemulihan melalui tidur yang cukup menjadi sangat penting. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan sampel atlet futsal dari Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Pontianak dengan karakteristik berjenis kelamin laki-laki berjumlah 30 orang, menggunakan kuesioner <em>Pittsburgh Sleep Quality Index</em> (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur, kemudian data yang diperoleh akan dianalisis dengan deskriptif persentase menggunakan <em>Microsoft Excel</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57% responden memiliki kualitas tidur yang baik, sedangkan 43% mengalami kualitas tidur buruk. Kualitas tidur yang buruk berpotensi menurunkan daya tahan tubuh, menyebabkan gangguan kesehatan mental seperti stres dan kecemasan, serta berdampak negatif pada kinerja atlet. Faktor gaya hidup, pola makan, stres, kelelahan, dan lingkungan juga mempengaruhi pola tidur atlet. Oleh karena itu, pengelolaan pola tidur yang optimal dan penerapan praktik sleep hygiene sangat penting untuk menjaga kesehatan, kebugaran, serta performa atlet futsal secara menyeluruh. Disarankan agar atlet futsal menjaga durasi tidur malam sekitar 8-10 jam dan tidur siang 30 menit hingga 1 jam, serta edukasi mengenai manajemen tidur dan stres agar performa dan kesehatan mental tetap terjaga.</p> Muhammad Azdi Dwiraka Rahmat Putra Perdana Putra Sastaman B. Copyright (c) 2026 Muhammad Azdi Dwiraka, Rahmat Putra Perdana, Putra Sastaman B. http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-31 2026-01-31 12 1 1 8 10.59672/jpkr.v12i1.5432 Pengembangan Model Latihan Sepak Takraw Adaptif untuk Meningkatkan Keterampilan Servis pada Atlet Disabilitas Fisik https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/jpkr/article/view/6014 <p>Di lapangan masih banyak pelatih yang belum memiliki pedoman latihan adaptif yang terstruktur dan berbasis riset, khususnya pada olahraga Sepak Takraw. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan model latihan Sepak Takraw adaptif dalam meningkatkan keterampilan servis pada atlet disabilitas fisik. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih diterapkannya latihan Sepak Takraw konvensional yang kurang mempertimbangkan keterbatasan fisik atlet disabilitas, sehingga berdampak pada rendahnya kualitas teknik servis, motivasi latihan, dan partisipasi atlet. Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>Research and Development</em> (R&amp;D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 10 atlet Sepak Takraw disabilitas fisik yang berada di bawah binaan <em>National Paralympic Committee</em> (NPC) Jawa Timur. Produk yang dikembangkan berupa model latihan Sepak Takraw adaptif, panduan pelaksanaan latihan, serta rubrik penilaian keterampilan servis yang mencakup aspek kontrol bola, akurasi, kecepatan, dan konsistensi. Validasi produk dilakukan oleh ahli olahraga disabilitas, ahli Sepak Takraw, dan ahli pendidikan jasmani. Uji coba terbatas dilaksanakan melalui empat sesi latihan untuk menilai efektivitas dan keterterapan model di lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi keterampilan servis, angket respons atlet, dan wawancara pelatih, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model latihan Sepak Takraw adaptif yang dikembangkan berada pada kategori sangat layak dan mampu meningkatkan keterampilan servis atlet disabilitas fisik secara nyata. Selain peningkatan aspek teknis, model ini juga berdampak positif terhadap motivasi, kepercayaan diri, dan partisipasi aktif atlet selama latihan. Dengan demikian, model latihan Sepak Takraw adaptif ini dinilai efektif, aplikatif, dan berpotensi menjadi rujukan pembinaan olahraga disabilitas yang inklusif dan berkelanjutan.</p> Moh Hanafi Muhammad Muhyi I Gede Dharma Utamayasa Copyright (c) 2026 Moh Hanafi, Muhammad Muhyi, I Gede Dharma Utamayasa http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-31 2026-01-31 12 1 9 17 10.59672/jpkr.v12i1.6014 Dampak Pola Tidur terhadap Daya Tahan Fisik Atlet https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/jpkr/article/view/5661 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui antara polatidur dan daya tahan fisik atlet. Kurang tidur dapat terjadi penurunan daya tahan fisik dan peforma pada atlet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>systematic review</em> dengan strategi penelusuran artikel melalui database <em>PubMed</em> dengan kata kunci “<em>Sleep Pattern and Endurance</em>” yang sesuai dengan metode PRISMA. Kriteria yang dipakai berbahasa inggris yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2020-2024) dan dapat di akses secara gratis. Ditemukan 300 artikel, pembatasan pencarian untuk 5 tahun terakhir ditemukan 156, ditambah dengan pembatasan artikel ditemukan sebanyak 100 artikel, kemudian dilakukakan pembatasan kembali dalam tema <em>Sleep Pattern and Endurance</em> ditemukan sebanyak 28. Kecocokan abstrak dengan tema ditemukan sebanyak 28 artikel yang relevan dan dianalisis menggunakan <em>Mendeley reference</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidur yang cukup dan berkualitas dapat meningkatkan daya tahan fisik, membantu memulihkan tubuh, serta menjaga performa atlet baik saat latihan maupun saat kompetisi. Sebaliknya, jika kekurangan tidur, dapat menyebabkan kelelahan berlebih, memicu gangguan mental, serta meningkatkan resiko terserang penyakit kardiovaskular. Dengan demikian, melakukan latihan fisik dengan teratur, dan menjaga pola tidur dengan baik menjadi faktor kunci dalam menjaga performa atlet.</p> Wanda Syahendra Eka Supriatna Ghana Firsta Yosika Copyright (c) 2026 Wanda Syahendra, Eka Supriatna, Ghana Firsta Yosika http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-31 2026-01-31 12 1 18 37 10.59672/jpkr.v12i1.5661 Hubungan antara Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan Kebugaran Pemain Futsal https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/jpkr/article/view/5667 <p>Pemain futsal harus memiliki daya tahan, kekuatan, dan kecepatan optimal untuk menunjang performa permainan. Salah satu faktor yang memengaruhi kebugaran adalah Indeks Massa Tubuh (IMT), yang mencerminkan keseimbangan antara berat badan dan tinggi badan. Pemain dengan IMT berlebih cenderung memiliki kapasitas aerobik yang rendah, sehingga performanya menurun selama pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan tingkat kebugaran pada pemain futsal Tiga Muda Borneo Pontianak. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan sampel penelitian berjumlah 20 pemain futsal dari tim Tiga Muda Borneo Pontianak. Instrumen yang digunakan yaitu pengukuran IMT melalui perbandingan berat dan tinggi badan, serta tes kebugaran menggunakan <em>Beep Test</em> untuk mengukur VO₂Max. Data dianalisis menggunakan uji normalitas <em>Kolmogorov–Smirnov</em> dan <em>Shapiro–Wilk</em> serta uji korelasi <em>Pearson Product Moment</em> untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara IMT dengan VO₂Max, dengan nilai korelasi r = 0,718 dan signifikansi p = 0,000. Hal ini berarti semakin ideal IMT seorang pemain, semakin baik pula tingkat kebugaran fisiknya. Dengan demikian, menjaga IMT dalam kategori normal penting untuk mendukung performa optimal dalam olahraga futsal.</p> Dwi Iqbal Muhammad Irsyad Rubiyatno Putra Sastaman B Copyright (c) 2026 Dwi Iqbal Muhammad Irsyad, Rubiyatno, Putra Sastaman B http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-31 2026-01-31 12 1 38 48 10.59672/jpkr.v12i1.5667 Determinants of Professional Potential in Youth Soccer Players : A Multidimensional Performance Analysis https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/jpkr/article/view/6398 <p>This study aimed to analyze the performance data of youth soccer players and identify key factors influencing their professional potential. The research focused on examining the contribution of physical, technical, and psychological variables to the development of young athletes and their prospects for achieving professional-level performance. A quantitative cross-sectional design was employed involving 60 youth soccer players aged 14-18 years from three soccer academies in East Java, Indonesia. Data were collected through standardized physical performance tests (30 m sprint, Illinois agility test, and VO₂Max), technical skill assessments (passing accuracy, dribbling speed, and shooting precision), and psychological questionnaires measuring training motivation and discipline. The collected data were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, multiple regression analysis, and exploratory factor analysis (EFA) to identify significant predictors and underlying performance factors. <strong>Results:</strong> The results showed that VO₂Max, dribbling speed, passing accuracy, and training motivation significantly contributed to the professional potential of youth soccer players (p &lt; 0,05). The regression model explained approximately 62-66% of the variance in professional potential, indicating that a combination of physical, technical, and psychological components plays a crucial role in athlete development. Factor analysis revealed three dominant performance dimensions: physical capacity, technical skills, and psychological readiness, which together accounted for 68,4% of the total variance. <strong>Conclusions:</strong> The findings highlight the importance of a multidimensional evaluation approach in youth soccer talent identification and development. Integrating physical, technical, and psychological assessments can support more objective and data-driven decision-making in athlete development programs and enhance the effectiveness of youth soccer training systems.</p> Riga Mardhika Ramadhany Hananto Puriana Santika Rentika Hadi I Gede Dharma Utamayasa Copyright (c) 2026 Riga Mardhika, Ramadhany Hananto Puriana, Santika Rentika Hadi, I Gede Dharma Utamayasa http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-31 2026-01-31 12 1 49 58 10.59672/jpkr.v12i1.6398