BIODIVERSITAS TUMBUHAN OBAT DI DESA KEDISAN KECAMATAN TEGALLALANG KABUPATEN GIANYAR

Authors

  • Rai I Gusti Ayu Universitas PGRI Mahadewa Indonesia
  • Yuniari Suryatini Kadek Universitas PGRI Mahadewa Indonesia
  • Wistari Ni Made Universitas PGRI Mahadewa Indonesia
  • Subrata I Made Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59672/emasains.v12i2.3171

Abstract

Tumbuhan sebagai sumber daya alam selain berfungsi menghasilkan oksigen dan menyediakan makanan bagi manusia, juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional.  Mulai dari akar, batang, daun, bunga, buah hingga bijinya dapat dikonsumsi dan digunakan sebagai bahan obat. Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat diolah antara lain dengan cara diekstrak,dibuat jamu, dan dibuat sebagai teh herbal. Tumbuhan sudah menjadi bagian pengobatan tradisional yang sudah sejak lama dipercaya masyarakat dapat mengobati beberapa jenis penyakit dan pengetahuan tersebut diwariskan secara turun temurun. Hal ini sangat mungkin karena tumbuhan mengandung senyawa aktif yang dapat berfungsi baik sebagai anti bakteri, anti jamur maupun sebagai anti imflamasi.

 Bach To Nature, kembalilah ke alam. Pola pemikiran ini sekarang kembali digalakkan terutama terkait dengan pemanfaatan tumbuhan sebagai obat alami atau tradisional. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional memiliki beberapa keunggulan yaitu dinilai bebas dari bahan kimia berbahaya, tidak memiliki efek samping dan tidak beresiko terhadap kesehatan. Selain itu bahannya mudah didapat dan diolah sehingga  tidak memerlukan beaya yang mahal. Mahalnya obat modern juga  menjadi salah satu alasan bagi masyarakat untuk kembali memanfaatkan obat tradisional.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biodiversitas tumbuhan yang berkhasiat obat  dan pemanfaatannya oleh masyarakat di Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode observasi dan wawancara langsung dengan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 42 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat di Desa Kedisan Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar. Berbagai jenis tumbuhan obat tersebut dinilai berkhasiat untuk mengobati beberapa penyakit seperti luka, pendarahan, sakit pinggang, gatal-gatal, tekanan darah tinggi, perut kembung, gangguan pencenaan, batuk, demam, pusing, rematik beri-beri, wasir, diare, impoten, peluruh dahak, mata buram, dan keracunan dan juga dapat menghilangkan flek hitam di wajah, membasmi ketombe dan menjaga stamina. Bagian tumbuhan yang paling dominan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat adalah daunnya, yaitu sebanyak 0,54%.

Kata Kunci : Biodiversitas, Tumbuhan Obat

Downloads

Download data is not yet available.

References

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Surat Keputusan No. 149/SK/Menkes/IV/1978.

Ningrum, E. K. & Murtie, M. (2013). Tumbuhan Sakti Basmi berbagai Penyakit. Jakarta Timur: Dunia Sehat.

Lestaridewi, N. K., dkk. (2017). Kajian Pemanfaatan Tanaman sebagai Obat Tradisional di Desa Tolai Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong. Jurnal e-JIPBIOL 5 (2).

Sarno. (2019). Pemanfaatan Tanaman Obat (Biofarmaka) sebagai Produk Unggulan Masyarakat Desa Depok Banjarnegara. Jurnal Abdimas Unwahas 4 (2).

Sopandi. (2019). Tanaman Obat Tradisional Jilid II. PT. Sarana Pancakarya Nusa.

Mindarti, S & Nurbaeti, B. (2015). Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat.

Widayati, A. & Wulandari, T. E. Edukasi Manfaat Tanaman Obat dan Pengolahannya dengan Metode CBIA di Desa Bulusulur, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Abdimas Altruis: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. Sanata Dharma. Yogyakarta.

Zahra. (2021). Buku Saku Tanaman Obat. Warisan Tradisi Nusantara Untuk Kesejahteraan Rakyat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Bogor.

Published

2023-09-29