Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prevalence of Undernourishment (PoU) di Indonesia Menggunakan Model Spatial Autoregressive (SAR)

Authors

  • Rahmatul Annisa Universitas Negeri Padang
  • Ervi Dayana Putri Universitas Negeri Padang
  • Chairina Wirdiastuti Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.59672/emasains.v15i2.6191

Keywords:

Indonesia, Prevalensi Kekurangan Gizi, SDGs, Spatial Autoregressive

Abstract

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) merupakan kerangka pembangunan global yang dirancang untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan hingga tahun 2030. Di Indonesia, tingkat kerawanan pangan nasional mencapai 8,27 persen pada tahun 2024, menurun sekitar 0,26 poin dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 8,53 persen. Meskipun terjadi penurunan secara nasional, prevalensi kekurangan gizi di beberapa provinsi di Indonesia masih tergolong tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Spatial Autoregressive (SAR) memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan model Ordinary Least Squares (OLS) dan Spatial Error Model (SEM). Dengan demikian, model SAR merupakan model terbaik dalam menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi prevalensi kekurangan gizi antar provinsi di Indonesia tahun 2024. Hasil uji signifikansi model menunjukkan bahwa pendapatan per kapita, persentase rumah tangga dengan sanitasi layak, serta persentase rumah tangga dengan akses air bersih merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kerawanan pangan di Indonesia. Nilai koefisien determinasi yang dihasilkan sebesar 75,56%, yang menunjukkan bahwa variabel independen dalam model mampu menjelaskan variasi variabel dependen secara cukup kuat.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-05-05