Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni
https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/batarirupa
<p>Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni terbit dua kali dalam setahun (April dan Oktober). Jurnal berisi tentang gagasan konseptual, hasil penelitian, kajian dan aplikasi teori pendidikan seni tari, drama dan musik, serta seni rupa.</p> <p><strong>Journal title :</strong> Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni<br /><strong>Frequency</strong> : 2 Issues every year (April & October)<br /><strong>Indexing :</strong> <a href="https://scholar.google.com/citations?user=F--GQrAAAAAJ&hl=id" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar </a><a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/26968" target="_blank" rel="noopener">GARUDA</a><br /><strong>Email: </strong>batarirupa.fkip.upmi@gmail.com<strong><br />Publisher: </strong>Fakultas Bahasa dan Seni<strong><br /></strong><strong>Online ISSN: </strong><a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20220928261103201">2963-9522</a></p>Fakultas Bahasa dan Senien-USBatarirupa: Jurnal Pendidikan Seni2963-9522INTEGRASI BAHASA BALI DAN SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL DALAM PENDIDIKAN TINGGI MULTIKULTURAL
https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/batarirupa/article/view/7048
<table width="604"> <tbody> <tr> <td width="604"> <p>Dalam era globalisasi, pendidikan tinggi menghadapi tantangan untuk mempertahankan identitas budaya lokal sekaligus membekali mahasiswa dengan kompetensi global yang relevan. Meskipun berbagai penelitian telah membahas internasionalisasi pendidikan tinggi dan pelestarian budaya lokal secara terpisah, kajian yang mengintegrasikan bahasa Bali dan seni pertunjukan tradisional sebagai strategi penguatan pendidikan tinggi multikultural masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi integrasi bahasa Bali dan seni pertunjukan tradisional, meliputi drama, tari, dan musik, dalam pengembangan pendidikan tinggi yang berorientasi pada nilai-nilai multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur ilmiah, dokumen kebijakan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-interpretatif untuk mengidentifikasi konsep, strategi implementasi, serta kontribusi integrasi budaya lokal dalam konteks pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi bahasa Bali dan seni pertunjukan tradisional dapat diwujudkan melalui pengembangan kurikulum berbasis budaya, penguatan kegiatan ko-kurikuler dan ekstrakurikuler, penerapan pembelajaran kontekstual, serta peningkatan literasi budaya di lingkungan kampus. Strategi tersebut terbukti mampu memperkuat identitas budaya mahasiswa, meningkatkan kreativitas, kemampuan komunikasi, dan kesadaran antarbudaya, sekaligus memperkaya pengalaman akademik. Temuan ini menegaskan bahwa pelestarian budaya lokal di perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi modal strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan pada tingkat global.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Ni Luh Gede Liswahyuningsih
Copyright (c) 2026 Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni
2026-04-302026-04-3061273610.59672/batarirupa.v6i1.7048PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA DALAM MENCIPTAKAN TARI KREASI SEDERHANA MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) DI KELAS XI A1 SMAN 2 KUTA UTARA TAHUN AJARAN 2024/2025
https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/batarirupa/article/view/5301
<table> <tbody> <tr> <td width="604"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk Mengembangkan kreativitas dan minat belajar peserta didik dalam mata pelajaran Seni Budaya melalui penerapan model <em>Project Based Learning</em> (PjBL) di kelas XI A1 SMA Negeri 2 Kuta Utara tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bentuk penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: (1) observasi, (2) wawancara, (3) tes, dan (4) dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas 38 siswa, sedangkan objek penelitian difokuskan pada Mengembangkan kreativitas dalam menciptakan tari kreasi sederhana. Berdasarkan observasi awal, rendahnya kreativitas siswa disebabkan oleh metode pembelajaran yang monoton, yaitu ceramah dan praktik. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga tahap: pratindakan, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai rata-rata dan keterlibatan siswa. Nilai rata-rata meningkat dari 68,94 (pratindakan) menjadi 73,81 (siklus I) dan mencapai 84,60 pada siklus II. Respons siswa terhadap pembelajaran juga menunjukkan peningkatan, dari 68,68 menjadi 73,68 dan akhirnya mencapai 83,81. Dengan tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dan meningkatnya antusiasme siswa, dapat disimpulkan bahwa model PjBL efektif dalam Mengembangkan kreativitas siswa dalam menciptakan tari kreasi sederhana.</p> <table> <tbody> <tr> <td width="604"> </td> </tr> </tbody> </table> </td> </tr> </tbody> </table>Ni Made Dwi PurnamaningsihI Gede Gusman Adhi GunawanPutu Agus Permanamiarta
Copyright (c) 2026 Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni
2026-04-302026-04-3061142610.59672/batarirupa.v6i1.5301DIALEKTIKA TRADISI DAN MODERNITAS PADA SENI PATUNG BALI DI DESA SESETAN ERA 1970-AN
https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/batarirupa/article/view/6868
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dialektika tradisi dan modernitas pada seni patung Bali di Desa Sesetan era 1970-an sebagai bentuk transformasi budaya visual masyarakat Bali di tengah perkembangan pariwisata dan modernisasi. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif estetika dan budaya visual. Data diperoleh melalui studi pustaka, dokumentasi visual, serta penelusuran berbagai penelitian terkait perkembangan seni rupa Bali modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa seni patung Bali di Desa Sesetan pada era 1970-an mengalami perubahan bentuk, fungsi, dan nilai estetika sebagai respons terhadap perkembangan sosial budaya masyarakat Bali. Bentuk patung yang awalnya berorientasi pada fungsi sakral dan religius mulai mengalami pergeseran menuju fungsi estetis dan komersial akibat pengaruh industri pariwisata. Meskipun demikian, unsur-unsur tradisional seperti simbol Hindu Bali, ornamentasi khas, dan karakter figuratif tetap dipertahankan sebagai identitas budaya lokal. Dialektika antara tradisi dan modernitas melahirkan bentuk hibridisasi visual yang memperlihatkan kemampuan seniman Bali dalam beradaptasi tanpa meninggalkan akar budaya tradisionalnya. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya penelitian seni rupa Bali, khususnya terkait transformasi budaya visual dan pelestarian identitas lokal di era modern.</p>I Made SujanaNyoman Putrayasal Putu Karsana
Copyright (c) 2026 Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni
2026-04-302026-04-306111310.59672/batarirupa.v6i1.6868PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KREATIF DAN INTERAKTIF BERBASIS SAMPAH PLASTIK
https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/batarirupa/article/view/5095
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang kreatif dan interaktif berbasis sampah plastik, khususnya pada materi sistem tata surya untuk siswa kelas 6 SD. Permasalahan yang diangkat adalah pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) masih menggunakan media 2 dimensi berupa teks dan gambar, pembelajaran pengolahan sampah plastik perlu ditingkatkan lagi dan selalu dimasukan dalam kurikulum, dan pemahaman siswa tentang tata surya masih rendah. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Produk atau media pembelajaran yang dihasilkan berbentuk model 3 dimensi sistem tata surya yang terbuat dari sampah plastik seperti bungkus makanan. Media ini dirancang agar dapat digunakan secara interaktif yang dapat diputar manual dan dilengkapi dengan kartu ciri - ciri masing - masing planet untuk memperkuat pemahaman konsep. Hasil validasi dari guru dan siswa, menunjukkan bahwa media ini sangat layak digunakan, dengan nilai 100 dari kuesioner guru dan 97,2 penilian kuesioner dari siswa. Uji coba yang dilakukan pada siswa kelas 6 SD menunjukkan antusias dan semangat belajar siswa tentang sistem tata surya. Kesimpulannya, media pembelajaran IPA berbasis sampah plastik ini efektif dalam meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi, sekaligus menanamkan nilai kepedulian lingkungan.</p>Pasek Pasek WiradanaNi Putu Laras PurnamasariI Komang Dewanta Pendit
Copyright (c) 2026 Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni
2026-04-302026-04-3061374710.59672/batarirupa.v6i1.5095