https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/issue/feedEmasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains2026-02-08T00:23:03+00:00I Gusti Agung Ngurah Trisna Jayantika, S.Pd., M.Pdjayantika@mahadewa.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Journal title :</strong> Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains<br /><strong>Initials :</strong> Emasains<br /><strong>Frequency</strong> <strong>: </strong>4 Issues every year (March, July, September and December) <br /><strong>DOI : </strong>10.59672<br /><strong>ISSN (online) : </strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1534556700">e-ISSN 26228688</a><br /><strong>Editor in Chief : </strong>I Gusti Agung Ngurah Trisna Jayantika, S.Pd., M.Pd<strong><br />Publisher :</strong> Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains<br /><strong>Indexing :</strong> Google Scholar, Sinta 4<br /><br /></p> <p><strong>Emasains :</strong> Jurnal Edukasi Matematika dan Sains is a mathematics and science education journal which published and managed by the Mathematics Education and Biology Education Department, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia with e - ISSN : 26228688. This journal is published three times a year, namely March and September. Contains Indonesian-language writings derived from the results of research, theoretical studies and application of theory with studies of statistics, , science, mathematics and environmental education issues.</p>https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/article/view/6109Validitas dan Kepraktisan SMART E-Modul Pendekatan Open-ended dengan Menggunakan Triple-E Framework2026-02-08T00:23:03+00:00Ni Luh Sherlita Indraliani Kubayansherlita@student.undiksha.ac.idGede Suwekensherlitaputu92@gmail.comSariyasasherlitaputu92@gmail.com<p>Penelitian ini mengembangkan produk berupa e-modul dengan pendekatan <em>open-ended</em> yang diberi nama unik yaitu “SMART e-modul”. Kata SMART merupakan akronim dari Sebangun, Matematika, Refleksi Terbuka. Selain itu, tujuan dari penelitian pengembangan ini yaitu dengan menggunakan instrumen <em>triple-e framework</em> dapat menghasilkan e-modul yang valid dan praktis<em>.</em> Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah ADDIE. Tahapan-tahapan dari model pengembangan ADDIE diantaranya; <em>Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation.</em> Uji validitas dilakukan oleh 2 orang validator, setiap validator sekaligus menilai isi/materi dan media dari SMART e-modul. Berdasarkan pengujian validitas e-modul menggunakan <em>triple-e framework</em> skor yang diperoleh yaitu 100% dengan kategori sangat valid. Setelah itu, dilakukan uji kepraktisan pada kelompok kecil untuk mengetahui tingkat kepraktisan dari e-modul. Subjek penelitian untuk uji kepraktisan ini yaitu siswa kelas VII sebanyak 6 orang dan 2 guru matematika SMP Negeri 2 Singaraja. Berdasarkan hasil uji kepraktisan dengan menggunakan <em>triple-e framework</em> diperoleh skor 92% untuk kepraktisan siswa dan 91% untuk kepraktisan guru, sehingga SMART e-modul dapat dinyatakan sangat praktis digunakan di dalam kelas pada pembelajaran matematika khususnya materi kesebangunan.</p>2026-02-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sainshttps://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/article/view/6105Konsep Asesmen Literasi dan Numerasi Berbasis Pendekatan STEM Di Sekolah Menengah Atas 2026-02-03T01:35:30+00:00I Made Subrataimadesubrata@mahadewa.ac.idPutu Dessy Fridayanthidessybali1912@gmail.comI Made Darmadam.darmada1965@gmail.com<p><em>The STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) approach significantly enhances literacy and numeracy learning by integrating multiple disciplines to solve real-world problems. This integration fosters critical thinking, problem-solving skills, and deeper contextual understanding of scientific and mathematical concepts. This study aims to develop a STEM-based assessment framework for literacy and numeracy at the senior high school level, guided by indicators from the Programme for International Student Assessment (PISA). The research focuses on analyzing the characteristics of STEM-oriented literacy, science, and numeracy items, and constructing an assessment model tailored for schools targeted for PISA-level improvement. A mixed-methods approach was employed, comprising three stages: (1) exploration and analysis of STEM-based PISA item characteristics, (2) development and pilot testing of STEM-based assessment instruments, and (3) design of a comprehensive STEM-based literacy and numeracy assessment concept for broader implementation. The study involved instrument development, initial trials in selected partner schools, and item analysis to evaluate validity and reliability. Findings indicate that the developed instruments have strong potential to identify students’ critical thinking and problem-solving skills in alignment with the PISA framework</em></p> <p>Pendekatan STEM (<em>Science, Technology, Engineering, and Mathematics</em>) memberikan kontribusi signifikan dalam pembelajaran literasi dan numerasi dengan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk menyelesaikan masalah kontekstual dunia nyata. Integrasi ini mendorong pengembangan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta pemahaman yang lebih mendalam terhadap konsep-konsep sains dan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep asesmen literasi dan numerasi berbasis STEM di tingkat Sekolah Menengah Atas dengan merujuk pada indikator Programme for International Student Assessment (PISA). Fokus utama penelitian adalah menganalisis karakteristik soal literasi, sains, dan numerasi berbasis STEM serta merancang model asesmen yang relevan untuk sekolah-sekolah yang menjadi target peningkatan kualitas pembelajaran berbasis PISA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) dengan tahapan: (1) eksplorasi dan analisis karakteristik soal PISA berbasis STEM, (2) penyusunan dan uji coba model soal asesmen berbasis STEM, dan (3) perancangan konsep asesmen untuk implementasi yang lebih luas. Penelitian ini dilakukan melalui penyusunan instrumen asesmen, uji coba awal di beberapa sekolah mitra, serta analisis validitas dan reliabilitas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki potensi dalam mengidentifikasi keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa sesuai dengan kerangka asesmen PISA.</p>2026-02-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sainshttps://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/article/view/6058Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kayu Manis dengan Bakteri Staphylococcus aureus 2026-01-20T13:08:28+00:00Ni Wayan Karitha Pradnyandarisukmasanjiwani@unmas.ac.idNi Made Sukma Sanjiwani Sanjiwanisukmasanjiwani93@gmail.comI Made Agus Sunadi Putrasukmasanjiwani@unmas.ac.idWayan Surya Rahadisukmasanjiwani@unmas.ac.idI Wayan Sudiarsasukmasanjiwani@unmas.ac.idNi Nyoman Yudianti Mendrasukmasanjiwani@unmas.ac.id<p>Tanaman kayu manis yang berkembang di Indonesia, terutama jenis <em>Cinnamomum burmanii Blumea</em>. Dalam penelitian ini salah satu tanaman yang digunakan dalam pengobatan yaitu minyak atsiri kayu manis. Minyak atsiri dikenal sebagai minyak eteris atau minyak terbang (<em>volatile oil</em>) adalah senyawa berbentuk cair yang umumnya diperoleh dari berbagai bagian tanaman seperti akar, kulit, batang, daun, buah, biji, maupun bunga. Banyaknya manfaat dari minyak atsiri kayu manis, maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui senyawa kimia yang terkandung dalam minyak atsiri kayu manis dan untuk menguji aktivitas antibakteri dengan bakteri Staphylococcus aureus didalam minyak atsiri kayu manis. Penelitian ini merupakan desain pengujian laboratorium dengan tujuan verikatif yaitu untuk menguji adanya metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri dari minyak atsiri kayu manis (<em>Cinnamomum burmannii</em>) dengan bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram dengan media agar. Penelitian minyak atsiri kayu manis dibuat dengan dua sampel dalam pembelian toko berbeda. Hasil yang didapatkan dijelaskan dalam analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak atsiri kayu manis (<em>Cinnamomum burmannii</em>) mengandung senyawa triterpenoid dan minyak atsiri kayu manis berpotensi menghambat aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus dengan diameter 25,93 mm dan 26,13 mm dengan kategori sangat kuat. Keterbaruan dari penelitian ini adalah menguji kandungan senyawa metabolit sekunder dan menganalisis aktivitas antibakteri pada minyak atsiri kayu manis dengan metode difusi cakram.</p>2026-02-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sainshttps://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/article/view/6001Penerapan Metode Double Moving Average Dalam Peramalan Jumlah Kendaraan Aktif Di Bali2026-01-20T13:39:36+00:00Ni Kadek Ayu Chintia Dewiayuchintiadewi2008@gmail.comI Nyoman Budayanaayuchintiadewi2008@email.comSariyasaayuchintiadewi2008@email.com<p class="_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="_aupe copyable-text xkrh14z">Tujuan penelitian ini adalah melakukan peramalan jumlah kendaraan aktif di Bali melalui penerapan metode Double Moving Average (DMA). Penelitian ini menggunakan data tahunan kendaraan yang aktif membayar pajak pada periode 2011–2024 yang bersumber dari Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali. Untuk mengatasi fluktuasi yang tidak mengikuti tren historis selama periode pandemi COVID-19, diterapkan linear interpolation guna menstabilkan data sebelum dilakukan analisis. Beberapa variasi ordo DMA yaitu 2×2, 3×3, 4×4, dan 5×5, dianalisis serta dibandingkan tingkat akurasinya menggunakan indikator Mean Absolute Deviation (MAD) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Berdasarkan hasil analisis, penerapan DMA 4×4 pada data yang telah melalui linear interpolation memberikan tingkat kesalahan peramalan paling rendah dengan nilai MAPE sebesar 2,59%. Berdasarkan model terpilih tersebut, hasil peramalan untuk periode 2025–2027 menunjukkan adanya peningkatan jumlah kendaraan aktif di Bali. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi perencanaan transportasi dan pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan di masa mendatang.</span></p> <p class="_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"> </p> <p class="_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"> </p> <p> </p>2026-02-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sainshttps://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/article/view/5943Studi Kualitatif Hubungan Metakognisi dan Self-Assessment terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Matematika Siswa SMP 2026-01-20T13:05:32+00:00L.Virginayoga Hignasariginahignasari@gmail.comI Wayan Lasmawanwayan.lasmawan@undiksha.ac.idDesak Putu Parmitidp-parmiti@undiksha.ac.id<h1>Kemampuan berpikir kritis matematika merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran. Faktor internal yang berperan dalam pengembangannya antara lain metakognisi dan self-assessment. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya masih didominasi pendekatan kuantitatif sehingga belum menggambarkan secara mendalam bagaimana proses metakognisi dan self-assessment berlangsung secara simultan dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses metakognisi dan self-assessment siswa serta hubungan keduanya dalam membentuk keterampilan berpikir kritis matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa SMPN 5 Denpasar kelas VIIIA dengan tingkat kemampuan matematika yang berbeda. Data dikumpulkan melalui soal matematika non-rutin, wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan secara tematik dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metakognisi dan self-assessment saling berinteraksi dalam proses berpikir kritis siswa. Siswa berkemampuan tinggi menunjukkan integrasi perencanaan, pemantauan, evaluasi, dan penilaian diri yang lebih konsisten dan reflektif, sementara siswa berkemampuan sedang dan rendah memperlihatkan regulasi diri yang masih parsial dan memerlukan scaffolding. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi metakognisi dan <em>self-assessment</em> untuk meningkatkan berpikir kritis matematis siswa. Kebaruan penelitian terletak pada kajian mendalam tentang bagaimana kedua proses tersebut berlangsung secara simultan dalam pembelajaran nyata serta implikasinya bagi pengembangan strategi reflektif di kelas.</h1>2026-02-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sainshttps://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/article/view/5921Analisis Kemampuan Literasi Matematika Siswa Ditinjau Pada Gaya Kognitif Siswa SMP Negeri 1 Bawolato2026-01-09T01:49:44+00:00Lendi Fitri Asnika Lafaulendifitrilafw@gmail.comNetti Kariani Mendrofanetti.mend14@gmail.comYakin Niat Telaumbanuayakinniattelaumbanua@gmail.comRatna Natalia Mendrofaratnamend@gmail.com<p><a href="mailto:lendifitrilafw@gmail.com">lendifitrilafw@gmail.com</a></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika ditinjau dari gaya kognitif siswa SMP Negeri 1 Bawolato. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas VIII berdasarkan gaya kognitif. Instrument yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi tes GEFT,tes literasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa dalam menyelesaikan soal GEFT dengan kemampuan <em>field independent</em> dari rata-rata jumlah siswa 18,8% rata-rata persentase skor yang diselesaikan 54,7% sedangkan <em>field dependent</em> dari rata-rata jumlah siswa 81,2%, dan rata-rata persentase skor yang diselesaikan yaitu 37,4% dari skor yang seharunya. Berdasarkan hasil analisis data, siswa dengan kognitif <em>field independent </em>memiliki kemampuan literasi cenderung lebih baik dan mampu mengidentifikasi informasi penting, menyusun strategi pemecahan masalah secara sistematis sedangkan siswa dengan gaya <em>field dependent</em> kemampuan literasi cukup karna hanya terfokus pada hal umumnya saja tanpa melihat informasi detail yang ada dalam menyelesaikan masalah tidak sistematis.</p>2026-02-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sainshttps://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/article/view/5797MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA POWTOON PADA MATERI BARISAN DAN DERET KELAS X MAN 1 BOALEMO2025-12-11T05:16:33+00:00Moh. Harisabriansyah Malomismalomisbaru@gmail.comNursiya Bitonursiyabito@gmail.comKhardiyawan A.Y. Pauwenikhardiyawanpauweni@gmail.com<p>Rendahnya hasil belajar matematika siswa pada materi barisan dan deret di MAN 1 Boalemo serta kurangnya variasi pembelajaran dan pemanfaatan teknologi menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model <em>Discovery Learning</em> berbantuan media Powtoon. Subjek penelitian terdiri dari 20 siswa kelas X-6 dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 . Data diperoleh melalui observasi aktivitas guru dan siswa serta tes hasil belajar pada akhir setiap siklus. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil yang didapatkan meningkatnya kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran menjadi kategori Baik (B) dan Sangat Baik (SB) , aktivitas siswa meningkat menjadi Baik (B) dan Sangat Baik (SB), Begitu juga pada hasil belajar pada siklus I Hanya 13 Siswa yang memenuhi KKTP dari 20 siswa dengan persentase 65% dan pasa siklus II meningkat Menjadi 85% dengan siswa yang memenuhi KKTP 17 siswa dari 20 siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan model <em>Discovery Learning</em> berbantuan Powtoon efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika khususnya pada materi barisan dan deret.</p>2026-02-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sainshttps://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/article/view/5728Pengaruh Model Pembelajaran Collaborative learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMP Negeri 1 Alasa2026-01-09T01:45:09+00:00Erenu Kharisman Geaerenukharisman@gmail.comYakin Niat Telaumbanuayakinniattelaumbanua@gmail.comRatna Natalia Mendrofaratnamend@gmail.comSadiana Lasesadianalase01@unias.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan awal di SMP Negeri 1 Alasa yang menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa masih rendah akibat penggunaan model pembelajaran yang cenderung konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran <em>Collaborative learning</em> terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain <em>non-equivalent control group</em>. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran <em>Collaborative learning</em>, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar matematika siswa. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Alasa, dengan sampel dua kelas berjumlah 56 siswa. Instrumen penelitian berupa tes uraian hasil belajar matematika. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis satu pihak, diperoleh t<sub>hitung</sub> = 4,93 > t<sub>tabel</sub> = 1,67 sehingga maka tolak Ho di terima Ha yang berarti ada pengaruh model pembelajaran <em>collaborative learning</em> terhadap hasil belajar matematika siswa.</p>2026-02-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sainshttps://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/article/view/5727Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Berbasis Kearifan Lokal Untuk Siswa SMP2026-01-09T01:47:36+00:00Marwan Putra Laialaiamarwan60@gmail.comSadiana Lasesadianalase@unias.ac.idNetti Kariani Mendrofanetti.mend14@gmail.comYakin Niat Telaumbanuayakinniattelaumbanua@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi awal di UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli dan diperoleh hasil bahwa rata-rata hasil belajar matematika siswa masih belum mencapai nilai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditentukan dan sumber belajar yang digunakan masih terbatas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan modul pembelajaran matematika berbasis Kearifan Lokal untuk siswa SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah <em>Research and Development</em> (R&D) dengan model pengembangan 4-D (<em>Define, Design, Develop, Disseminate</em>). Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas IX dan guru matematika. Instrumen pengumpulan data meliputi angket validasi ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, angket respon siswa dan guru, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan sangat valid oleh ahli materi (97% dan 96%), ahli bahasa (95%), dan ahli desain (97%). Media juga dinyatakan sangat praktis berdasarkan respon siswa pada uji perorangan (89%), uji kelompok kecil (81%), uji lapangan (90%), serta respon guru (96%). Dari segi keefektifan, modul mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 69% (kategori efektif) dan nilai rata-rata 76,03 (kategori tinggi). Kesimpulan penelitian ini adalah modul pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Disarankan agar guru memanfaatkan modul ini dalam pembelajaran dan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan modul serupa untuk materi yang lebih luas</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sainshttps://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/article/view/5726Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Negeri 1 O’ou2026-01-09T01:42:47+00:00Alpian Hulualpianhulu28@gmail.comSadiana Lasesadianalase@unias.ac.idNetti Kariani Mendrofanetti.mend14@gmail.comYakin Niat Telaumbanuayakinniattelaumbanua@gmail.com<p>Penelitian ini didasarkan dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 1 O’ou, ditemukan beberapa masalah yaitu (1) kemampuan berpikir kritis matematis siswa masih kategori rendah, dan (2) poses pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran <em>Inquiry</em> terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP Negeri 1 O’ou. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen semu dengan desain <em>Nonequivalent Control Group Design</em>. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IX dan sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu IX-1 sebagai kelas eksperimen dan IX-2 sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampel total. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kritis matematis berbentuk uraian. Tes yang digunakan adalah tes awal <em>(pretest</em>) dan tes akhir <em>(posttest</em>). Rata-rata perolehan tes awal kelas eksperimen adalah 32,09 dan kelas kontrol adalah 23,95, sedangkan rata-rata perolehan tes akhir kelas eksperimen adalah 62,09 dan kelas kontrol adalah 29,22. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pada tes akhir setelah diberikan perlakuan. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan pengujian hipotesis diperoleh nilai t<sub>hitung</sub> = 15,67 dan t<sub>tabel</sub> = 1,695. Karena t<sub>hitung</sub> = 15,67 > t<sub>tabel</sub> = 1,695, maka H<sub>0</sub> ditolak dan H<sub>1</sub> diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran <em>Inquiry</em> terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains