Peningkatan Keterampilan Kolaborasi dan Hasil Belajar Siswa X E3 SMAN 2 Kuta melalui Discovery Learnin
DOI:
https://doi.org/10.59672/emasains.v15i1.3821Keywords:
Discovery Learning, Kolaborasi, Keterampilan, Hasil belajarAbstract
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi
dan hasil belajar matematika siswa kelas X E3 SMA Negeri 2 Kuta melalui penerapan model
pembelajaran Discovery Learning. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan untuk
mengembangkan keterampilan abad ke-21 pada peserta didik, khususnya kolaborasi, yang esensial
dalam menghadapi tantangan global. Pembelajaran tradisional yang masih dominan di banyak sekolah
dirasa kurang efektif dalam memfasilitasi pengembangan keterampilan ini. Discovery Learning dipilih
sebagai solusi karena model ini mendorong partisipasi aktif siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan
mereka sendiri melalui eksplorasi, penyelidikan, dan interaksi dengan lingkungan belajar. Penelitian ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan model pembelajaran inovatif yang dapat
meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui
observasi terhadap keterampilan kolaborasi siswa menggunakan rubrik penilaian dan tes hasil belajar
matematika yang dianalisis secara kuantitatif dengan menghitung rata-rata nilai dan persentase
ketuntasan belajar. Implementasi pada siklus pertama menunjukkan peningkatan hasil belajar, namun
belum mencapai target yang diharapkan. Hasil tes menunjukkan 67% siswa mencapai ketuntasan
belajar, meningkat dari 55% pada pra-siklus.Pada siklus kedua, fokus pembelajaran diarahkan pada
penerapan konsep matematika dalam konteks kehidupan nyata. Hasilnya menunjukkan peningkatan
signifikan baik pada hasil belajar maupun keterampilan kolaborasi siswa. Ketuntasan belajar mencapai
83%, dan rata-rata skor keterampilan kolaborasi mencapai 74.Secara keseluruhan, penelitian ini berhasil
membuktikan efektivitas model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan keterampilan
kolaborasi dan hasil belajar matematika siswa kelas X E3 SMAN 2 Kuta. Temuan ini diharapkan dapat
memberikan inspirasi bagi para pendidik untuk menerapkan model pembelajaran yang lebih inovatif
dan berpusat pada siswa.
Downloads
References
Amalia, S. R., Purnamasari, V., & Darsimah, D. (2021). EDUKATIF : JURNAL ILMU
PENDIDIKAN Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Problem
Based Learning pada Siswa Sekolah Dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(4), 1594–
https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i5.747
Fatus Syarofah, A., Hartadiyati, E., Siswanto, J., & Eka Wahyu, N. (2023). Analisis Kecakapan
Abad 21: Collaboration and Communication Skills Siswa Melalui Penerapan Discovery
Learning. Journal on Education, 6(1), 7143–7152. https://doi.org/10.31004/joe.v6i1.3808
Iskandar, S. M. (2022). Pendekatan Pembelajaran Sains Berbasis Konstruktivis Ed. Revisi.
Media Nusa Creative (MNC Publishing).
https://books.google.co.id/books?id=BLaeEAAAQBAJ
M. Hidayat, M. M. S. R. P. M. (2022). DISCOVERY LEARNING SOLUSI JITU KETUNTASAN
BELAJAR. Penerbit P4I. https://books.google.co.id/books?id=JMaPEAAAQBAJ
Marhamad, S. (2022). Aceh Edukasi: Jurnal Ilmiah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Aceh, Vol.3
No. 1 Maret 2022 ISSN: 27454398. 3(1).
Scott, L. A. (2017). 21st Century Learning For Early Childhood: Framework. Battelle for Kids,
http://static.battelleforkids.org/documents/p21/P21EarlyChildhoodFramework.pdf
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Hak cipta mencakup hak eksklusif untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel ini dalam semua bentuk dan media, termasuk mencetak ulang, memotret, mikrofilm dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya. Reproduksi dari bagian manapun dari jurnal ini, penyimpanannya di database dan transmisinya dengan bentuk atau media apa pun, seperti salinan elektronik, elektrostatik dan mekanis, fotokopi, rekaman, media magnetik, dan lain-lain, akan diizinkan hanya dengan izin tertulis dari penerbit jurnal.











