Kemampuan Guru PJOK dalam Mengembangkan Modul Ajar Kurikulum Merdeka : Studi Kasus Mahasiswa PPG Daljab Kategori 2

Authors

  • Achmad Nuryadi Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Pedagogik dan Psikologi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Shandy Pieter Pelamonia Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Pedagogik dan Psikologi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Angga Indra Kusuma Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Pedagogik dan Psikologi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Ninik Mutianingsih Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Pedagogik dan Psikologi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Lydia Lia Prayitno Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Pedagogik dan Psikologi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.59672/jpkr.v10i1.2449

Keywords:

kurikulum merdeka belajar, modul ajar, PPG

Abstract

Perkembangan society 5.0 merupakan peralihan dari kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka, dimana guru dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat dengan menerapkan pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran inovatif bisa dimulai dari pembuatan modul ajar. Dalam menyusun modul ajar mengacu pada kriteria modul ajar yang merupakan pengganti dari RPP yang bersifat variatif dan memiliki point-point komponen yang harus ada. Komponen yang ada pada modul ajar yaitu : a) komponen informasi umum; b) komponen inti; c) lampiran. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan guru PJOK dalam mengembangkan modul ajar kurikulum merdeka. Populasi pada penelitian ini adalah guru PJOK yang mengampu Program Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Kategori II di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Tahun 2022 dan di ambil 2 sampel  yang dipilih secara random. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dimana mendeskripsikan data yang diperoleh dari hasil kerja mahasiswa PPG. Berdasarkan hasil analisisis diperoleh hasil bahwa subjek 1 dalam mengembangkan modul ajar kurikulum merdeka sudah memenuhi semua point-point pada setiap komponen modul ajar, namun untuk subjek 2 ada beberapa point yang belum terpenuhi yaitu pada komponen inti dan lampiran. Pada komponen inti belum menuliskan releksi pendidik dan pada lampiran belum menuliskan glosarium dan daftar psutaka. Secara garis besar mahasiswa PPG sudah mampu mengembangkan modul ajar kurikulum merdeka.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Annisa, M., Hamid, H., & -, K. (2017). Pengembangan Profesionalisme Guru Melalui Pelatihan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Di Wilayah Pedalaman. Jurnal Widya Laksana, 5(2), 81. https://doi.org/10.23887/jwl.v5i2.9054

Asrori, M. (2013). Pengertian, tujaun, ruang lingkuo strategi pembeljaaran. Madrasah, 5(2), 163–188. https://doi.org/10.1007/978-94-024-1267-3_843

Dosen, U.-U. R. I. N. 14 T. 2005 T. G. dan. (2005). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

Gokalp, M. (2016). Investigating classroom teaching competencies of pre service elementary mathematics teachers. Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Education, 12(3), 503–512. https://doi.org/10.12973/eurasia.2016.1296a

Guo, Y., Connor, C. M. D., Yang, Y., Roehrig, A. D., & Morrison, F. J. (2012). The effects of teacher qualification, teacher self-efficacy, and classroom practices on fifth graders’ literacy outcomes. Elementary School Journal, 113(1), 3–24. https://doi.org/10.1086/665816

Hernawan, A. H., & Andriyani, D. (2011). Hakekat kurikulum dan pembelajaran. In Modul Pembelajaran (pp. 1–42). https://pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/PBIS4303-M1.pdf

Krathwohl, D. R. (2009). Methods of educational and social science research : The logic of methods.

Kusmaharti, D., & Prayitno, L. (2017). Analisis kesulitan guru SD di Kabupaten Sumenep dalam mengajarkan tema pada Kurikulum 2013. Inovasi, 19(1), 24–32.

Marisa, M. (2021). Inovasi Kurikulum “Merdeka Belajar” di Era Society 5.0. Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidiikan Dan Humaniora), 5(1), 72. https://doi.org/10.36526/js.v3i2.e-ISSN

Maulida, U. (2022). Pengembangan Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka. Tarbawi, 5(2), 130–138. https://stai-binamadani.e-journal.id/Tarbawi

Nurfitriyani, R., Setiawan, A., & Darmayanti, R. (2021). The Effect of the Merdeka Curriculum on Student Creativity in Elementary Schools in Indonesia. Journal of Primary Education, 10(2), 102–112.

Prayitno, L. L., Mutianingsih, N., Lestari, D. A., Rosyidah, A. D. A., & Sumianto, D. (2023). Kesalahan Calon Guru Matematika Dalam Mengembangkan Modul Ajar Jenjang Sekolah Menengah. Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika, 11(1), 31–46. https://doi.org/10.25139/smj.v11i1.5694

Pujiastuti, R., & Kulup, L. I. (2019). Meningkatkan kemampuan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. 3, 122–135.

Putri, T. N., & Puspasari, D. (2022). Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Berbasis CASE (Creative, Active, Systematic, Effective) pada Mata Pelajaran Korespondensi. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(3), 4956–4967. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i3.2969

Rahimah. (2022). Peningkatan Kemampuan Guru SMP Negeri 10 Kota Tebingtinggi dalam Menyusun Modul Ajar Kurikulum Merdeka melalui Kegiatan Pendampingan Tahun Ajaran 2021/2022. JURNAL Ansiru PAI, 92–106.

Sadieda, L. U., Wahyudi, B., Dwi Kirana, R., Kamaliyyah, S., & Arsyavina, V. (2022). Implementasi Model Blended Learning Pada Pembelajaran Matematika Berbasis Kurikulum Merdeka. JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika), 7(1), 55–72. https://doi.org/10.15642/jrpm.2022.7.1.55-72

Setiadi, H. (2016). Pelaksanaan penilaian pada Kurikulum 2013. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 20(2), 166–178. https://doi.org/10.21831/pep.v20i2.7173

Setiawan, R., Syahria, N., Andanty, F. D., & Nabhan, S. (2022). Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Mata Pelajaran Bahasa Inggris Smk Kota Surabaya. Jurnal Gramaswara, 2(2), 49–62. https://doi.org/10.21776/ub.gramaswara.2022.002.02.05

Solehudin, D., Priatna, T., & Zaqiyah, Q. Y. (2022). Konsep Implementasi Kurikulum Prototype. Jurnal Basicedu, 6(4), 7486–7495. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3510

Subandrio, W., & Kartiko, D. C. (2021). Survey Keterlaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar pada Pembelajaran Pendidikan Jasmani di SMA Negeri 1 Purwoasri. Jurnal Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan, 9(2), 177–182. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-jasmani/article/view/42154

Sugiono, E. (2019). Strategi peningkatan kinerja perguruan tinggi swasta : peranan budaya inovasi , pembelajaran dan komitmen organisasi The private university performance improvement strategies : the role of innovation culture , organizational learning and commitment. 21(1), 53–66.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. PT. Alfabeta

Sukmadinata, N. S. (2017). Metode Penelitian Pembelajaran (12th ed.). PT Remaja Rosdakarya

Susilo, H., & Indriyati, E. (2021). The Development of Teacher Competence through the Implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesia. Journal of Educational Science and Technology (EST), 7(1), 54–65.

Turmuzi, M., & Kurniawan, E. (2021). Kemampuan Mengajar Mahasiswa Calon Guru Matematika Ditinjau dari Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) pada Mata Kuliah Micro Teaching. Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika, 5(3), 2484–2498. https://doi.org/10.31004/cendekia.v5i3.881

Yane, S. (2013). Perkembangan Kurikulum SMP/MTS Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani (Analisis Kurikulum 1975-2006). Jurnal Edukasi, 11(2), 229–239. https://journal.ikippgriptk.ac.id/index.php/edukasi/article/view/218

Published

2024-01-25

How to Cite

Nuryadi, A., Pelamonia, S. P., Kusuma, A. I., Mutianingsih, N., & Prayitno, L. L. (2024). Kemampuan Guru PJOK dalam Mengembangkan Modul Ajar Kurikulum Merdeka : Studi Kasus Mahasiswa PPG Daljab Kategori 2. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi, 10(1), 47-56. https://doi.org/10.59672/jpkr.v10i1.2449