Analisis Tingkat Kemampuan Numerasi Mahasiswa pada Pembelajaran Himpunan

Authors

  • wayan sunita IKIP PGRI BALI
  • N.Putri Sumaryani Universitas PGRI Mahadewa Indonesia
  • Putu Gede Subhaktiyasa STIKES Wira Medika, Bali

DOI:

https://doi.org/10.59672/emasains.v15i1.6178

Keywords:

kemampuan numerasi, himpunan, mahasiswa, penelitian deskriptif

Abstract

Kemampuan numerasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki mahasiswa dalam mempelajari matematika. Numerasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan melakukan perhitungan, tetapi juga kemampuan memahami informasi berbasis angka, menafsirkan data, serta memecahkan masalah secara logis dalam berbagai konteks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan numerasi mahasiswa pada pembelajaran himpunan. Kemampuan numerasi penting dalam memahami konsep matematika dasar, termasuk operasi dan representasi himpunan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan subjek 10 mahasiswa semester I Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Instrumen penelitian  yaitu berupa tes numerasi pada materi himpunan yang mencakup indikator memahami konsep himpunan, menggunakan operasi himpunan, menafsirkan diagram venn, soal konseptual  dan menarik kesimpulan logis. Data dianalisis menggunakan persentase dan kategori kemampuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan numerasi mahasiswa berada pada kategori sedang dengan rata-rata skor 71,3. Mahasiswa cukup baik dalam mengidentifikasi informasi, tetapi masih mengalami kesulitan pada soal himpunan kompleks dan penarikan kesimpulan logis. Penelitian ini menyarankan penggunaan metode pembelajaran berbasis masalah dan diskusi kelompok untuk meningkatkan kemampuan numerasi mahasiswa.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kilpatrick, J., Swafford, J., & Findell, B. (2001). Adding It Up: Helping Children Learn Mathematics. Washington, DC: National Academy Press.

Skemp, R. R. (1976). Relational understanding and instrumental understanding. Mathematics Teaching, 77, 20–26.

OECD. (2019). PISA 2018 Results. Paris: OECD Publishing.

Widjaja, W. (2010). The use of contexts in mathematics learning. Journal on Mathematics Education, 1(2), 45–60.

Geiger, V., Goos, M., & Forgasz, H. (2015). A rich interpretation of numeracy. Educational Studies in Mathematics, 88(2), 163–179.

Wijaya, A. (2017). Students’ difficulties in mathematical modelling. International Journal of Science and Mathematics Education, 15(1), 77–94.

Fischbein, E., & Nachlieli, T. (1998). Concepts and misconceptions in set theory. International Journal of Mathematical Education in Science and Technology, 29(3), 315–328.

Ersoy, E., & Bal-Incebacak, B. (2016). The effect of visual representation on understanding sets. Mathematics Education Research Journal, 28(3), 451–468.

Goos, M., Geiger, V., & Dole, S. (2014). Transforming professional practice. ZDM Mathematics Education, 46(4), 523–536.

Hmelo-Silver, C. E. (2004). Problem-based learning. Educational Psychology Review, 16(3), 235–266.

UNESCO. (2017). Literacy and Numeracy for Lifelong Learning. Paris: UNESCO.

Downloads

Published

2026-03-28