PENGARUH UKURAN TUBUH TERHADAP WAKTU KEMATIAN ANGGANG-ANGGANG (Gerris marginatus) BERDASARKAN VARIASI POLUTAN DETERGEN DAN PEWARNA KAIN SINTETIS
DOI:
https://doi.org/10.59672/emasains.v15i2.6633Keywords:
anggang-anggang, detergen, pewarna kain sintetis, ukuran tubuh, waktu kematianAbstract
Sampai saat ini, penelitian tentang pemanfaatan anggang-anggang sebagai bioindikator terhadap pencemaran di perairan tawar yang disebabkan oleh polutan dari detergen dan pewarna kain sintetis secara komperehensif, kaitannya dengan pengaruh ukuran tubuh anggang-anggang dan waktu kematiannya belum dilakukan. Anggang-anggang (makro-invertebrata) dapat dimanfaatkan sebagai bioindikator pencemaran yang berperan sebagai gejala awal (early warning) terhadap perubahan lingkungan akibat berbagai aktivitas manusia, seperti: industri tekstil, pertanian, perumahan, dan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran tubuh terhadap waktu kematian anggang-anggang (Gerris marginatus) berdasarkan variasi polutan detergen dan pewarna kain sintetis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan perlakuan faktorial 4x4 sehingga terdapat 16 perlakuan. Terdapat 3 kelompok anggang-anggang dalam penelitian ini yaitu kelompok 1 dengan ukuran 0,7-1,13 cm, kelompok 2 dengan ukuran 1,14-1,57 cm dan kelompok 3 dengan ukuran 1,58- 2,0 cm. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan tiga ulangan sehingga diperoleh 48 unit penelitian (4x4x3). Pengaruh interaksi terjadi antara ukuran tubuh, detergen, dan pewarna kain sintetis (P<0,05). Selain itu, perbedaan waktu kematian secara nyata juga terjadi jika hanya diperlakukan dengan perbedaan ukuran tubuh (P<0,05), konsentrasi detergen (P<0,05) atau konsentrasi pewarna kain sintetis (P<0,05). Waktu kematian anggang-anggang secara nyata terjadi jika hanya diperlakukan dengan perbedaan ukuran tubuh, konsentrasi detergen, atau konsentrasi pewarna kain sintetis serta terjadi interaksi antara ukuran tubuh, konsentrasi detergen, dan konsentrasi pewarna kain sintetis. Selain itu, semakin besar ukuran tubuh anggang-anggang, semakin lama waktu kematian anggang-anggang.
Downloads
References
Agustina, T.E., E. Nurisman, Prasetyowati, N. Haryani, L. Cundari, A. Novisa, O. Khristina. (2011). Pengolahan Air Limbah Pewarna Sintesis dengan Menggunakan Reagen Fenton. Naskah Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3. Palembang 26-27 Oktober.
Borror, D.J., C.A. Triplehorn., N.F. Johnson. (1989). An Introduction to The Study of Insects. Philadelphia: Saunders College Publishing.
Bouchard, R.W. (2004). Guide to Aquatic Macroinvertebrates of The Upper Midwest. University of Minnesota: Water Resources Center.
Boyd, C.E. (2005). LC50 Calculations Help Predict Toxicity. Auburn University: USA.
Heckman, C.W. (2011). Encyclopedia of South American Aquatic Insects (Hemiptera-Heteroptera). USA: Springer Science.
Hodkinson, I.A., and J.K. Jackson. (2005). Terrestrial and Aquatic Invertebrates as Bioindicatorsfor Environmental Monitoring, with Particular Reference to Mountain Ecosystems. Journal Environmental Management, 35 (5): 649-666.
Juliantara, I. K.P., N.L. Watiniasih, I. W. Kasa. (2015). Toksisitas Detergen dan Pewarna Kain Sintetis Terhadap Anggang-Anggang (Gerris marginatus). Jurnal Biologi, 19 (1): 15 – 20.
Juliantara, I. K. P., dan I.G.P.A.F.S. Putra. (2017). Lethal Concentration Anggang-Anggang (Gerris marginatus) terhadap Detergen Dan Pewarna Kain Sintetis. Jurnal Ilmiah Medicamento 3(1): 48-52.
Koren, H., M. Bisesi. (2003). Handbook of Environmental Health; Pollutant Interactions in Air, Water, and Soil. CRC Pres LLC: USA.
Samways, M.J. (2005). Insect Diversity Conservation. Cambridge University Press: New York.
Samways, M.J., M.A. McGeoch, T.R. New. (2010). Insect Conservation; A Handbook of Approaches and Methods. Oxford University Press Inc: New York
Schowalter, T.D. (2006). Insect Ecology: An Ecosystem Approach. Elsevier: USA.
Schuh, R.T., J.A. Slater. (1995). True Bugs of The World (Hemiptera: Heteroptera; Classification and Natural History. USA: Cornel University Press.
Tang, M, dan G.D. Dirawan. (2023). Pengaruh Pengetahuan , Sikap, dan Motivasi Masyarakat terhadap Perilaku Penggunaan Detergen. UNM Environmental Journals, 6 (3): 1-10. Doi: https://doi.org/10.26858/uej.v6i3
Tjokrokusumo, S.W. (2006). Bentik Makro-invertebrata sebagai Bioindikator Polusi Lahan Perairan. Jurnal Hidrosfir, 1(1): 8-20.
Wardhana, W. A. (2004). Dampak Pencemaran Lingkungan. Andi Offset: Yogyakarta
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Hak cipta mencakup hak eksklusif untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel ini dalam semua bentuk dan media, termasuk mencetak ulang, memotret, mikrofilm dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya. Reproduksi dari bagian manapun dari jurnal ini, penyimpanannya di database dan transmisinya dengan bentuk atau media apa pun, seperti salinan elektronik, elektrostatik dan mekanis, fotokopi, rekaman, media magnetik, dan lain-lain, akan diizinkan hanya dengan izin tertulis dari penerbit jurnal.











