https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/issue/feedEmasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains2026-01-30T05:28:02+00:00I Gusti Agung Ngurah Trisna Jayantika, S.Pd., M.Pdjayantika@mahadewa.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Journal title :</strong> Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains<br /><strong>Initials :</strong> Emasains<br /><strong>Frequency</strong> <strong>: </strong>4 Issues every year (March, July, September and December) <br /><strong>DOI : </strong>10.59672<br /><strong>ISSN (online) : </strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1534556700">e-ISSN 26228688</a><br /><strong>Editor in Chief : </strong>I Gusti Agung Ngurah Trisna Jayantika, S.Pd., M.Pd<strong><br />Publisher :</strong> Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains<br /><strong>Indexing :</strong> Google Scholar, Sinta 4<br /><br /></p> <p><strong>Emasains :</strong> Jurnal Edukasi Matematika dan Sains is a mathematics and science education journal which published and managed by the Mathematics Education and Biology Education Department, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia with e - ISSN : 26228688. This journal is published three times a year, namely March and September. Contains Indonesian-language writings derived from the results of research, theoretical studies and application of theory with studies of statistics, , science, mathematics and environmental education issues.</p>https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/article/view/6058Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kayu Manis dengan Bakteri Staphylococcus aureus 2026-01-20T13:08:28+00:00Ni Wayan Karitha Pradnyandarisukmasanjiwani@unmas.ac.idNi Made Sukma Sanjiwani Sanjiwanisukmasanjiwani93@gmail.comI Made Agus Sunadi Putrasukmasanjiwani@unmas.ac.idWayan Surya Rahadisukmasanjiwani@unmas.ac.idI Wayan Sudiarsasukmasanjiwani@unmas.ac.idNi Nyoman Yudianti Mendrasukmasanjiwani@unmas.ac.id<p>Tanaman kayu manis yang berkembang di Indonesia, terutama jenis <em>Cinnamomum burmanii Blumea</em>. Dalam penelitian ini salah satu tanaman yang digunakan dalam pengobatan yaitu minyak atsiri kayu manis. Minyak atsiri dikenal sebagai minyak eteris atau minyak terbang (<em>volatile oil</em>) adalah senyawa berbentuk cair yang umumnya diperoleh dari berbagai bagian tanaman seperti akar, kulit, batang, daun, buah, biji, maupun bunga. Banyaknya manfaat dari minyak atsiri kayu manis, maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui senyawa kimia yang terkandung dalam minyak atsiri kayu manis dan untuk menguji aktivitas antibakteri dengan bakteri Staphylococcus aureus didalam minyak atsiri kayu manis. Penelitian ini merupakan desain pengujian laboratorium dengan tujuan verikatif yaitu untuk menguji adanya metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri dari minyak atsiri kayu manis (<em>Cinnamomum burmannii</em>) dengan bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram dengan media agar. Penelitian minyak atsiri kayu manis dibuat dengan dua sampel dalam pembelian toko berbeda. Hasil yang didapatkan dijelaskan dalam analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak atsiri kayu manis (<em>Cinnamomum burmannii</em>) mengandung senyawa triterpenoid dan minyak atsiri kayu manis berpotensi menghambat aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus dengan diameter 25,93 mm dan 26,13 mm dengan kategori sangat kuat. Keterbaruan dari penelitian ini adalah menguji kandungan senyawa metabolit sekunder dan menganalisis aktivitas antibakteri pada minyak atsiri kayu manis dengan metode difusi cakram.</p>2026-02-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sainshttps://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/article/view/6001Penerapan Metode Double Moving Average Dalam Peramalan Jumlah Kendaraan Aktif Di Bali2026-01-20T13:39:36+00:00Ni Kadek Ayu Chintia Dewiayuchintiadewi2008@gmail.comI Nyoman Budayanaayuchintiadewi2008@email.comSariyasaayuchintiadewi2008@email.com<p class="_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="_aupe copyable-text xkrh14z">Tujuan penelitian ini adalah melakukan peramalan jumlah kendaraan aktif di Bali melalui penerapan metode Double Moving Average (DMA). Penelitian ini menggunakan data tahunan kendaraan yang aktif membayar pajak pada periode 2011–2024 yang bersumber dari Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali. Untuk mengatasi fluktuasi yang tidak mengikuti tren historis selama periode pandemi COVID-19, diterapkan linear interpolation guna menstabilkan data sebelum dilakukan analisis. Beberapa variasi ordo DMA yaitu 2×2, 3×3, 4×4, dan 5×5, dianalisis serta dibandingkan tingkat akurasinya menggunakan indikator Mean Absolute Deviation (MAD) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Berdasarkan hasil analisis, penerapan DMA 4×4 pada data yang telah melalui linear interpolation memberikan tingkat kesalahan peramalan paling rendah dengan nilai MAPE sebesar 2,59%. Berdasarkan model terpilih tersebut, hasil peramalan untuk periode 2025–2027 menunjukkan adanya peningkatan jumlah kendaraan aktif di Bali. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi perencanaan transportasi dan pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan di masa mendatang.</span></p> <p class="_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"> </p> <p class="_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"> </p> <p> </p>2026-02-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sainshttps://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/article/view/5921Analisis Kemampuan Literasi Matematika Siswa Ditinjau Pada Gaya Kognitif Siswa SMP Negeri 1 Bawolato2026-01-09T01:49:44+00:00Lendi Fitri Asnika Lafaulendifitrilafw@gmail.comNetti Kariani Mendrofanetti.mend14@gmail.comYakin Niat Telaumbanuayakinniattelaumbanua@gmail.comRatna Natalia Mendrofaratnamend@gmail.com<p><a href="mailto:lendifitrilafw@gmail.com">lendifitrilafw@gmail.com</a></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika ditinjau dari gaya kognitif siswa SMP Negeri 1 Bawolato. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas VIII berdasarkan gaya kognitif. Instrument yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi tes GEFT,tes literasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa dalam menyelesaikan soal GEFT dengan kemampuan <em>field independent</em> dari rata-rata jumlah siswa 18,8% rata-rata persentase skor yang diselesaikan 54,7% sedangkan <em>field dependent</em> dari rata-rata jumlah siswa 81,2%, dan rata-rata persentase skor yang diselesaikan yaitu 37,4% dari skor yang seharunya. Berdasarkan hasil analisis data, siswa dengan kognitif <em>field independent </em>memiliki kemampuan literasi cenderung lebih baik dan mampu mengidentifikasi informasi penting, menyusun strategi pemecahan masalah secara sistematis sedangkan siswa dengan gaya <em>field dependent</em> kemampuan literasi cukup karna hanya terfokus pada hal umumnya saja tanpa melihat informasi detail yang ada dalam menyelesaikan masalah tidak sistematis.</p>2026-02-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sainshttps://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/article/view/5797MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA POWTOON PADA MATERI BARISAN DAN DERET KELAS X MAN 1 BOALEMO2025-12-11T05:16:33+00:00Moh. Harisabriansyah Malomismalomisbaru@gmail.comNursiya Bitonursiyabito@gmail.comKhardiyawan A.Y. Pauwenikhardiyawanpauweni@gmail.com<p>Rendahnya hasil belajar matematika siswa pada materi barisan dan deret di MAN 1 Boalemo serta kurangnya variasi pembelajaran dan pemanfaatan teknologi menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model <em>Discovery Learning</em> berbantuan media Powtoon. Subjek penelitian terdiri dari 20 siswa kelas X-6 dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 . Data diperoleh melalui observasi aktivitas guru dan siswa serta tes hasil belajar pada akhir setiap siklus. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil yang didapatkan meningkatnya kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran menjadi kategori Baik (B) dan Sangat Baik (SB) , aktivitas siswa meningkat menjadi Baik (B) dan Sangat Baik (SB), Begitu juga pada hasil belajar pada siklus I Hanya 13 Siswa yang memenuhi KKTP dari 20 siswa dengan persentase 65% dan pasa siklus II meningkat Menjadi 85% dengan siswa yang memenuhi KKTP 17 siswa dari 20 siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan model <em>Discovery Learning</em> berbantuan Powtoon efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika khususnya pada materi barisan dan deret.</p>2026-02-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sainshttps://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/article/view/5728Pengaruh Model Pembelajaran Collaborative learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMP Negeri 1 Alasa2026-01-09T01:45:09+00:00Erenu Kharisman Geaerenukharisman@gmail.comYakin Niat Telaumbanuayakinniattelaumbanua@gmail.comRatna Natalia Mendrofaratnamend@gmail.comSadiana Lasesadianalase01@unias.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan awal di SMP Negeri 1 Alasa yang menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa masih rendah akibat penggunaan model pembelajaran yang cenderung konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran <em>Collaborative learning</em> terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain <em>non-equivalent control group</em>. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran <em>Collaborative learning</em>, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar matematika siswa. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Alasa, dengan sampel dua kelas berjumlah 56 siswa. Instrumen penelitian berupa tes uraian hasil belajar matematika. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis satu pihak, diperoleh t<sub>hitung</sub> = 4,93 > t<sub>tabel</sub> = 1,67 sehingga maka tolak Ho di terima Ha yang berarti ada pengaruh model pembelajaran <em>collaborative learning</em> terhadap hasil belajar matematika siswa.</p>2026-02-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sainshttps://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/article/view/5727Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Berbasis Kearifan Lokal Untuk Siswa SMP2026-01-09T01:47:36+00:00Marwan Putra Laialaiamarwan60@gmail.comSadiana Lasesadianalase@unias.ac.idNetti Kariani Mendrofanetti.mend14@gmail.comYakin Niat Telaumbanuayakinniattelaumbanua@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi awal di UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli dan diperoleh hasil bahwa rata-rata hasil belajar matematika siswa masih belum mencapai nilai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditentukan dan sumber belajar yang digunakan masih terbatas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan modul pembelajaran matematika berbasis Kearifan Lokal untuk siswa SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah <em>Research and Development</em> (R&D) dengan model pengembangan 4-D (<em>Define, Design, Develop, Disseminate</em>). Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas IX dan guru matematika. Instrumen pengumpulan data meliputi angket validasi ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, angket respon siswa dan guru, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan sangat valid oleh ahli materi (97% dan 96%), ahli bahasa (95%), dan ahli desain (97%). Media juga dinyatakan sangat praktis berdasarkan respon siswa pada uji perorangan (89%), uji kelompok kecil (81%), uji lapangan (90%), serta respon guru (96%). Dari segi keefektifan, modul mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 69% (kategori efektif) dan nilai rata-rata 76,03 (kategori tinggi). Kesimpulan penelitian ini adalah modul pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Disarankan agar guru memanfaatkan modul ini dalam pembelajaran dan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan modul serupa untuk materi yang lebih luas</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sainshttps://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/article/view/5726Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Negeri 1 O’ou2026-01-09T01:42:47+00:00Alpian Hulualpianhulu28@gmail.comSadiana Lasesadianalase@unias.ac.idNetti Kariani Mendrofanetti.mend14@gmail.comYakin Niat Telaumbanuayakinniattelaumbanua@gmail.com<p>Penelitian ini didasarkan dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 1 O’ou, ditemukan beberapa masalah yaitu (1) kemampuan berpikir kritis matematis siswa masih kategori rendah, dan (2) poses pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran <em>Inquiry</em> terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP Negeri 1 O’ou. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen semu dengan desain <em>Nonequivalent Control Group Design</em>. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IX dan sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu IX-1 sebagai kelas eksperimen dan IX-2 sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampel total. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kritis matematis berbentuk uraian. Tes yang digunakan adalah tes awal <em>(pretest</em>) dan tes akhir <em>(posttest</em>). Rata-rata perolehan tes awal kelas eksperimen adalah 32,09 dan kelas kontrol adalah 23,95, sedangkan rata-rata perolehan tes akhir kelas eksperimen adalah 62,09 dan kelas kontrol adalah 29,22. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pada tes akhir setelah diberikan perlakuan. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan pengujian hipotesis diperoleh nilai t<sub>hitung</sub> = 15,67 dan t<sub>tabel</sub> = 1,695. Karena t<sub>hitung</sub> = 15,67 > t<sub>tabel</sub> = 1,695, maka H<sub>0</sub> ditolak dan H<sub>1</sub> diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran <em>Inquiry</em> terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sainshttps://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/article/view/5706Peran dan Strategi Guru Untuk Menghadapi Tantangan Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di UPTD SMP Negeri 1 Moro’o2026-01-09T01:41:33+00:00Frengki Finsensius Gulofrengkigulo02@gmail.comNovelina Andriani Zegafrengkigulo02@gmail.comToroziduhu Waruwufrengkigulo02@gmail.comHardikupatu Gulofrengkigulo02@gmail.com<p>Penerapan Kurikulum Merdeka menuntut guru mampu merancang pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada peserta didik, serta sesuai dengan karakteristik dan konteks lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan strategi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di UPTD SMP Negeri 1 Moro’o. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan guru yang aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang berorientasi pada kredibilitas temuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai perencana pembelajaran, fasilitator, inovator, evaluator, serta penghubung antara kurikulum dan realitas lokal. Guru mampu menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), mengembangkan pengalaman belajar yang kontekstual, serta mengintegrasikan lingkungan sosial dan budaya ke dalam proses pembelajaran sehingga kegiatan belajar menjadi lebih relevan, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi siswa. Tantangan yang muncul meliputi keterbatasan sarana prasarana, kesenjangan kemampuan peserta didik, variasi pemahaman terhadap modul ajar dan proyek, serta penyesuaian terhadap paradigma pembelajaran baru yang memberi ruang lebih besar pada kemandirian siswa. Dalam menghadapi hambatan tersebut, guru menerapkan strategi adaptif berupa Project Based Learning, Inkuiri Terbimbing, diferensiasi pembelajaran, hingga evaluasi autentik, disertai peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan pemanfaatan platform digital. Strategi ini memungkinkan guru menyesuaikan praktik pembelajaran dengan kebutuhan siswa serta kondisi sekolah, sehingga Kurikulum Merdeka dapat diimplementasikan secara lebih optimal.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sainshttps://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/article/view/5705Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Pemahaman Konsep IPA Siswa di SMP Swasta Masyarakat Damai2026-01-14T05:01:18+00:00Paskalius Halawapaskahhalawa37@gmail.comHardikupatu Gulopaskahhalawa37@gmail.comNovelina Andriani Zegapaskahhalawa37@gmail.comYaredi Waruwupaskahhalawa37@gmail.com<p>Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menuntut siswa tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu memahami konsep secara mendalam melalui aktivitas ilmiah dan keterlibatan aktif dalam proses belajar. Namun, hasil observasi di SMP Swasta Masyarakat Damai menunjukkan bahwa pemahaman konsep IPA siswa masih rendah, ditandai dengan nilai rata-rata hasil belajar di bawah KKM, partisipasi belajar yang pasif, serta kurangnya kemampuan mengaplikasikan konsep dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe <em>Jigsaw</em> dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa kelas VII. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental dan desain <em>One-Group Pretest-Posttest</em>. Sampel penelitian adalah 32 siswa kelas VII-A yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen berupa tes objektif untuk mengukur pemahaman konsep IPA. Analisis data meliputi perhitungan skor pemahaman konsep dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konsep IPA siswa. Rata-rata nilai pre-test sebesar 59,53 meningkat menjadi 75,62 pada post-test. Persentase kategori “baik” meningkat dari 40,62% menjadi 87,50% dan muncul kategori “sangat baik” sebesar 3,12%. Nilai N-Gain sebesar 0,38 termasuk dalam kategori efektivitas sedang. Selain itu, peningkatan terjadi pada semua indikator pemahaman konsep, yaitu menjelaskan, menerapkan, mengelompokkan, dan merepresentasikan konsep IPA. Temuan ini membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe <em>Jigsaw</em> efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA melalui aktivitas kolaboratif, interaksi kelompok, dan tanggung jawab individu dalam menguasai materi. Dengan demikian, model <em>Jigsaw</em> dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang relevan dan direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SMP.</p>2026-02-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sainshttps://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/article/view/5543Pembelajaran Matematika Era Digital di Sekolah Dasar: Perspektif Filsafat Kontemporer2025-11-03T03:08:16+00:00Kadek Yudista Witraguna Witragunayudistawitraguna@uhnsugriwa.ac.idAnantawikrama Tungga Atmadjaanantawikrama_t_atmadja@undiksha.ac.idI Nyoman Tika nyoman.tika@undiksha.ac.idI Wayan Suastraiwsuastra@undiksha.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pembelajaran matematika di sekolah dasar dari aktivitas berbasis manipulasi konkret menuju pengalaman belajar yang bersifat virtual dan interaktif. Perubahan ini menimbulkan tantangan terhadap karakteristik kognitif anak usia operasional konkret yang masih membutuhkan pengalaman belajar nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pengetahuan matematika anak sekolah dasar di era digital melalui perspektif filsafat konstruktivisme dan pendidikan kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan terhadap literatur primer dan sekunder yang terbit antara tahun 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital dalam pembelajaran matematika dapat memperkaya pengalaman belajar jika digunakan secara integratif dengan pengalaman konkret serta didukung oleh bimbingan guru sebagai fasilitator dan mediator pengetahuan. Selain itu, filsafat pendidikan kontemporer seperti gagasan <em>ethic of care</em> dari Nel Noddings dan pandangan Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan sebagai proses “menuntun kodrat anak” menegaskan pentingnya dimensi kemanusiaan dalam penggunaan teknologi. Dengan demikian, pembelajaran matematika di era digital harus menyeimbangkan inovasi teknologi dengan nilai-nilai humanistik agar mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cakap secara kognitif, tetapi juga reflektif, beretika, dan berkarakter.</p> <div id="8C4622DE_BD49_547A_C577_198EFE785C2E"> </div>2026-02-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains