Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/batarirupa <p>Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni terbit dua kali dalam setahun (April dan Oktober). Jurnal berisi tentang gagasan konseptual, hasil penelitian, kajian dan aplikasi teori pendidikan seni tari, drama dan musik, serta seni rupa.</p> <p><strong>Journal title :</strong> Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni<br /><strong>Frequency</strong> : 2 Issues every year (April &amp; October)<br /><strong>Indexing :</strong> <a href="https://scholar.google.com/citations?user=F--GQrAAAAAJ&amp;hl=id" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar </a><a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/26968" target="_blank" rel="noopener">GARUDA</a><br /><strong>Email: </strong>batarirupa.fkip.upmi@gmail.com<strong><br />Publisher: </strong>Fakultas Bahasa dan Seni<strong><br /></strong><strong>Online ISSN: </strong><a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20220928261103201">2963-9522</a></p> Fakultas Bahasa dan Seni en-US Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni 2963-9522 PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA DALAM MENCIPTAKAN TARI KREASI SEDERHANA MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) DI KELAS XI A1 SMAN 2 KUTA UTARA TAHUN AJARAN 2024/2025 https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/batarirupa/article/view/5301 <table> <tbody> <tr> <td width="604"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk Mengembangkan kreativitas dan minat belajar peserta didik dalam mata pelajaran Seni Budaya melalui penerapan model <em>Project Based Learning</em> (PjBL) di kelas XI A1 SMA Negeri 2 Kuta Utara tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bentuk penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: (1) observasi, (2) wawancara, (3) tes, dan (4) dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas 38 siswa, sedangkan objek penelitian difokuskan pada Mengembangkan kreativitas dalam menciptakan tari kreasi sederhana. Berdasarkan observasi awal, rendahnya kreativitas siswa disebabkan oleh metode pembelajaran yang monoton, yaitu ceramah dan praktik. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga tahap: pratindakan, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai rata-rata dan keterlibatan siswa. Nilai rata-rata meningkat dari 68,94 (pratindakan) menjadi 73,81 (siklus I) dan mencapai 84,60 pada siklus II. Respons siswa terhadap pembelajaran juga menunjukkan peningkatan, dari 68,68 menjadi 73,68 dan akhirnya mencapai 83,81. Dengan tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dan meningkatnya antusiasme siswa, dapat disimpulkan bahwa model PjBL efektif dalam Mengembangkan kreativitas siswa dalam menciptakan tari kreasi sederhana.</p> <table> <tbody> <tr> <td width="604"> </td> </tr> </tbody> </table> </td> </tr> </tbody> </table> Ni Made Dwi Purnamaningsih I Gede Gusman Adhi Gunawan Putu Agus Permanamiarta Copyright (c) 2026 Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni 2026-04-30 2026-04-30 6 1 14 26 10.59672/batarirupa.v6i1.5301 DIALEKTIKA TRADISI DAN MODERNITAS PADA SENI PATUNG BALI DI DESA SESETAN ERA 1970-AN https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/batarirupa/article/view/6868 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dialektika tradisi dan modernitas pada seni patung Bali di Desa Sesetan era 1970-an sebagai bentuk transformasi budaya visual masyarakat Bali di tengah perkembangan pariwisata dan modernisasi. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif estetika dan budaya visual. Data diperoleh melalui studi pustaka, dokumentasi visual, serta penelusuran berbagai penelitian terkait perkembangan seni rupa Bali modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa seni patung Bali di Desa Sesetan pada era 1970-an mengalami perubahan bentuk, fungsi, dan nilai estetika sebagai respons terhadap perkembangan sosial budaya masyarakat Bali. Bentuk patung yang awalnya berorientasi pada fungsi sakral dan religius mulai mengalami pergeseran menuju fungsi estetis dan komersial akibat pengaruh industri pariwisata. Meskipun demikian, unsur-unsur tradisional seperti simbol Hindu Bali, ornamentasi khas, dan karakter figuratif tetap dipertahankan sebagai identitas budaya lokal. Dialektika antara tradisi dan modernitas melahirkan bentuk hibridisasi visual yang memperlihatkan kemampuan seniman Bali dalam beradaptasi tanpa meninggalkan akar budaya tradisionalnya. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya penelitian seni rupa Bali, khususnya terkait transformasi budaya visual dan pelestarian identitas lokal di era modern.</p> I Made Sujana Nyoman Putrayasa l Putu Karsana Copyright (c) 2026 Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni 2026-04-30 2026-04-30 6 1 1 13 10.59672/batarirupa.v6i1.6868