Optimalisasi Pelestarian Curik Bali (Leucopsar rothschildi) di Pusat Pembinaan Populasi Curik Bali Tegal Bunder Taman Nasional Bali Barat (TNBB)

Authors

  • I Made Subrata IKIP PGRI Bali
  • I Nengah Suka Widana IKIP PGRI Bali
  • Yulianus Mandur IKIP PGRI Bali

DOI:

https://doi.org/10.59672/emasains.v6i2.521

Keywords:

Konservasi, Pelestarian, Curik Bali

Abstract

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik konservasi yang diterapkan dalam melestarikan Curik Bali di Pusat Pembinaan Populasi Curik Bali Tegal Bunder yaitu (1) Dilakukan pemilihan pasangan indukan oleh penangkar untuk mendapat calon indukan generasi baru. Hal ini dapat dilakukan dengan memilih induk yang relatif masih muda/masa usia produktif, dipilih indukan yang sehat, tidak cacat tubuh dan tidak kurus. (2) Dilakukan tukar menukar indukan oleh penangkar untuk menghindari terjadinya perkawinan sedarah (inbreeding). (3) Dilakukan pemeliharaan pasangan induk diantaranya pembersihan kandang (sanitasi), pemberian pakan Curik Bali, dan perlindungan terhadap gangguan hewan liar seperti moyet pada saat mengeram atau merawat piyik. Penangkaran oleh masyarakat merupakan upaya dalam rangka mengembangkan konservasi Curik Bali secara ex situ melalui program penangkaran Curik Bali berbasis masyarakat. Kegiatan penangkaran oleh masyarakat desa yakni Desa Sumberklampok sudah dirintis sejak bulan November 2010 yang dikenal dengan kelompok penangkar Manuk Jegeg. Kelompok Penangkar Curik Bali Sumberklampok (KPCBS) Kendalakendala pelestarian Curik Bali disebabkan dari dua faktor yaitu faktor internal yang berasal dari dalam tubuh Curik Bali berupa gen yang kurang atau tidak bagus akan menurun pada anaknya yang menyebabkan cacat tubuh/tidak sehat dan faktor eksternal yang disebabkan karena pengaruh luar berupa iklim yang tidak menentu antara musim panas dan musim penghujan menyebabkan Curik Bali sangat sulit untuk beraktivitas. Upaya penanggulangan yang dilakukan dengan mengganti indukan yang kualitas gennya baik. Berdasarkan data perkembangan populasi Curik Bali di penangkaran, Pusat pembinaan populasi Curik Bali Tegal Bunder dari tahun ketahun yakni tahun 2012-2016 diketahui persentase tingkat keberhasilan dalam meningkatkan populasi Curik Bali tiap tahunnya, yaitu tahun 2012 sebesar 19,35%, tahun 2013 sebesar 15,97%, tahun 2014 sebesar 19,04%, tahun 2015 sebesar 22,27% dan tahun 2016 sampai 30 April 2016 sebesar 23,38% dan dengan hasil ini, usaha pelestarian populasi Curik Bali di pusat pembinaan populasi Curik Bali Tegal Bunder TNBB dapat dinyatakan berhasil dari kualitas usaha penangkaran.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Balai Taman Nasional Bali Barat.
2007. Bukuinformasi Taman
Nasional Bali Barat.
Gilimanuk.
146
Taman Nasional Bali Barat. 2009.
Pengelolaan Penangkaran
Curik Bali ((Leucopsar
rothschildi) di Taman
Nasional Bali
B
arat
http://www.tnbalibarat.com/
?p
=29
Nasir, 2003.Metode
penelitian deskriptif
kualitatif.
Sadili Asep, Sunaryo dan Deden
Girmansyah, 2015 Analisis
Komposisi Flora pada
Beberapa Jenis Tumbuhan
Invasif Dominan di Taman
Nasional Bali Barat, Bali,
dalam Prosiding Seminar
Nasional Biosains 2,
tanggal 10-20 November
2015, Jurusan Biologi dan
Program Magister Biologi
Universitas Udayana.
Waluyo, Joko, Ganda D. U., Kiki
Septina, Ruhama Reza R.,
Bambang D. dan Arya K.
2009. Buku Informasi
Curik Bali.Balai Taman
Nasional Bali Barat

Published

2017-10-13