Fraksinasi Komponen Aktif Ekstrak Kasar Rimpang Jeringau Sebagai Fungisida Terhadap Jamur Sclerotium rolfsii Sacc Penyebab Penyakit Busuk Batang pada Tanaman Kacang Tanah dengan Kromatografi Kolom dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT)

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.7477467

Keywords:

Acorus calamus L, Asarone, Pestisada Nabati, Fraksinasi, Sclerotium rolfsii

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi komponen aktif pada ekstrak kasar rimpang jeringau, yang mampu menghambat pertumbuhan jamur Sclerotium rolfsii penyebab penyakit busuk batang pada kacang tanah. Pengendalian yang dilakukan selama ini dengan pestisida sintetis berdampak negatif terhadap lingkungan maupun manusia. Hal ini tentu membutuhkan alternatif pengendalian lain yang lebih ramah lingkungan. Pestisida nabati bisa menjadi salah satu alternatif. Jeringau (Acorus calamus) bisa dimanfaatkan sebagai pestisida nabati. Rimpang jeringau menurut Shenvi et al., (2011), mampu menghambat jamur Phytophthora capsici penyebab penyakit busuk pangkal batang pada tanaman lada. Pengujian fraksinasi dilakukan untuk mengetahui senyawa yang diduga bersifat antijamur. Hasil analisa menunjukkan ekstrak rimpang jeringau mengandung Triterpenoid/Steroid, Flavonoid, Alkaloid, Fenolat, dan Tannin. Hasil analisis KG-SM menunjukkan senyawa yang diduga bersifat antijamur terhadap S. rolfsii adalah Asarone. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak rimpang jeringau mampu menghambat S. rolfsii dengan sangat kuat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai dasar untuk penerapan rimpang jeringau dilapangan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abadi, L. 2003. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Jilid 2. Bayumedia Publishing. Malang.

Agrios, G.N. 2005. Plant Pathology-Fifth Edition. Departemen of Plant Pathology. University of Florida. United States of Amerika. Academic Press. Florida.

Alexopoulos, C.J. and C.W. Mims. 1979. Introductory Mycology. Third edition. John Wiley & Sons. New York.

Antara, N.S., N.W. Nursini, dan IB.J.U. Dauh. 2008. Aktivitas Penghambatan Ekstrak Jangu (Accorus calamus L.) terhadap Pertumbuhan Eschericia coli dan Vibrio cholerae. Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia 2008 (PIT-PERMI 2008). 21 – 23 Agustus 2008. Purwokerto.

Ardiansyah. 2005. Antimikroba dari Tumbuhan. (Bagian Pertama). http://www.berita iptek.com. Tanggal akses 10 Juli 2011.

Asha, D.S. and G. Deepak. 2009. Antimicrobial Activity of Acorus calamus (L.) Rhizome and Leaf Extract. Acta Biol. Szegediensis 53 (1): 45-49.

Astiko,W., I. Muthanhanas, dan Y. Fitrianti. 2009. Uji Ketahanan Beberapa Varietas Kacang Tanah Lokal Bima terhadap Penyakit Sclerotium rolfsii Sacc. Crop Agro 2 (1): 44-47.

Edelstein, L., Y. Hadar, I. Chet, Y. Henis, and L.A. Segal. 1983. A Model for Fungal Colony Growth Applied to Sclerotium rolfsii. Journal of Genetic Microbiology 129: 1873-1881.

Ferreira, S.A. and R.A. Boley. 2006. Sclerotium rolfsii. http://www.extento.edu. Tanggal akses 10 Oktober 2010.

Hanani, E., A. Mun’im, dan R. Sekarini. 2005. Identifikasi Senyawa Antoksidan Dalam Spons Callyspongia sp. Dari Kepulauan Seribu. http://.jurnal.farmasi.ui.ac.id/vo2no3. Tanggal akses 10 Oktober 2010.

Hardaningsih, S. dan M. Hadi. 2007. Penyebab Penyakit Bercak Polong dan Hawar Batang pada Tanaman Kacang Tanah di Kabupaten Banjarnegara. Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. http://balitkabi.litbang.deptan.go.id/images/PDF/Prosiding/seminar2007/pro teksi/42_sri%20hardaningsih.pdf. Tanggal akses 5 Mei 2011.

Kardinan, A. 1998. Prospek Penggunaan Pestisida Nabati di Indonesia, Jurnal Litbang Pertanian XVII. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat 17: 1-8.

Kardinan, A. 2004. Pestisida Nabati Ramuan & Aplikasi. Penebar Swadaya. Jakarta.

Phongpaichit, S., P. Nongyao, R. Vatcharin and O. Metta. 2005. Antimicrobial Activities of the Crude Methanol Extract of Acorus calamus Linn. Songklanokarin J. Sci. Technol 27 (1): 517-523.

Suprapta, D.N., M. Sudana and N. Arya. 2001. Application of plant extracts to control Ceratocystis rot in Snake fruit (Salacca edulis). Journal of ISSAAS 7: 10-16.

Suprapta, D.N., I.G.A.A. Swari, M. Sudana, N. Arya and K. Ohsawa. 2002. Application of leaves extract of Pometia pinnata to control the late blight disease on potato. Journal of ISSAAS 8: 25-29.

Suprapta, D.N. 2003. Pemanfatan Tumbuhan Lokal sebagai Pestisida Nabati Guna Meningkatkan Kemandirian Petani. Orasi Ilmiah. Universitas Udayana.

Suprapta, D.N., M. Sudana, N.G. Alit, and P. Sudiarta. 2008. Plant Extract to Control Cocoa Black Pod Disease Caused by Phytophtora palmivora. Journal of ISSAAS 13 (3): 22-30.

Suprapta, D.N. and K. Khalimi. 2009. Efficacy of Plant Extract Formulation to Suppress Stem Rot Disease on Vanilla Seedlings. Journal of ISSAAS 15 (2): 34-41.

Sudana, I.M. 2004. Identifikasi Patogen Penyebab Penyakit Layu Pisang dan Tingkat Patogenitasnya pada Beberapa Jenis Pisang Lokal Bali. Agritrop 23: 82-87.

Published

2022-12-27